Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
Teh Ayu● online 6282116932476
Teh Neng● online 6282116932479
● online
- Konsep, Paradigma, dan Implementasi Pariwisata Ber
- Cara Mendidik Anak Masa Kini
- Teori Belajar dan Aplikasinya dalam Pembelajaran
- Matematika Berbasis Kearifan Lokal Melayu
- Organisasi Teori dan Aplikasi
- Balaghah Al-Qur'an : Gaya Bahasa Bayân & Badî’
- Buku Ajar Matematika Diskrit
- Buku Ajar Matematika Kelas VII berbasis Kearifan L
Kerajaan-Kerajaan Melayu
MANGGUSTORE.COM – Berbicara tentang kerajaan, pasti berhubungan dengan sebuah wilayah. Indonesia pada zaman dahulu memiliki banyak kerajaan yang menguasai antar wilayah. Masa kerajaan di Indonesia berdiri antara abad ke-4 hingga abad ke-16 di berbagai wilayah Nusantara. mayoritas dari kerajaan tersebut memiliki corak agama Hindu-Budha. Sebelum masuknya Islam ke masyarakat Melayu, terdapat sebuah kerajaan yang berdiri di daerah Melayu, di antaranya:
Kerajaan Kandis
Kerajaan Kadis berada di Koto Alang, masuk wilayah Lubuk Jambi, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Dalam kitab Negarakertaggama, ditemukan tentang nama Kandis, yang disebut sebagai salah satu wilayah taklukan Kerajaan Majapahit. Kerajaan ini diduga terbentuk pada abad ke-1 SM. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa pendiri kerjaan Kandis adalah keturunan Alexander Agung dari Makedonia yang bernama Maharaja Diraja.
Maharaja Diraja kemudian memiliki anak bernama Darmaswara, dengan gelar Datuk Rajo Tunggal. Datuk Rajo Tunggal kemudian menikah dengan wanita yang bernama Bunda Pertiwi dan meneruskan kepemimpinan Kerajaan Kandis setelah ayahnya meninggal. Datuk Rajo Tunggal memenuhi kebutuhan ekonomi rakyatnya pada saat Ia memimpin. Hasil hutan dan hasil bumi Kandis diperdagangkan ke Semenanjung Melayu oleh Mentri Perdagangan Bandaro Hitam dengan memakai ojung atau kapal kayu. Sebab itulah Kerajaan Kandis di bawah kepemimpinan Datuk Rajo dapat memenuhi ekonomi, dan termasuk kejayaan kerjaan Kandis (Lukman Hadi Subroto, 2022)

Pemaparan peristiwa sejarah dalam buku ini dibuat berdasarkan urutan kronologis, juga memuat sebab-akibat atau kausalitas setiap peristiwa, sederhananya “kenapa peristiwa tersebut terjadi? Dan apa akibatnya?” menjadi kekhasan buku ini bila dibandingkan dengan buku sejenis. Kronologis dan kausalitas setiap peristiwa sejarah yang dijabarkan dalam buku ini juga bertujuan untuk mengajak pembaca melakukan interpretasi, menghubungkan dengan peristiwa hari ini dan memprediksi peristiwa yang akan terjadi dimasa yang akan datang, sampai pada mencari atau memetakan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap peristiwa.
BELI BUKU INI
Kerajaan Melayu
Kerajaan Melayu terletak di tengah pelayaran antara Kerajaan Sriwijaya dan Kedah. Para ahli sejarah sepakat bahwa pusat Kerajaan ini berada di hulu Sungai Batang Hari, Jambi. Kata Malayu sendiri berasal dari kata Malaya yang dalam bahasa Sanskerta berarti bukit. Oleh karena itu, beberapa ahli berpendapat bahwa pelabuhan Melayu terletak di Kota Jambi, tetapi istananya berada di daerah pedalaman yang berbukit. Prasasti Tanjore yang dikeluarkan oleh Rajendra Chola I menyebutkan bahwa ibu kota Kerajaan Melayu dilindungi oleh benteng-benteng dan terletak di atas bukit.
