Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
Teh Ayu● online 6282116932476
Teh Neng● online 6282116932479
● online
- Metode Penelitian: Dasar-Dasar Teori dan Praktik....
- Metode Penelitian Hukum - Dr. Muh. Nasir, SH., M.H....
- Perencanaan Pengembangan Sumber Daya Manusia....
- Pembelajaran PPKN di SD MI Kelas Rendah....
- Fermentasi Pangan (Edisi Kedua) - Prof. Dr. Ir. Wi....
- Aktivitas Sosial dan Lingkungan pada Perusahaan....
- Kesehatan Reproduksi Berbasis keluarga: Berencana ....
- Perencanaan Pembangunan Nasional Daerah dan Desa....
Gemerlap Sejarah Kerajaan Demak: Puncak Kebesaran, Kemunduran, dan Peninggalan Abadi
Indonesia, sebagai tanah yang subur dengan ragam sejarah dan kebudayaan, menyimpan jejak-jejak peradaban yang megah. Salah satu babak bersejarah yang menyinari pulau Jawa adalah keberdirian Kerajaan Demak. Dalam artikel ini, kita akan memelototi keagungan kerajaan ini, mengulas puncak kejayaannya, kemundurannya, dan peninggalan-peninggalan bersejarah yang tetap abadi.
Pembentukan dan Puncak Kejayaan Kerajaan Demak
Kerajaan Demak, titik awal peradaban Islam di pulau Jawa, didirikan oleh Raden Patah, putra Prabu Brawijaya, raja terakhir Kerajaan Majapahit. Muncul di akhir abad ke-15, Demak berkembang pesat dan mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Trenggono (1521-1546 M). Saat itu, Demak menjadi kekuatan yang tak tertandingi dengan wilayah kekuasaan yang sangat luas.
BACA JUGA:
Sejarah Kerajaan Aceh: Peradaban Maritim dan Kekuatan Islam di Nusantara
Peran Penting Demak dalam Penyebaran Islam di Jawa
Kerajaan Demak memainkan peran penting dalam mengakhiri pemerintahan Majapahit dan menyebarluaskan ajaran Islam di pulau Jawa. Seiring berjalannya waktu, pada setengah awal abad ke-16, Demak berada di puncak kejayaannya di bawah pimpinan Sultan Trenggono. Pelabuhan-pelabuhan utama di pulau Jawa jatuh ke tangan Demak, bahkan hingga ke pedalaman yang belum tersentuh oleh Islam. Salah satu kemenangan besar adalah penaklukan Sunda Kelapa, yang pada saat itu dikuasai oleh Kerajaan Sunda.
Kehidupan Ekonomi yang Makmur
Buku “Sejarah 8 Kerajaan Terbesar di Indonesia” menyampaikan bahwa keberadaan Kerajaan Demak di pesisir utara Jawa memberikan keuntungan ekonomi melalui perdagangan laut. Dominasi di pelabuhan-pelabuhan strategis seperti Surabaya, Madura, Tuban, Semarang, Jepara, Cirebon, dan Sunda Kelapa membawa kemakmuran bagi rakyat Demak. Sementara itu, wilayah pedalaman seperti Madiun, Kediri, Malang, Pati, dan Pajang menyumbangkan hasil pertanian dan peternakan sebagai komoditas dagang utama.
Dominasi Politik di Pulau Jawa
Secara politik, Kerajaan Demak menjadi kekuasaan terbesar di pulau Jawa. Mereka mengakhiri dominasi panjang Majapahit dan menyingkirkan eksistensi penguasa Sunda. Adipati-adipati di wilayah seperti Surabaya, Tuban, dan Madiun menduduki posisi berpengaruh di bawah naungan Sultan. Kerajaan Demak juga menghadapi imperialisme barat untuk pertama kalinya, terutama melawan Portugis yang menduduki Malaka. Pada 1527, pasukan Demak dan Cirebon yang dipimpin oleh Fatahillah berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa, mengubahnya menjadi Jayakarta.
