Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
Teh Ayu● online 6282116932476
Teh Neng● online 6282116932479
● online
- Tata Kelola Sumber Daya Manusia Pemerintahan
- Hukum Siber (Cyber Law)
- Kesehatan Reproduksi Berbasis keluarga: Berencana
- Metode Pembelajaran IPA SD MI
- Antologi Puisi Memeluk Ramadhan Bersimbah Wabah
- Manajemen Keperawatan - Dwi Yunita Rahmadhani
- Metode Pembelajaran Discovery Learning
- Konsep, Paradigma, dan Implementasi Pariwisata Ber
Beberapa Masalah dalam Pengelolaan Kelas
MANGGUSTORE.COM – Pendidikan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Pendidikan merupakan usaha sadar dalam proses mendewasakan manusia. Pendidikan selalu berhubungan dengan manusia. Pendidikan dapat diperoleh dari beberapa sumber, yaitu keluarga, lingkungan sekitar, dan melalui sekolah. Pendidikan yang dilaksanakan melalui jalur sekolah merupakan pendidikan formal. Sehubungan dengan pelaksanaan pendidikan di sekolah, maka dalam pelaksanaan pendidikan tidak terlepas dari adanya seseorang yang mendidik yaitu guru dan orang yang dididik yaitu peserta didik atau siswa.
Kegiatan guru didalam kelas meliputi dua hal pokok, yaitu mengajar dan mengelola kelas. Kegiatan mengajar dimaksudkan secara langsung menggiatkan siswa mencapai tujuan-tujuan seperti menelaah kebutuhan-kebutuhan siswa, menyusun rencana pelajaran, menyajikan bahan pelajaran kepada siswa, menilai kemajuan siswa adalah contoh-contoh kegiatan mengajar. Kegiatan mengelola kelas bermaksud menciptakan dan mempertahankan suasana (kondisi) kelas agar kegiatan mengajar itu dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Memberi ganjaran dengan segera, mengembangkan hubungan yang baik antara guru dan siswa, mengembangkan aturan permainan dalam kegiatan kelompok adalah contoh-contoh kegiatan mengelola kelas.
Masalah Pengelolaan Kelas
Ada dua jenis masalah pengelolaan kelas, yaitu yang bersifat perorangan dan yang bersifat kelompok. Disadari bahwa masalah perorangan dan masalah kelompok seringkali menyatu dan amat sukar dipisahkan yang satu dari yang lain. Akan tetapi, jika kedua jenis masalah pengelolaan kelas tersebut akan menjadi sebuah hal yang bermanfaat apabila guru ingin mengenali dan menangani permasalahan yang terjadi di dalam kelas tersebut.
BACA JUGA:
Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran
Masalah Individu
Masalah individu sendiri masih digolongkan menjadi beberapa bagian.Sesuai dengan pendapat Rudolf Dreikurs dan Pearl Cassel; Ahmad Rohani (2004) membedakan empat kelompok masalah pengelolaan individual.Masalah individual dikelompokan menjadi empat, yaitu:
- Tingkah laku menarik perhatian orang lain
Tingkah laku destruktif (mengganggu ketenangan) pencari perhatian terbagi kepada dua bagian, yaitu penarik perhatian yang aktif, dan pasif. Penarik perhatian yang aktif dapat dijumpai pada siswa yang suka pamer, suka melawak, membikin onar, memperlihatkan kenakalan, terus-menerus bertanya, tingkatnya rewel. Tingkah laku perhatian yang pasif dijumpai pada siswa yang malas, terus-menerus meminta bantuan orang lain.
- Tingkah laku mencari kekuasaan
Tingkah laku pencari kekuasaan hampir mirip dengan siswa pencari perhatian tetapi lebih mendalam. Siswa pencari kekuasaan yang aktif dapat dikenali seperti: suka mendekat, berbohong, menampilkan adanya pertentangan, tidak mau melaksanakan tugas dan menunjukkan sikap tidak patuh secara terbuka. Siswa pencari kekuasaan yang pasif tampak pada siswa yang amat menonjolkan kemalasannya, sehingga tidak melakukan apa-apa sama sekali, tipe seperti ini amat pelupa, keras kepala, dan secara pasif memperlihatkan ketidakpatuhan.
- Siswa yang menuntut balas dendam
Siswa yang memiliki masalah ini ini ditandai dengan frustasi yang amat mendalam dan tidak menyadari bahwa ia sebenarnya mencari sukses dengan jalan menyakiti orang lain. Perilaku siswanya ditunjukkan dengan keganasan, penyerangan secara fisik (mencakar, menggigit, menendang) terhadap sesama siswa petugas atau penguasa ataupun terhadap binatang. Siswa penuntut balasan yang aktif sering disebut siswa yang ganas dan kejam, sedangkan siswa penuntut balas pasif dikenal sebagai siswa yang pencemberut atau suka menentang.