Dari berita T’ang-Hui-Yao yang disusun oleh Wang p’u, Kerajaan Melayu pertama kalinya mengirimkan utusan ke Tiongkok pada tahun 645 Masehi. Pada awalnya, Kerajaan ini memiliki kendali atas perdagangan di Selat Malaka. Namun, setelah munculnya Kerajaan Sriwijaya pada sekitar 670 Masehi, Melayu tidak lagi mengirimkan utusannya ke Tiongkok. Hal ini dikarenakan, pada 685 Masehi Kerajaan Melayu telah menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Nama Kerajaan Melayu kemudian muncul di kitab pararaton pada 1275 Masehi, saat Raja Kertanegara dari Singasari mengirim tentaranya ke Melayu. Pengiriman utusan yang dikenal dengan ekspedisi pamalayu. Eskpedisi pamalayu ini bertujuan untuk menaklukkan Kerajaan Melayu, sebagai salah satu langkah perluasan wilayah Singasari (Widya Lestari Ningsih, 2021).

Jauh sebelum Indonesia resmi merdeka para masyarakat kuno nusantara telah mengenal sistem pemerintahan yang berbentuk kerajaan. Kerajaan di Nusantara didirikan oleh para pedagang dari negri tetanga dan negri lainya seperti China, India, dan Arab. Indonesia yang saat itu menjadi jalur strategis pelayaran menjadi salah satu faktor para pedagang masuknya aliran Hidu-Budha yang dibawa oleh pedagang dari Cihna yang menjadi cikal bakal berdirinya kerajaan di Indonesia. Salah satu kerajaan Hindu Budha di Indonesia yang pertama kali berdiri adalah kerajaan Kutai. Kerajaan ini menjadi salah satu pelopor atau cikal bakal perkembangan sejarah kerajaan Hindu Budha di Indonesia. Kerajaan Hindu Budha terakhir yang berdiri di wilayah Nusantara adalah Kerajaan Majapahit.
BELI BUKU INI
Kerajaan Dharmasraya
Kerajaan Dharmasraya adalah nama sebuah Kerajaan periode kedua atas Kerajaan Malayu di Pulau Sumatra, atau disebut pula Melayu Muda. Kemunculan Kerajaan periode kedua ini, bersamaan dengan surutnya keadidayaan Kerajaan Sriwijaya, pascaserangan Raja Chola I dari Koromandel tahun 1025. Salah satu pemerintahan yang turut mengisi sejarah Kerajaan-Kerajaan Melayu ini, bahkan pernah menjalin kerja sama dengan leluhur Majapahit dari Jawa.
Dharmasraya menjadi nama dari sebuah kota besar untuk pusat Kerajaan Melayu yang berada di Provinsi Sumatra Barat pada abad ke-13. Pada masa kini, Dharmasraya adalah daerah baru hasil pemekaran Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung. Sementara itu, lokasi bekas pusat Kerajaannya berada di Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatra Barat. Daerah ini, berbatasan dengan Provinsi Jambi, dan berada di pinggir Sungai Batanghari. Dharmasraya diyakini merupakan lanjutan dari Kerajaan Malayu yang eksis sezaman dengan Kerajaan Sriwijaya. Seiring kehancuran Sriwijaya, pusat Kerajaan kemudian dipindahkan ke Dharmasraya melalui Sungai Batanghari. (Miftachul Arifin, 2018).

Yang menjadi khas berasal dari Melayu adalah, sebutan saudara di dalam kelarga. Anak pertama di dalam keluarga Melayu dipanggil long atau sulug, anak ke-2 ngah/ongah, di bawahnya dipanggil cik, dan bungsu dipanggil cu/ucu. Panggilan tersebut biasanya diikuti dengan menyebutkan ciri fisik seseorang yang bersangkutan, contoh cu itam, yang berarti anak bungsu yang hitam.
BACA SELENGKAPNYA
Daftar Pustaka
Arifin, Miftachul. 2018. “Kerajaan Dharmasraya.” Dikutip dari https://www.selasar.com/Kerajaan/dharmasraya/. Pada 27 Juni 2023.
Ningsih, Widya Lestari. 2021. “Kerajaan Melayu: Letak, Raja-raja, dan Ekspedisi Pamalayu.” Dikutip dari https://www.kompas.com/stori/read/2021/06/17/121050679/Kerajaan-melayu-letak-raja-raja-dan-ekspedisi-pamalayu. Pada 27 Juni 2023.
Subroto, Hadi Lukman. 2022. “Sejarah Kerajaan Kandis: Masa Kejayaan dan Kehidupan Ekonomi.” Dikutip dari https://www.kompas.com/stori/read/2022/01/27/110000579/kerajaan-kandis-sejarah-masa-kejayaan-dan-kehidupan-ekonomi. Pada 27 Juni 2023

Salah satu keunikan suku Minangkabau yang sering dikaitkan dengan adat istiadat mereka adalah sistem matriarki yang dikenal dengan nama “Adat Perpatih”. Adat ini menempatkan perempuan sebagai pusat keluarga dan pewaris harta kekayaan, sementara laki-laki lebih banyak berperan sebagai penjaga warisan adat dan pengurus rumah tangga. Melalui etnografi, kita dapat memahami lebih dalam sistem adat Perpatih dan keberlanjutan budaya ini di tengah perkembangan zaman.
