Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
Teh Ayu● online 6282116932476
Teh Neng● online 6282116932479
● online
- Budaya Melayu - Amrizal & Sri Kamaliasari
- Hak Asasi Manusia dalam Realitas Global
- Metode Penelitian Ekonomi - Dr. Nik haryanti
- Budgeting: Perencanaan, Pengkoordinasian dan Penga
- Kinerja Perusahaan dengan Pendekatan Rasio-Rasio K
- KEPEMIMPINAN CAMAT & LURAH DI INDONESIA: Teori, Re
- Supply Chain Management dan Just in Time
- Manajemen Pelayanan Gizi Rumah Sakit
Watak Multikultural Pesantren
Pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan Islam tertua di Indonesia selalu menarik untuk dikaji. Terlebih dewasa ini pesantren sering menghadapi banyak isu-isu krusial seperti dituduh sebagai sarang teroris dan pelaku bom bunuh diri, mengajarkan inklusivisme, radikalisme dan semacamnya.
Hal itu tentu banyak menyudutkan posisi pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan Islam yang sudah diakui eksistensi dan peranannya di masyarakat. Adanya tokoh multikulturalisme yang lahir dari rahim pesantren seperti KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi sebuah jawaban bahwa apa yang dituduhkan kepada pesantren tidak seratus persen benar.
Selain tertua, pesantren juga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan kultur budaya yang ada di masyarakat. Wahid (1980) menyebut bahwa pesantren sebagai subkultur dari budaya Indonesia. Setidaknya, terdapat tiga alasan kenapa pondok
pesantren dipandang sebagai subkultur dari bangsa Indonesia, yaitu: pertama, pola kepemimpinan pondok pesantren yang mandiri
dan tidak terkooptasi oleh negara; kedua, kitab-kitab rujukan yang selalu digunakan pondok pesantren adalah kitab-kitab yang berasal
dari berbagai abad; dan ketiga, karena adanya value system (sistem nilai) yang digunakan di pondok pesantren merupakan bagian dari
masyarakat luas (Jailani, 2012; Haedari, 2004).
BACA JUGA:
Kiai dan Pendidikan Berbasis Pesantren
Susanti (2012) menyatakan bahwa interaksi sosial yang dibangun dalam lingkungan pesantren tidak jauh berbeda dengan interaksi sosial yang ada dalam masyarakat pada umumnya. Begitu pula, keragaman di lingkungan pesantren menjadi sebuah ciri multikultural.
Lingkungan yang dibentuk benar-benar heterogen ditinjau dari aspek input, santri yang datang dari berbagai ras, bukan homoginitas dengan sistem pembelajaran dan nilai-nilai religiusitas yang dibangun. Nilai-nilai agama Islam yang diajarkan tetap mengedepankan toleransi, tolong-menolong, saling menghormati antar sesama menjadi modal dasar bagi kelangsungan hidup di lingkungan pesantren.
Sementara Syaifullah dan Suyanto (2014) menambahkan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan bernuansakan agama Islam. Pengimplementasian pendidikan di pesantren memiliki suasana multikultural yang sangat lekat.
Dalam sebuah pesantren terdapat berbagai peserta didik yang beragam, baik dari segi etnis, bahasa, gender, kelas sosial, ras, kemampuan dan umur. Berbagai perbedaan tersebut telah mampu dihargai oleh pesantren, walaupun dalam pesantren hanya ada satu keragaman dalam beragama, yakni Islam. Dengan sistem asrama yang menjadi ciri khas pesantren, para santri yang beragam dari berbagai daerah dapat berinteraksi secara intensif selama dua puluh empat jam setiap hari.
BACA JUGA:
Pendidikan Karakter Berbasis Pesantren
Watak multikultural pesantren signifikan dengan paham aswaja yang selalu menitikberakkan pada sikap toleran (tasāmuh), moderat (tawāsuth), seimbang (tawāzun) dan konsisten (i’tidāl). Sikap pesantren berdasarkan paham aswaja itu setidaknya dapat digunakan menghadapi segala perubahan yang ada, namun tetap kokoh pada landasan tradisi masa lampaunya.
Dhofier (1994) menyatakan bahwa perubahan yang ada dalam pesantren dalam melakukan perubahan selalu berhati-hati di atas tradisi masa lampaunya, sehingga tercipta kesinambungan di tengah perubahan (continuity of change) yang ada. Dari sudut inilah, ada elemen-elemen lama dibuang; dan kemudian dimasukkan elemen-elemen yang baru; ada kebiasaan-kebiasaan lama yang dibuang, sementara
lembaga-lembaga baru mulai diperkenalkan, dan sebagainya.
Pesantren juga merupakan tradisi agung (great tradition) warisan para penyebar Islam masa lalu. Konsep great tradition diperkenalkan oleh Redfield (1956) yang merupakan lawan dari tradisi kecil (little tradition). Ali (2013) menyatakan bahwa pesantren merupakan khazanah dari tradisi agung (great tradition) yang pernah dimiliki bangsa Indonesia. Pergumulan pesantren bersama dengan elemen bangsa yang lain melahirkan tradisi keberagamaan inklusif dan moderat, yang menjadi ciri khas keberagamaan di Indonesia.