- Memperlihatkan ketidakmampuan
Siswa yang memperlihatkan ketidakmampuan pada dasarnya merasa amat tidak mampu berusaha mencari sesuatu yang dikehendakinya (yaitu rasa memiliki) dan bersikap menyerah terhadap tantangan yang menghadangnya, bahkan siswa ini menganggap bahwa yang ada di hadapannya hanyalah kegagalan yang terus-menerus. Perasaan tanpa harapan dan tidak tertolong lagi ini biasanya diikuti dengan tingkah laku mengundurkan atau memencilkan diri. Sikap yang memperlihatkan ketidak mampuan ini selalu berbentuk pasif.

Buku pengelolaan kelas dalam pembelajaran ini membahas peluang dan problem madrasah, kinerja guru di madrasah, keterampilan dasar mengajar guru, konsep dasar pengelolaan kelas di madrasah, faktor penghambat dan pendukung pengelolaan kelas, pendekatan pengelolaan kelas, prosedur dan rancangan pengelolaan kelas, peran wali kelas dalam pengelolaan kelas, model pembelajaran menggembirakan, media pembelajaran yang optimal, serta kompilasi hasil penelitian pengelolaan kelas.
BELI BUKUNYA DI SHOPEE
Masalah Kelompok
Permasalahan pengelolaan kelas yang tergolong masalah kelompok terbagi kepada 7 bagian, yaitu:
- Kekurangan kekompakkan
Kekurangan kekompakan ditandai dengan adanya kekurang cocokan di antara para anggota kelompok. Konflik antara siswa dari yang berjenis kelamin atau suku berbeda termasuk ke dalam kategori kekurang kompakan. Siswa-siswa di kelas seperti ini akan merasa tidak senang dengan kelompok kelasnya sehinga mereka tidak merasa tertarik dengan kelas yang mereka duduki itu. Para siswa tidak saling membantu.
- Kekurang mampuan mengikuti peraturan kelompok
Perilaku kelas ini muncul apabila siswa tidak lagi mematuhi aturan atau tata tertib kelasnya. Contoh-contoh masalah ini ialah berisik, bertingkah laku mengganggu padahal pada waktu itu semua siswa diminta tenang, berbicara keras-keras atau mengganggu kawan padahal waktu itu semua siswa di minta tenang bekerja di tempat duduknya masing-masing, dorong mendorong atau menyela waktu antri di kafetaria, dan lain-lain.
- Reaksi negatif terhadap sesama kelompok
Reaksi tersebut dapat terjadi apabila ekspresi yang bersifat kasar dilontarkan terhadap anggota kelompok yang tidak diterima oleh kelompok itu, anggota kelompok yang menyimpang dari aturan kelompok, atau anggota kelompok yang menghambat kegiatan kelompok. Anggota kelompok dianggap “menyimpang” ini kemudian “dipaksa” oleh kelompok itu untuk mengikuti kemauan kelompok.
- Penerimaan kelompok atas perilaku menyimpang
Perilaku ini terjadi apabila kelompok mendorong timbulnya dan mendukung anggota kelompok yang berperilaku menyimpang dari norma-norma social pada umumnya. Contoh: perbuatan memperolok-olokkan atau membuat lawakan lucu dengan cara menggambar “lucu” tentang guru.

Buku Pengelolaan Pendidikan ini menguraikan prinsip dasar dalam manajemen pendidikan, pengelolaan unit pendidikan, manajemen kelas, pengelolaan kurikulum, pengelolaan peserta didik, manajemen staf pendidik dan kependidikan, pengelolaan fasilitas dan infrastruktur pendidikan, pengelolaan keuangan pendidikan, hubungan sekolah dengan masyarakat, kepemimpinan pendidikan, manajemen peningkatan kualitas pendidikan, supervisi pendidikan, dan pemasaran pendidikan.
BELI BUKUNYA DI SINI
- Kelompok mudah terganggu dalam kelancaran kegiatan
Kelompok mereaksi secara berlebihan terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak berarti atau bahkan memanfaatkan hal-hal kecil untuk mengganggu kegiatan kelompok itu. Contoh: siswa menolak untuk melakukan karena beranggapan guru kurang adil.
- Kelompok protes tidak mau melakukan kegiatan
Perilaku kelompok ini tergolong yang paling rumit, baik pernyataannya dinyatakan secara terbuka, ataupun secara terselubung. Contoh: permintaan penjelasan yang terus-menerus tentang suatu tugas, kehilangan pensil, lupa mengerjakan pekerjaan rumah, tidak dapat mengerjakan tugas karena gangguan keadaan tertentu, dan lain-lain merupakan contoh-contoh protes atau keengganan bekerja. Pada umumnya protes dan keengganan seperti itu disampaikan secara terselubung dan penyampaian secara terbuka biasanya jarang terjadi.