BACA DI SINI
Tags: Kerajaan Melayu, Kerajaan Melayu di Indonesia, Melayu, Raja Melayu
Kerajaan-Kerajaan Melayu
MANGGUSTORE.COM – Sisa tahun 2023 ini kita akan banyak sekali melihat berbagai bentuk selebaran brosur digital maupun video pendek tentang... selengkapnya
Penetapan kebijakan industri nasional dimaksudkan sebagai arahan bagi pelaku industri, baik pengusaha maupun institusi lainnya, khususnya yang memiliki kegiatan usaha... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Masa lanjut usia adalah tahap kehidupan yang unik, di mana individu menghadapi berbagai perubahan fisik, mental, dan sosial.... selengkapnya
Manajemen waktu adalah keterampilan penting dalam kehidupan modern yang serba cepat dan sibuk. Namun, banyak orang mengalami kesenjangan waktu antara... selengkapnya
Jentik adalah tahap larva dari nyamuk yang hidup di lingkungan air. Biasanya, jentik ini memiliki kebiasaan mendekat atau bergantung pada... selengkapnya
Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan yang sekaligus membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Hewan juga belajar tetapi lebih ditentukan... selengkapnya
Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan adalah sebuah yayasan pendidikan yang beroperasi di Indonesia. Yayasan ini didirikan dengan tujuan untuk mengembangkan pendidikan... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Desentralisasi fiskal adalah salah satu komponen utama dari desentralisasi. Desentralisasi fiskal berkaitan langsung dengan hubungan fungsi penerimaan dan... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Indonesia merupakan negara kesatuan, yang berisikan berbagai suku, ras, budaya, serta agama. Masing-masing daerah biasanya memiliki perbedaan agama,... selengkapnya
Pendidikan merupakan upaya membantu jiwa anak-anak, baik lahir maupun batin, dari sifat kodratnya menuju sifat manusiawi yang lebih baik. Pendidikan... selengkapnya
Praktik Penerjemahan Dasar: Penerjemahan Beberapa Jenis Teks merupakan kelanjutan dari buku Dasar – Dasar Penerjemahan Umum (DDPU) yang membahas teori… selengkapnya
Rp 100.000 Rp 111.300Pembelajaran PPKN atau Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran inti di sekolah yang bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan warga negara… selengkapnya
Rp 87.000Budaya Organisasi Paguyuban Pasundan adalah suatu nilai yang mampu memotivasi pengurus dan anggota Paguyuban untuk secara efektif bekerja dalam mencapai… selengkapnya
Rp 50.000Perencanaan dan Evaluasi Kesehatan Terpadu adalah suatu proses yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang didahului dengan penetapan tujuan,… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 66.500Penegakan Hukum Pidana Lingkungan Pengarang: Dr. La Ode Angga, S.Ag. SH. M. Hum Editor: Aep Syaiful Hamidin ISBN : 978-602-5717-91-8… selengkapnya
Rp 83.500 Rp 94.560Buku panduan praktikum bakteriologi ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang dunia mikroorganisme, khususnya bakteri, serta teknik-teknik praktis yang diperlukan… selengkapnya
Rp 60.000Competencies Entrepreneur Pengarang: R. Agus Setyo Pranowo & Rd. Much Jusup Nurgraha Editor: Aep S. Hamidin Isi: 149 Halaman ISBN:… selengkapnya
Rp 35.000Hukum Agraria ini disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan bacaan di bidang hukum, khususnya bagi mahasiswa yang menempuh mata kuliah… selengkapnya
Rp 85.000Buku panduan praktikum sitohistoteknologi ini merupakan sumber informasi yang lengkap dan terperinci tentang teknik-teknik esensial dalam persiapan sampel jaringan untuk… selengkapnya
Rp 55.000Buku Gizi Kuliner menghadirkan pemahaman yang menyeluruh tentang hubungan antara ilmu gizi dan seni mengolah makanan. Melalui buku ini, pembaca… selengkapnya
*Harga Hubungi CS
Saat ini belum tersedia komentar.