Melalui pesantren tersebut watak keislaman dan keindonesiaan terbentuk. Keberadaan pesantren yang inklusif dan moderat terhadap perkembangan masyarakat serta mempunyai karakter keberagamaan yang terbuka (inklusif) tentu tidak bisa lepas dari peran kiai dalam membangun ide-ide pendidikan di lembaganya.
Ada tiga pilar bahwa pesantren merupakan tradisi agung (great tradition) yang sesuai dengan paham aswaja berikut: pertama, bidang akidah, pesantren mengikuti al-Asyari. Kedua, bidang tasawuf, pesantren mengikuti al-Ghazali. Ketiga, bidang fikih, pesantren mengikuti madzhab Imam Syafi’i (Kosim, 2006; Shihab, 2001). Ketiga imam itu dipandang sebagai ulama moderat di zamannya.

Sumber: Dr. Arif Muzayin Shofwan, M.Pd, Konstruksi Pendidikan Keagamaan Islam Multikultural di Pesantren, 2021, Penerbit Manggu: Bandung.
Tags: aswaja, Multikultural, Multikultural Pesantren, Pesantren
Watak Multikultural Pesantren
Perkembangan zaman membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Sistem pembelajaran yang dahulu berfokus pada metode... selengkapnya
Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun melalui unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran... selengkapnya
Investasi di pasar saham adalah salah satu cara yang efektif untuk membangun kekayaan jangka panjang. Strategi investasi jangka panjang adalah... selengkapnya
Eropa adalah benua yang mempesona dengan sejarah, budaya, arsitektur megah, dan pemandangan alam yang menakjubkan. Setiap kota di Eropa memiliki... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Istilah filsafat secara etimologis merupakan persamaan kata falsafah (bahasa Arab) dan philosophy (bahasa Inggris), dan philosophia (bahasa Yunani).... selengkapnya
Media sosial kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sebagian besar remaja. Namun, muncul pertanyaan penting: apakah penggunaan media sosial berpengaruh... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Ketika Anda sudah mengetahui berbagai permasalahan dalam pengelolaan kelas, setidaknya ada empat teknik sederhana untuk mengenali adanya masalah... selengkapnya
Keterampilan komunikasi yang baik adalah aset berharga dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam karier maupun dalam hubungan pribadi. Kemampuan untuk... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Pembelajaran memiliki tujuan untuk mentransformasi pengetahuan, keterampilan, atau sikap yang dikuasai oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan... selengkapnya
Proses berduka adalah pengalaman pribadi yang unik bagi setiap individu yang menghadapi kehilangan. Elisabeth Kubler-Ross dikenal karena memperkenalkan konsep tahap-tahap... selengkapnya
Buku Anatomi Hewan dan Manusia membahas secara sistematis struktur tubuh serta fungsi berbagai sistem organ pada manusia dan hewan. Buku… selengkapnya
Rp 65.000Aktivitas Sosial dan Lingkungan pada Perusahaan Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan Berbasis Akuntansi Kinerja keuangan perusahaan industri bahan dasar… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 80.000Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana sebagai wadah memberikan bimbingan dan pertolongan kepada anak-anak yang belum dewasa dalam rangka mengembangkan… selengkapnya
Rp 60.300 Rp 67.000Fermentasi Pangan merupakan proses pengawetan makanan secara alami, dimana mikroorganisme seperti ragi dan bakteri mengubah karbohidrat, pati dan gula menjadi… selengkapnya
Rp 110.000 Rp 125.000Buku Fisiologi Hewan menghadirkan pemahaman ringkas dan menyeluruh tentang bagaimana tubuh manusia dan hewan bekerja, mulai dari tingkat sel hingga… selengkapnya
Rp 60.000Budaya Sunda adalah budaya yang tumbuh dan hidup dalam masyarakat Sunda. Budaya Sunda dikenal dengan budaya yang sangat menjunjung tinggi… selengkapnya
Rp 115.700Uji Inderawi atau uji sensori disebut juga sebagai uji organoleptik merupakan cara pengujian dengan menggunakan indra manusia sebagai alat utama… selengkapnya
Rp 144.000 Rp 160.000Kebudayaan merupakan aspek terpenting dalam kehidupan manusia. Sejak awal peradaban hingga saat ini, kebudayaan menjadi landasan dalam membentuk identitas individu… selengkapnya
Rp 65.000Hukum Persaingan Usaha adalah peraturan yang mengatur interaksi dan hubungan antara perusahaan atau pelaku usaha di pasar, di mana tingkah… selengkapnya
Rp 95.000Rancang bangun ekonomi Islam merupakan buku yang membahas berbagai aspek terkait ekonomi Islam yang didasari oleh landasan hukum dan pengembangan… selengkapnya
Rp 67.000

Saat ini belum tersedia komentar.