Beranda » Blog » Asuhan Gizi pada Pasien Stroke

Asuhan Gizi pada Pasien Stroke

Diposting pada 26 April 2024 oleh manggustore / Dilihat: 94 kali / Kategori:

Kecelakaan serebrovaskular (CVA) atau stroke disebabkan oleh kerusakan pada sebagian otak akibat hilangnya suplai darah karena kejang, bekuan, atau pecahnya pembuluh darah. Stroke sporadis dapat terjadi, namun sebagian besar disebabkan oleh faktor genetik dan poligenik. Delapan puluh persen stroke bersifat iskemik. Serangan eskemik transien adalah episode singkat kehilangan darah ke otak. Stroke iskemik dapat dikurangi melalui modifikasi pola makan dan gaya hidup (Manzanero, et.al., 2011).

Asupan zat besi heme yang tinggi, terutama pada individu dengan berat badan normal, tampaknya meningkatkan risiko stroke (Kaluza, et.al., 2013). Asupan daging merah dan daging olahan, biji-bijian olahan, makanan manis, dan makanan penutup harus dihindari. Asupan tinggi protein berkualitas, magnesium, dan kalium mengurangi risiko stroke pada wanita hipertensi. Pasien stroke perlu diperiksa secara medis dalam waktu 60 menit untuk memulai pengobatan yang tepat (Larrson, et.al., 2011).

Baca Juga:

Panduan Praktikum Gizi dalam Kesehatan Reproduksi

Beberapa pasien stroke sembuh total; yang lain mungkin cacat parah atau meninggal. Ketidaksadaran, kelumpuhan, dan masalah lain dapat terjadi setelah CVA, tergantung pada lokasi dan tingkat kerusakan otak. CVA sisi paling umum memeranguhi penglihatan dan pendengaran, termasuk kemampuan melihat, pasien dengan CVA belahan kanan, bilateral, atau batang otak memiliki masalah yang signifikan dalam makan sendiri, menelan, dan berbicara.

Defisit neurogenik mungkin termasuk defisit motorik dengan kelemahan otot lidah dan bibir, kerusakan saraf yang mengakibatkan kurangnya koordinasi, apraksia, dan defisit sensorik dengan ketidakmampuan merasakan makanan di mulut. Defisit kognitif meliputi kesulitan mempertahankan perhatian, ingatan jangka pendek yang buruk, masalah lapang pandang, impulsif, afasia, dan masalah penilaian seperti tidak mengetahui berapa banyak makanan yang harus diambil atau apa yang harus dilakukan dengan makanan setelah mencapai mulut (Kaluza, et.al., 2013).

Baca Juga 

Manajemen Pelayanan Gizi Rumah Sakit

Gangguan metabolik spesifik termasuk perubahan dalam sintesis protein, peningkatan pelepasan radikal bebas dan defisiensi zinc ditemukan pada pasien stroke. Kontribusi lain terhadap risiko nutrisi bisa jadi bahwa pada periode akut setelah stroke, seseorang mungkin koma, terganggu secara kognitif, atau tidak dapat menelan dengan baik. 

Individu dengan stroke juga dapat mengalami fase hipermetabolik yang sering terlihat pada periode akut setelah cedera. Faktor-faktor ini semuanya mengarah pada rekomendasi bahwa pasien yang mengalami stroke harus menerima dukungan nutrisi maksimum segera setelah serangan dan pemulihan, selama fase rehabilitasi pengobatan (Dehghan M., et.al., 2012)

Asuhan Gizi Critical Ill

Sumber: Buku Asuhan Gizi Critical Ill karangan Afriyana Siregar, dkk. Diterbitkan oleh Penerbit Manggu.

Tags: , ,

Bagikan ke

Asuhan Gizi pada Pasien Stroke

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Asuhan Gizi pada Pasien Stroke

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: