Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Teh Ayu
● online
Teh Neng
● online
Teh Ayu
● online
Halo, perkenalkan saya Teh Ayu
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Mencegah Stunting: Menjaga Generasi Masa Depan

Mencegah Stunting: Menjaga Generasi Masa Depan

Diposting pada 7 November 2025 oleh manggustore / Dilihat: 145 kali / Kategori:

Anak stunting adalah anak yang terlambat tumbuh dan berkembang karena kekurangan gizi dalam waktu lama. Prevalensi stunting pada balita dan anak usia prasekolah menjadi fokus prioritas pembangunan di Indonesia. Data yang dihimpun menunjukkan tren penurunan kasus stunting dari tahun 2017 hingga 2019. Meskipun terjadi penurunan, jumlah kasus stunting masih di atas batas toleransi yang dikeluarkan oleh WHO, yang menjadi perhatian serius dalam pembangunan generasi penerus yang sehat.

Stunting, atau kegagalan pertumbuhan pada anak, mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak hingga usia prasekolah. Faktor gizi yang buruk pada ibu hamil dan anak balita, kurangnya pengetahuan, sikap, dan pola asuh orangtua, menjadi beberapa penyebab utama stunting. Pencegahan stunting dapat dilakukan melalui pemantauan pertumbuhan anak secara aktif, asupan gizi yang tepat selama 1000 hari pertama kehidupan, dan perawatan gizi pada masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Anak yang mengalami stunting rentan terhadap gangguan otak, kecerdasan, gangguan metabolisme, dan berbagai masalah kesehatan lainnya. Kurangnya kesadaran orangtua tentang pentingnya gizi pada anak dapat memperburuk prevalensi stunting. Pengetahuan yang kurang tentang gizi dan kurangnya pemahaman akan pengaruh stunting terhadap pertumbuhan anak menjadi kendala utama dalam pencegahan kasus stunting.

BACA JUGA:

Anak Stunting: Ketika Pertumbuhan Berkendala

Anak stunting juga dapat mengalami gangguan perkembangan kognitif, motorik, dan sosial-emosional.

Keterlambatan tumbuh dan berkembang, keterlambatan tumbuh dan berkembang dapat dilihat dari berbagai aspek, antara lain:

  1. Tinggi badan
  2. Berat badan
  3. Lingkar kepala
  4. Kematangan gigi
  5. Kemampuan motorik
  6. Kemampuan kognitif
  7. Kemampuan sosial-emosional

pertumbuhan dan perkembangan anak. Gizi yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal meliputi protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Kekurangan salah satu atau lebih dari nutrisi tersebut dapat menyebabkan stunting.

Malnutrisi yang dialami ibu saat hamil atau anak pada masa pertumbuhannya, malnutrisi adalah kondisi kekurangan gizi yang dapat dialami oleh siapa saja, termasuk ibu hamil dan anak. Malnutrisi pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). BBLR merupakan salah satu faktor risiko stunting. Malnutrisi pada anak pada masa pertumbuhannya juga dapat menyebabkan stunting. Malnutrisi pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

  1. Asupan gizi yang tidak seimbang
  2. Penyakit infeksi
  3. Ketidakmampuan orang tua untuk memenuhi kebutuhan gizi anak

Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2018 sebesar 32,4%. Di beberapa wilayah kabupaten/kota, upaya pencegahan stunting telah tersebar melalui program-program khusus. Melalui survei awal di BPM Mariana, disadari bahwa banyak ibu memiliki kurangnya pengetahuan tentang stunting. Banyak orang tua tidak menyadari betapa pentingnya memperhatikan status gizi anak mereka, sering kali menganggap bahwa tubuh pendek pada anak dianggap sebagai hal yang wajar. Namun, penting untuk memiliki kehati-hatian dan kesadaran yang tinggi dalam memahami status gizi anak. Tubuh yang pendek pada anak tidak selalu menandakan keadaan normal, dan seringkali menjadi indikasi bahwa perhatian khusus diperlukan.

BACA JUGA:

Manfaat Berenang untuk Anak Usia Dini

Menyadari dan memahami status gizi anak merupakan hal yang penting. Terlalu sering, tubuh yang pendek pada anak dianggap sebagai sesuatu yang umum atau biasa. Namun, sebagai orang tua, penting untuk menyadari bahwa hal ini bisa jadi indikasi bahwa anak memerlukan perhatian lebih terkait asupan nutrisi dan kesehatan mereka. Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi dan kesehatan anak, orang tua bisa lebih memperhatikan dan merespons kebutuhan khusus anak dalam asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Pemahaman akan dampak stunting terhadap masa depan anak menjadi penting. Kesadaran dan pengetahuan ibu serta peran keluarga dalam memastikan asupan gizi yang baik bagi anak menjadi faktor kunci dalam mencegah stunting. Dengan meningkatkan pemahaman dan kesadaran ini, kita dapat melindungi generasi masa depan yang lebih sehat dan tangguh. Menjaga gizi anak adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik bagi bangsa ini. Stunting adalah masalah serius yang dapat berdampak negatif pada kehidupan anak. Oleh karena itu, penting untuk mencegah stunting dengan memberikan asupan gizi yang seimbang dan bergizi kepada ibu hamil dan anak.

Referensi

Nareza, Meva. 2023. “Stunting.” Alodokter. Rubrik Berita. Edisi Senin, 12 Oktober. https://www.alodokter.com/ diakses Senin, 30 Oktober 2023, 15:54.

Ana Samiatul Milah, Panduan Praktikum Gizi dalam Kesehatan Reproduksi, Penerbit Manggu.

Intje Picauly, Stunting: Cegah Gagal Tumbuh Sejak Dini, Penerbit Manggu.

Giri Wurjandaru, Stunting: Cegah Gagal Tumbuh Sejak Dini, Penerbit Manggu.

Lucy Widasari, Stunting: Cegah Gagal Tumbuh Sejak Dini, Penerbit Manggu.

Agus Setyobudi, Stunting: Cegah Gagal Tumbuh Sejak Dini, Penerbit Manggu.

Tags: , , ,

Bagikan ke

Mencegah Stunting: Menjaga Generasi Masa Depan

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Mencegah Stunting: Menjaga Generasi Masa Depan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: