● online
- Peningkatan Tahanan Geser Tanah Kohesif dengan Men
- Pengantar Asuhan Kehamilan, Persalinan, Nifas dan
- Kimia Dasar - Asep Saefurohman & Hermawan
- Fermentasi Pangan: Aplikasi dan Teknologi Fermenta
- Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran
- Etika, Kode Etik Profesi, dan Hukum Kesehatan
- Gaya Bahasa Majaz dalam Perspektif al-Qur’an
- Budaya Sunda
Konflik 3 Kerajaan Wangsa Mataram
Konflik antara Mangkubumi dengan Pakubuwono III dan VOC telah diselesaikan melalui Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755 dengan hasil memecah wilayah Mataram menjadi dua yaitu Yogyakarta di bawah kekuasaan Mangkubumi yang bergelar Hamengkubuwono I dan wilayah Surakarta yang dikuasai Pakubuwono III.
Begitupula konflik antara Pakubuwono III, VOC, dan Mangkubumi dengan Raden Mas Said juga telah diakhir dengan Perjanjian Salatiga 17 Maret 1757 dengan penyerahan 4000 karya tanah Yogyakarta maupun Surakarta dengan berdirinya Kepangeranan/Kadipaten Mangkunegaran dengan Mas Said sebagai penguasanya bergelar Arya Mangkunegara I. Akan tetapi, hubungan antara ketiga kerajaan tersebut sering memanas dan berujung konflik.
Konflik yang terjadi di masing-masing perbatasan kerajaan tersebut seringkali memperkeruh hubungan dan mengundang VOC untuk campur tangan sebagai penengah dengan politik veerdel en heers. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, wilayah ketiga kerajaan tersebut pasca Perjanjian Giyanti dan Salatiga tidak didasarkan pada kenampakan alam yang jelas.

Nusantara Zaman Peradaban Islam
Hubungan darah dan kedekatan politiklah yang menjadi dasar penentuan wilayah, sehingga banyak wilayah batas kerajaan tumpang tindih dengan kerajaan lain. Meskipun konflik tersebut dapat diatasi dengan Perjanjian Semarang pada Semarang 1774, konflik perbatasan masih sering terjadi puncaknya adalah Pemberontakan Raden Ronggo Prawirodirjo di Madiun yang salah satunya disebabkan oleh konflik perbatasan Madiun yang merupakan wilayah Yogyakarta dengan Ponorogo yang merupakan wilayah Surakarta seperti di Sakedok dan Ngebel.
Konflik ketiga kerajaan trah Mataram ini juga didasari oleh beberapa tindakan penguasa. Pada masa Sultan Hamengkubuwono
I berkuasa, pernah ada usaha untuk menyatukan Surakarta dan Yogyakarta melalui jalur pernikahan, Raden Mas Sundoro yang dikhitankan pada 1759 akan dijodohkan dengan putri dari Pakubuwono III.
Mendengar kabar tersebut Nicholas Hartingh kemudian menganjurkan Sunan Pakubuwono III untuk menikahkan putrinya dengan anak Adipati Madura, mengingat hubungan Surakarta dengan Madura belum membaik. Saran dari Hartingh tersebut sebenarnya bertujuan agar Mataram tidak bisa bersatu dalam satu dinasti kembali.
Lain halnya dengan Mangkunegara I yang pernah menikah dengan GKR Bendara yang merupakan anak Hamengkubuwono I yang meminta cerai karena ia merasa disakiti oleh Mangkunegara I. Pada saat Sultan Hamengkubuwono I, BRM Sundoro, dan GKR Bendoro sedang berkunjung ke Surakarta untuk melamar anak Pakubuwono III, Mangkunegara I menghina Sundoro dan Bendoro. Hinaan tersebut terdengar oleh Hamengkubuwono I dan ia berniat untuk menyerang Mangkunegaran, akan tetapi niat tersebut diurungkan.
Buntut dari kisah cinta tersebut, dendam antara Mangkunegaran dengan Yogyakarta terus memuncak. Di samping itu, politik pelarian warga Kadipaten Mangkunegaran ke wilayah Yogyakarta. Pihak Kesultanan Yogyakarta mengatakan bahwa warga Mangkunegaran yang lari ke wilayahnya untuk mencari perlindungan dari kekerasan pihak kadipaten, sebaliknya Mangkunegaran menuduh Kesultanan menghasut warganya untuk berpindah ke wilayahnya.
BACA JUGA
3 Kerajaan di Pulau Jawa
Puncak dari konflik ini adalah keikutsertaan Pangeran Prangwedana dan pasukan Mangkunegaran dalam penyerangan Keraton Yogyakarta tahun 1812 yang turut merampok kekayaan keraton dan membunuh Senapati Yogyakarta, Tumenggung Sumodiningrat.
Selain konflik dengan Mangkunegaran, Yogyakarta juga mempunyai hubungan yang kurang harmonis dengan Kasunanan Surakarta. Setelah Sunan Pakubuwono III mangkat, anak sulungnya bernama BRM Subadya diangkat menjadi Susuhunan Pakubuwono IV pada 28 Desember 1788 M, 4 tahun sebelum BRM Sundoro diangkat menjadi Hamengkubuwono II.
Dia adalah seorang raja muda yang sangat anti terhadap penjajah. Sedari muda dia hidup di lingkungan santri dan mistik di Pesantren Tegalsari Ponorogo, sebuah pesantren yang menjadi tempat para bangsawan Surakarta untuk belajar agama. Ia bertekad agar dirinya bisa menjadi pemimpin tidak saja dibidang politik tetapi juga bidang agama.
Subadya muda sudah menyadari bahwa asal mula kemerosotan rakyat Jawa ialah karena penjajahan orang Eropa, sehingga Eropa yang kafir harus diusir dengan Perang Suci. Karena prinsip tersebut, Pakubuwono IV segera mengganti para penasihat kerajaan dengan para santri teman dekatnya sewaktu mondok di Tegalsari diantaranya Raden Santri dan Brahman.
Pada Juli 1789, Pakubuwono IV mengumumkan kepada seluruh bangsawan Surakarta agar bersiap untuk melancarkan Perang Sabil melawan VOC. Mendengar kabar tersebut residen VOC di Surakarta segera melobi bantuan dari Mangkunegaran dan Yogyakarta. Adipati Mangkunegara I bersedia membantu VOC, begitupun Sultan Hamengkubuwono I yang mengirimkan Notokusuma, Ngabehi, dan Sundoro untuk membantu VOC.
Pasukan Yogyakarta kemudian bergerak dari keraton menuju Delanggu, Laweyan, kemudian Mangkuyudan. Pasukan gabungan telah berhasil mengepung Keraton Surakarta pada 22 Agustus – 17 November 1790 dan Sunan Pakubuwono IV menyerah dengan memberikan 7 penasihat-penasihat santrinya kepada VOC pada 26 November 1790 dan selanjutnya mereka dibuang ke Cylon.
Mengetahui keterlibatan Yogyakarta dalam menggagalkan usahanya untuk melawan VOC, Sunan Pakubuwono IV menaruh benci, khususnya kepada BRM Sundoro yang dimungkinkan akan bertahta sebagai Hamengkubuwono II. Menurutnya, Sundoro adalah saingan yang bisa menggagalkan usahanya untuk menyatukan wilayah Mataram yang telah terpecah.

Sumber: Rizky Budi Prasetya Sulton, GEGER SEPEHI DAN PENGARUH INGGRIS DI KESULTANAN YOGYAKARTA 1812-1816 M, Penerbit Manggu: Bandung. Hal 29-32.
