● online
- Matematika Ekonomi - Gregorius G Batafor
- Dampak Eksekusi Rumah Tinggal Terhadap Pendidikan
- Instrumen Analisis Fisika
- Manajemen Lembaga Pendidikan Islam
- Fondasi dan Strategi Pengembangan Sumber Daya Apar
- Metodologi Penelitian Pemerintahan
- Sistem Peradilan Agama di Indonesia
- Agama dan Demokrasi Dialektika Iman, Kekuasaan, da
Watak Multikultural Pesantren
Pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan Islam tertua di Indonesia selalu menarik untuk dikaji. Terlebih dewasa ini pesantren sering menghadapi banyak isu-isu krusial seperti dituduh sebagai sarang teroris dan pelaku bom bunuh diri, mengajarkan inklusivisme, radikalisme dan semacamnya.
Hal itu tentu banyak menyudutkan posisi pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan Islam yang sudah diakui eksistensi dan peranannya di masyarakat. Adanya tokoh multikulturalisme yang lahir dari rahim pesantren seperti KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi sebuah jawaban bahwa apa yang dituduhkan kepada pesantren tidak seratus persen benar.
Selain tertua, pesantren juga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan kultur budaya yang ada di masyarakat. Wahid (1980) menyebut bahwa pesantren sebagai subkultur dari budaya Indonesia. Setidaknya, terdapat tiga alasan kenapa pondok
pesantren dipandang sebagai subkultur dari bangsa Indonesia, yaitu: pertama, pola kepemimpinan pondok pesantren yang mandiri
dan tidak terkooptasi oleh negara; kedua, kitab-kitab rujukan yang selalu digunakan pondok pesantren adalah kitab-kitab yang berasal
dari berbagai abad; dan ketiga, karena adanya value system (sistem nilai) yang digunakan di pondok pesantren merupakan bagian dari
masyarakat luas (Jailani, 2012; Haedari, 2004).
BACA JUGA:
Kiai dan Pendidikan Berbasis Pesantren
Susanti (2012) menyatakan bahwa interaksi sosial yang dibangun dalam lingkungan pesantren tidak jauh berbeda dengan interaksi sosial yang ada dalam masyarakat pada umumnya. Begitu pula, keragaman di lingkungan pesantren menjadi sebuah ciri multikultural.
Lingkungan yang dibentuk benar-benar heterogen ditinjau dari aspek input, santri yang datang dari berbagai ras, bukan homoginitas dengan sistem pembelajaran dan nilai-nilai religiusitas yang dibangun. Nilai-nilai agama Islam yang diajarkan tetap mengedepankan toleransi, tolong-menolong, saling menghormati antar sesama menjadi modal dasar bagi kelangsungan hidup di lingkungan pesantren.
Sementara Syaifullah dan Suyanto (2014) menambahkan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan bernuansakan agama Islam. Pengimplementasian pendidikan di pesantren memiliki suasana multikultural yang sangat lekat.
Dalam sebuah pesantren terdapat berbagai peserta didik yang beragam, baik dari segi etnis, bahasa, gender, kelas sosial, ras, kemampuan dan umur. Berbagai perbedaan tersebut telah mampu dihargai oleh pesantren, walaupun dalam pesantren hanya ada satu keragaman dalam beragama, yakni Islam. Dengan sistem asrama yang menjadi ciri khas pesantren, para santri yang beragam dari berbagai daerah dapat berinteraksi secara intensif selama dua puluh empat jam setiap hari.
BACA JUGA:
Pendidikan Karakter Berbasis Pesantren
Watak multikultural pesantren signifikan dengan paham aswaja yang selalu menitikberakkan pada sikap toleran (tasāmuh), moderat (tawāsuth), seimbang (tawāzun) dan konsisten (i’tidāl). Sikap pesantren berdasarkan paham aswaja itu setidaknya dapat digunakan menghadapi segala perubahan yang ada, namun tetap kokoh pada landasan tradisi masa lampaunya.
Dhofier (1994) menyatakan bahwa perubahan yang ada dalam pesantren dalam melakukan perubahan selalu berhati-hati di atas tradisi masa lampaunya, sehingga tercipta kesinambungan di tengah perubahan (continuity of change) yang ada. Dari sudut inilah, ada elemen-elemen lama dibuang; dan kemudian dimasukkan elemen-elemen yang baru; ada kebiasaan-kebiasaan lama yang dibuang, sementara
lembaga-lembaga baru mulai diperkenalkan, dan sebagainya.
Pesantren juga merupakan tradisi agung (great tradition) warisan para penyebar Islam masa lalu. Konsep great tradition diperkenalkan oleh Redfield (1956) yang merupakan lawan dari tradisi kecil (little tradition). Ali (2013) menyatakan bahwa pesantren merupakan khazanah dari tradisi agung (great tradition) yang pernah dimiliki bangsa Indonesia. Pergumulan pesantren bersama dengan elemen bangsa yang lain melahirkan tradisi keberagamaan inklusif dan moderat, yang menjadi ciri khas keberagamaan di Indonesia.