- Ketidakmampuan menyesuaikan diri terhadap lingkungan
Perilaku ini terjadi apabila kelompok mereaksi secara tidak wajar terhadap peraturan baru atau perubahan peraturan, penggantian guru, penggantian anggota kelompok, dan lain-lain. Siswa menganggap perubahan yang terjadi sebagai ancaman terhadap keutuhan kelompok.
Beberapa Masalah dalam Pengelolaan Kelas
Guru adalah salah satu elemen paling penting dalam sistem pendidikan. Mereka memiliki peran yang sangat signifikan dalam membentuk masa depan... selengkapnya
Pada malam hari, setelah sehari penuh beraktivitas, saat yang paling dinanti-nanti adalah saat berbagi cerita dengan anak-anak. Berbicara pada anak... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Hukum merupakan keseluruhan peraturan bagi kelakuan atau perbuatan manusia di masyarakat, yang pelaksanaannya dapat dipaksakan dan bertujuan untuk... selengkapnya
Konflik antara Mangkubumi dengan Pakubuwono III dan VOC telah diselesaikan melalui Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755 dengan hasil memecah... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM — Di dalam manajemen risiko, ada Langkah-langkah yang harus diperhatikan dan diambil oleh seorang pengambil keputusan atau stakeholders di dalam perusahaan dalam menangani sebuah risiko.... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Grafiti dan seni jalanan telah menjadi media ekspresi yang kuat dalam menyampaikan pesan sosial di seluruh dunia. Meskipun... selengkapnya
Anggaran tenaga kerja merupakan anggaran yang merinci upah yang dibayarkan kepada tenaga kerja di masa yang akan datang. Rincian anggaran... selengkapnya
Konflik di tempat kerja adalah hal yang tidak dapat dihindari. Dalam peran mereka sebagai pemimpin dan manajer SDM, seseorang harus... selengkapnya
Visi nasional pembangunan jangka panjang adalah terciptanya manusia yang sehat, cerdas, produktif, dan berakhlak mulia dan masyarakat yang makin sejahtera... selengkapnya
Samudera Hindia itu kayak kolam renang besar buat planet kita, Bumi. Ini adalah samudera yang super luas dan dalam yang... selengkapnya
Pembangunan yang tidak berorientasi pada kesejahteraan publik akan kehilangan legitimasi sosial dan bisa memicu krisis sosial-politik. Oleh karena itu, kesejahteraan… selengkapnya
Rp 92.000Judul: Panduan Praktikum Farmakologi Pengarang: Nurul M. Farm & Dani Sujana ISBN: 978-602-5717-49-9 Isi: 132 Halaman Ukuran: 20,5 cm x… selengkapnya
Rp 65.000Buku Aqidah Islam Menghidupkan Hidup Menjadi Lebih Hidup merupakan tulisan tentang ajaran islam yang penulis pahami. Bagian dari buku ini… selengkapnya
Rp 38.000Azas-azas manajemen – Manajemen adalah salah satu aspek penting dalam ilmu pemerintahan, yang mengelola kegiatan dalam suatu kelompok. Manajemen merupakan… selengkapnya
Rp 54.000 Rp 60.000Administrasi publik merupakan disiplin ilmu yang terus berkembang mengikuti dinamika masyarakat, perubahan sistem pemerintahan, serta kemajuan teknologi. Perjalanan panjang administrasi… selengkapnya
*Harga Hubungi CSEtika, Kode Etik Profesi, dan Hukum Kesehatan. Seiring perkembangan budaya yang notabene mempengaruhi perkembangan tatanan, aturan, dan norma dalam masyarakat,… selengkapnya
Rp 90.000Buku yang berjudul “Manajemen Ternak Unggas” karya Prayogi Sunu merupakan sumber informasi yang mengulas berbagai aspek dalam pengelolaan ternak ayam… selengkapnya
Rp 54.000 Rp 65.000Metode pembelajaran discovery learning merupakan proses pembelajaran yang menuntut siswa menemukan suatu konsep yang belum diketahui sebelumnya dengan cara melakukan… selengkapnya
Rp 49.500 Rp 54.000Buku yang ada di tangan panjenengan ini adalah wajah lain dari skripsi saya yang berjudul “Jam’ah Ma’iyah dalam Dinamika Kebudayaan… selengkapnya
Rp 55.000Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan suatu model pembelajaran terpadu yang memungkinkan siswa secara individu maupun dalam kelompok aktif dalam… selengkapnya
Rp 49.500 Rp 55.000
Saat ini belum tersedia komentar.