Tags: kerajaan trah Mataram, Kerajaan Wangsa Mataram, Konflik 3 Kerajaan Wangsa Mataram, Pakubuwono, Perjanjian Giyanti, Raden Mas Said, VOC, Wangsa Mataram
Konflik 3 Kerajaan Wangsa Mataram
Salah satu pengalaman istimewa yang hanya bisa dirasakan oleh wanita adalah kehamilan. Ini adalah proses luar biasa yang tidak dapat... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Ada sepuluh larangan yang harus ditaati oleh Orang Baduy. Larangan-larangan tersebut yaitu: Dilarang membunuh, larangan ini berlaku bukan... selengkapnya
Akademi Keperawatan TNI AU Ciumbuleuit di Bandung dikenal sebagai lembaga pendidikan yang telah lama menjadi tempat bagi individu yang ingin... selengkapnya
Pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting dalam pembangunan suatu bangsa. Melalui pendidikan, pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kehidupan diwariskan dari satu... selengkapnya
Kerajaan Singhasari, bagian penting dalam sejarah Indonesia, menggambarkan gemilangnya masa kejayaannya di Jawa Timur pada abad ke-13. Berdiri pada tahun... selengkapnya
Apakah kamu tahu bahwa di balik kecilnya semak pohon ini, ada kandungan luar biasa yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh?... selengkapnya
Investasi saham berkelanjutan dengan fokus pada ESG (Environmental, Social, and Governance) adalah pendekatan investasi yang semakin mendapat perhatian global. ESG... selengkapnya
Kedekatan antara orang tua dan anak adalah fondasi penting dalam membangun keluarga yang hangat dan sehat. Hubungan yang terjalin dengan... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Para pegiat filantropi Islam pasti sudah tidak asing dengan Rumah Zakat. Lembaga filantropi Islam dengan brand warna oren... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Bisnis merupakan hal yang menantang bagi para pencari rezeki. Bisnis dapat membuka peluang usaha untuk memajukan taraf kehidupan... selengkapnya
Pelayanan adalah suatu kegiatan atau urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antara seseorang dengan orang lain atau mesin secara… selengkapnya
Rp 50.000Buku pendidikan agama Islam ini mengacu kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), yaitu kerangka penjengjangan kualifikasi sumber daya manusia Indonesia,… selengkapnya
Rp 81.000Pendidikan adalah cahaya yang menuntun langkah manusia menuju peradaban yang lebih bermartabat. Di antara sekian banyak bidang ilmu yang diajarkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSMengemas Produk Pangan: Karakteristik, Metode, dan Desain. Pengemasan makanan adalah penyimpanan makanan di dalam kemasan supaya makanan terjaga. Tujuan dari… selengkapnya
Rp 93.000Pengembangan kurikulum merupakan proses perencanaan dan penyusunan kurikulum oleh pengembang kurikulum dan kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat… selengkapnya
Rp 51.120 Rp 56.800Perekonomian Indonesia telah menjadi salah satu kekuatan utama dalam perkembangan ekonomi di Asia Tenggara dan merupakan ekonomi terbesar keenam di… selengkapnya
Rp 58.500 Rp 65.000Buku Pemindahan Tanah Mekanis dan Alat Berat ini disusun berdasarkan hasil kebutuhan dari para praktisi yang sedang mengasah kemampuannya di… selengkapnya
Rp 65.000Fermentasi Pangan merupakan proses pengawetan makanan secara alami, dimana mikroorganisme seperti ragi dan bakteri mengubah karbohidrat, pati dan gula menjadi… selengkapnya
Rp 110.000 Rp 125.000Suluk Linglung Sunan Kalijaga adalah salah satu karya sastra klasik Jawa yang sangat terkenal dan dihormati dalam masyarakat Jawa. Suluk… selengkapnya
Rp 65.000 Rp 75.500Metode pembelajaran discovery learning merupakan proses pembelajaran yang menuntut siswa menemukan suatu konsep yang belum diketahui sebelumnya dengan cara melakukan… selengkapnya
Rp 49.500 Rp 54.000

Saat ini belum tersedia komentar.