Melalui pesantren tersebut watak keislaman dan keindonesiaan terbentuk. Keberadaan pesantren yang inklusif dan moderat terhadap perkembangan masyarakat serta mempunyai karakter keberagamaan yang terbuka (inklusif) tentu tidak bisa lepas dari peran kiai dalam membangun ide-ide pendidikan di lembaganya.
Ada tiga pilar bahwa pesantren merupakan tradisi agung (great tradition) yang sesuai dengan paham aswaja berikut: pertama, bidang akidah, pesantren mengikuti al-Asyari. Kedua, bidang tasawuf, pesantren mengikuti al-Ghazali. Ketiga, bidang fikih, pesantren mengikuti madzhab Imam Syafi’i (Kosim, 2006; Shihab, 2001). Ketiga imam itu dipandang sebagai ulama moderat di zamannya.

Sumber: Dr. Arif Muzayin Shofwan, M.Pd, Konstruksi Pendidikan Keagamaan Islam Multikultural di Pesantren, 2021, Penerbit Manggu: Bandung.
Tags: aswaja, Multikultural, Multikultural Pesantren, Pesantren
Watak Multikultural Pesantren
MANGGUSTORE.COM – Semua agama yang masuk ke Nusantara diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Dari keenam agama yang diberlakukan di... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Sejak pertama kali diciptakan, yang paling sering dilupakan oleh manusia adalah dirinya sendiri, yaitu manusia secara universal. Perkembangan... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Manajemen memiliki asal kata dari to manage yang berarti mengatur. Suatu masalah, proses, dan pertanyaan satu-persatu akan muncul... selengkapnya
Konser musik adalah salah satu bentuk hiburan yang sangat digemari di seluruh dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, tren konser musik... selengkapnya
Investasi di pasar saham adalah salah satu cara yang umum digunakan untuk membangun kekayaan jangka panjang dan mencapai tujuan keuangan... selengkapnya
Peran teknologi dalam manajemen sumber daya manusia (HR) telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir. Teknologi HR atau HR Tech... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM — Kritik adalah bagian alami dari interaksi sosial manusia. Ketika seseorang memberikan masukan atau komentar tentang pekerjaan atau tindakan... selengkapnya
Jenis-jenis anggaran dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa hal, di antaranya menurut dasar penyusunan, anggaran terdiri dari anggaran variabel dan anggaran tetap.... selengkapnya
Air adalah sumber kehidupan utama di planet kita! Dari lautan hingga puncak gunung yang bersalju, air adalah inti bagi kelangsungan... selengkapnya
Dalam era digital yang semakin maju, data pribadi kita semakin rentan terhadap potensi pelanggaran keamanan. Oleh karena itu, penting bagi... selengkapnya
Birokrasi adalah wajah negara yang paling dekat dengan masyarakat. Melalui birokrasi, kebijakan diwujudkan menjadi pelayanan, pembangunan dijalankan, anggaran dikelola, dan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSSelain menjelaskan secara teori, buku ini juga dilengkapi dengan hasil penelitian yang penulis lakukan pada perusahaan energi di Indonesia, sehingga… selengkapnya
Rp 65.000Buku pelayanan publik ini ditulis untuk memenuhi kebutuhan bahan bacaan dan pembelajaran bagi mahasiswa dan praktisi. Buku ini menguraikan secara… selengkapnya
Rp 73.500Di tengah dinamika kehidupan modern, tempat-tempat umum seperti pasar, terminal, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, hingga kawasan rekreasi menjadi titik… selengkapnya
Rp 75.000Competencies Entrepreneur Pengarang: R. Agus Setyo Pranowo & Rd. Much Jusup Nurgraha Editor: Aep S. Hamidin Isi: 149 Halaman ISBN:… selengkapnya
Rp 35.000Islam dan Budaya Sunda – Proses penyebaran Islam di Tatar Sunda adalah suatu proses bentuk asimilasi, akulturasi dari berbagai budaya… selengkapnya
Rp 75.000Buku Asuhan Gizi Critical Ill ini membahas tentang Konsep Dasar Asuhan Gizi pada Pasien dengan Critical Ill, Asuhan Gizi Enteral… selengkapnya
Rp 67.500 Rp 75.000Biokimia merupakan ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi komponen seluler, seperti protein, karbohidrat, lipid, asam nukleat, dan biomolekul lainnya. Saat… selengkapnya
Rp 61.200 Rp 68.000Buku Metodologi Riset Kuantitatif Bidang Pariwisata ini menjelaskan tentang gambaran umum dan urgensi riset bidang pariwisata, metodologi riset kuantitatif, landasan… selengkapnya
Rp 55.000Pemasaran pariwisata merupakan suatu proses manajemen yang dilakukan oleh organisasi pariwisata setingkat nasional atau industri untuk menentukan wisatawan yang aktual… selengkapnya
Rp 58.000 Rp 64.000


Saat ini belum tersedia komentar.