Periode Kehancuran dan Transisi Kekuasaan
Kejayaan Kerajaan Demak mulai meredup ketika Sultan Trenggono terbunuh dalam perang melawan Panarukan pada tahun 1546. Sunan Prawoto menggantikannya, tetapi takhta kerajaan mulai goyah. Puncak ketidakstabilan terjadi ketika Arya Penangsang, penguasa Jipang, membunuh Sunan Prawoto dan memicu perang perebutan takhta. Puncak dari pergolakan ini adalah pembunuhan Arya Penangsang oleh Joko Tingkir, penguasa Pajang, yang kemudian memindahkan pusat kekuasaan ke Pajang, menandai berakhirnya Kerajaan Demak.
Peninggalan Sejarah Kerajaan Demak yang Tetap Hidup
Meskipun telah lama runtuh, Kerajaan Demak meninggalkan jejak-jejak yang tetap hidup dalam sejarah dan budaya Indonesia. Beberapa peninggalan terkenal antara lain:
- Pintu Bledek
Pintu Bledek, sebuah pintu dengan pahatan megah yang dibuat pada tahun 1466 oleh Ki Ageng Selo, menjadi bukti seni tinggi yang ditinggalkan oleh Kerajaan Demak. Legenda menyebutkan bahwa pintu ini dibuat dengan kekuatan supranatural, diterangi oleh petir yang tersambar saat Ki Ageng Selo berada di tengah sawah.
BACA JUGA:
Majapahit: Memahami Kejayaan dan Warisan Kekaisaran Terakhir di Nusantara
- Masjid Agung Demak
Masjid Agung Demak, didirikan pada tahun 1479 Masehi, tetap menjadi salah satu peninggalan sejarah yang paling mencolok. Berumur sekitar enam abad, masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi, tetapi masih menjaga kekokohan arsitektur dan makna historisnya.
- Makam Sunan Kalijaga
Sunan Kalijaga, salah satu dari Wali Sanga yang berperan besar dalam penyebaran agama Islam di pulau Jawa, dimakamkan di Desa Kadilangu. Makamnya menjadi tempat ziarah dan peziarahan bagi masyarakat setempat dan wisatawan yang tertarik dengan sejarah keislaman di Indonesia.
Menutup Pintu Sejarah Kerajaan Demak
Mengarungi riwayat Kerajaan Demak, kita menyadari bahwa keberadaannya membawa dampak besar dalam perkembangan pulau Jawa. Dari puncak kejayaan hingga transisi kekuasaan yang dramatis, Kerajaan Demak tetap hidup melalui peninggalan-peninggalan bersejarah yang mempesona. Pintu Bledek, Masjid Agung Demak, dan makam Sunan Kalijaga adalah jendela-jendela yang membawa kita menyusuri zaman dan menghargai keragaman sejarah Indonesia. Meskipun telah lama tiada, Kerajaan Demak tetap merentang dalam ingatan kita, mengingatkan kita akan kilauan gemerlap dan kerumitan sejarah yang pernah menghiasi pulau Jawa.
Referensi
Tim Redaksi. 2023. “Kerajaan Demak.” Wikipediaensiklopedia. Rubrik Berita. Edisi Senin, 06 November. https://id.wikipedia.org/ diakses Selasa, 14 November 2023, 08:24.
Tim Redaksi. 2022. “Kerjaan Demak: Sejarah, Raja-raja, Mas Kejayaan dan Keruntuhannya” detikjateng. Rubrik Berita. Edisi Kmais, 19 Mei. https://www.detik.com/ diakses Selasa, 14 November 2023, 08:24.
Tim Redaksi. 2023. “Kerjaan Demak: Kerajaan Islam Pertama di Jawa.” Uinannurlampung. Rubrik Berita. Edisi Rabu, 08 Juni. https://an-nur.ac.id/ diakses Selasa, 14 November 2023, 08:24.
Hera Hastuti, Nusantara Zaman Peradaban Islam, Penerbit Manggu.
Iqrima Basri, Nusantara Zaman Peradaban Islam, Penerbit Manggu.
Zafri, Nusantara Zaman Peradaban Islam, Penerbit Manggu.
Tags: Kerajaan di Pulau Jawa, Kerajaan Majapahit, nusantara zaman peradaban islam
Gemerlap Sejarah Kerajaan Demak: Puncak Kebesaran, Kemunduran, dan Peninggalan Abadi
Ketika kita belajar bahasa Inggris, kita pasti pernah belajar tentang noun. Noun adalah kata benda yang digunakan untuk menunjukkan nama... selengkapnya
Generasi milenial, yang lahir antara tahun 1981 hingga 1996, telah menjadi anggota besar dalam dunia kerja. Dalam artikel ini, kita... selengkapnya
Apa itu Tekanan Darah Tinggi? Pada dunia kesehatan, tekanan darah tinggi dikenal sebagai hipertensi. Ini adalah kondisi di mana tekanan... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Bagi para siswa tingkat akhir baik SMA ataupun SMK, pasti memiliki kebingungan untuk menentukan akan kemana nanti pendidikan... selengkapnya
Mempelajari laporan keuangan perusahaan adalah langkah penting yang harus diambil oleh setiap calon investor sebelum memutuskan untuk berinvestasi di saham... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Negara Indonesia termasuk negara yang memiliki mutu pendidikan yang masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Hal yang... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh pemukiman warga, terutama yang menduduki daerah perkotaan adalah pencemaran lingkungan yang... selengkapnya
Pada malam hari, setelah sehari penuh beraktivitas, saat yang paling dinanti-nanti adalah saat berbagi cerita dengan anak-anak. Berbicara pada anak... selengkapnya
Setiap kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan selalu berlandaskan filosofi Hakikat filosofi adalah kebenaran yang diperoleh melalui berpikir logis, sistematis, metodis. Kebenaran... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Keadaan Tuhan masih saja diperdebatkan belakangan ini. Sudah sangat jelas dengan jawaban itu, adanya seluruh alam ini diciptakan... selengkapnya
Sebagai sebuah konsekuensi logis atas dianggapnya demokrasi sebagai cara bernegara di republik ini, kajian mengenai pemilihan umum dan partai politik… selengkapnya
Rp 71.900Karya ilmiah adalah hasil karya yang diperoleh dari kegiatan menulis dengan menerapkan konvensi ilmiah. Penulisan karya ilmiah menggunakan logika berpikir… selengkapnya
Rp 65.000 Rp 75.000Ilmu Negara, sudah sejak lama konsep negara dibahas di berbagai kesempatan oleh para pakar. Sejak dulu hingga sekarang, konsep negara… selengkapnya
Rp 69.000 Rp 76.700Di setiap halaman buku ini, kita diajak menyelami sebuah ruang yang kerap kita kenal, namun jarang kita maknai secara mendalam:… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku panduan praktikum kimia klinik ini merupakan panduan yang sangat dibutuhkan bagi mahasiswa, teknisi laboratorium, dan profesional kesehatan yang terlibat… selengkapnya
Rp 50.000Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah semua perilaku ancaman, pelecehan, dan kekerasan baik secara fisik, psikologis, dan seksual antara dua… selengkapnya
Rp 54.000 Rp 60.000Manajemen pemasaran adalah usaha manusia untuk mencapai pertukaran yang diinginkan dan membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan konsumen. Manajemen pemasaran… selengkapnya
Rp 122.000 Rp 135.800Politik anggaran merupakan suatu proses dimana terjadinya tawar-menawar antara para pelaku dalam membuat keputusan anggaran, kebijakan diekspresikan melalui proses anggaran;… selengkapnya
Rp 135.000 Rp 158.200Manajemen Pendidikan Islam merupakan serangkaian aktifitas memobilisasi dan memadukan pelbagai sumber daya pendidikan islam dalam rangka mencapai tujuan pendidikan islam… selengkapnya
Rp 77.400 Rp 86.000Hukum Acara Perdata di Indonesia merupakan bagian dari hukum formil yang memiliki fungsi vital dalam menata dan mengarahkan proses penyelesaian… selengkapnya
Rp 97.000

Saat ini belum tersedia komentar.