Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
Teh Ayu● online 6282116932476
Teh Neng● online 6282116932479
● online
- Hukum Persaingan Usaha....
- Suluk Ketentraman Jiwa Sunan Bonang....
- Lembaga Desa dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Din....
- Landasan Pendidikan Kajian Teoritis dari Berbagai ....
- Birokrasi Pelayanan Publik: Pelayanan Perizinan da....
- ASI dan Ayah ASI - Tatik Kusyanti, dkk....
- Manajemen Pembiayaan Bank Syariah: Teori, Aplikasi....
- Corak Sastra Tafsir Al-Qur'an: Studi atas Tafsir A....
Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pencegahan DBD, Perlu diingat!
Ketika kita berbicara tentang nyamuk, jentik (atau dikenal juga sebagai jentik-jentik) adalah tahap larva yang menarik. Jentik hidup di dalam air dan memiliki perilaku unik, sering mendekat atau “menggantung” pada permukaan air saat bernapas. Namanya sendiri berasal dari gerakan yang terlihat ketika mereka bergerak di air, dan di beberapa daerah, mereka juga dikenal dengan sebutan lokal seperti “encuk” atau “uget-uget”. Jentik bukan hanya menjadi fokus dalam pengendalian populasi nyamuk yang membawa penyakit serius seperti malaria dan demam berdarah dengue. Mereka juga digunakan dalam berbagai tempat sebagai pakan ikan hias. Ternyata, jentik-jentik memiliki peran yang tak terduga di alam, menjadi sumber makanan yang bergizi bagi ikan. Memahami daur hidup nyamuk penting sebagai langkah pencegahan terhadap risiko penularan berbagai penyakit. Meskipun tampak sepele, nyamuk adalah perantara bagi berbagai jenis penyakit seperti demam berdarah, chikungunya, malaria, kaki gajah, demam kuning, hingga infeksi virus Zika. Berbagai virus dan parasit yang menyebabkan penyakit tersebut bisa masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk. Nyamuk terbagi menjadi beragam jenis, setiap jenis membawa penyakit yang berbeda. Misalnya, penyakit DBD, chikungunya, dan infeksi virus Zika ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, sementara malaria dan kaki gajah ditularkan oleh nyamuk Anopheles.
BACA JUGA:
Memahami Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD), mari Kita Simak!
Jenis apapun, nyamuk memiliki tahapan daur hidup mirip satu sama lain. Ada empat tahapan dalam daur hidup nyamuk yang perlu diketahui, yaitu telur, jentik, pupa, dan nyamuk dewasa. Nyamuk bertelur hingga ratusan butir sekaligus dan biasanya suka bertelur di tempat-tempat berair. Telur nyamuk dapat bertahan hingga 8 bulan dalam lingkungan kering, tetapi biasanya menetas menjadi jentik nyamuk dalam 24–48 jam. Jentik tampak seperti ulat kecil dan bisa hidup di air selama 4–14 hari sebelum menjadi pupa. Pupa, fase terakhir di dalam air, akan berkembang menjadi nyamuk dewasa dalam 1–4 hari. Ketika dewasa, nyamuk betina mencari sumber darah untuk bertelur, sementara nyamuk jantan bertahan dengan nektar bunga. Gigitan nyamuk dapat menimbulkan reaksi kulit gatal, kemerahan, dan benjolan, serta menyebabkan penularan berbagai penyakit. Mengetahui daur hidup nyamuk adalah langkah penting dalam mencegah risiko penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.
Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan upaya penting yang melibatkan partisipasi masyarakat. Salah satu tolak ukurnya adalah Angka Bebas Jentik (ABJ) melalui program PSN-3M, yang merefleksikan tingkat keterlibatan masyarakat dalam mencegah DBD. Sayangnya, pada tahun 2014, capaian ABJ secara nasional belum memenuhi target program yang telah ditetapkan, hanya sebesar 24,06%.
Kondisi ABJ di Berbagai Wilayah
Kondisi angka bebas jentik (ABJ) di berbagai wilayah di Indonesia dapat berbeda-beda, tergantung pada beberapa faktor, seperti faktor geografis, ekonomi, sosial budaya, dan akses terhadap informasi dan layanan kesehatan. Secara umum, kondisi ABJ di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Hal ini dapat dilihat dari data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017, yang menunjukkan bahwa hanya 57,1% rumah di Indonesia yang memiliki ABJ ≥ 95%. Berikut adalah kondisi ABJ di beberapa wilayah di Indonesia:
- Pada wilayah perkotaan, kondisi ABJ umumnya lebih baik dibandingkan dengan wilayah pedesaan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti akses yang lebih mudah terhadap informasi dan layanan kesehatan, serta tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
- Pada wilayah yang memiliki tingkat ekonomi yang rendah, kondisi ABJ umumnya lebih buruk dibandingkan dengan wilayah yang memiliki tingkat ekonomi yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti terbatasnya akses terhadap informasi dan layanan kesehatan, serta tingkat pendidikan yang lebih rendah.
- Pada wilayah yang memiliki budaya yang tertutup, kondisi ABJ umumnya lebih buruk dibandingkan dengan wilayah yang memiliki budaya yang terbuka. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya pemahaman tentang kesehatan, serta stigma dan diskriminasi terhadap orang yang sakit.
Semetara itu dari data di lapangan, terlihat bahwa di beberapa daerah, ABJ masih jauh dari target nasional. Di Manado, misalnya, ABJ mencapai 51,39%. Begitu juga di Jawa Timur, di Kelurahan Sukerejo ABJ hanya berkisar 65%, sementara di Kelurahan Mojaroto hanya 55%. Hal ini menandakan bahwa partisipasi masyarakat dalam program PSN-3M belum optimal di lingkungan masing-masing. Untuk meningkatkan kondisi ABJ di Indonesia, diperlukan upaya yang komprehensif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Upaya-upaya tersebut antara lain:
- Peningkatan akses terhadap informasi dan layanan kesehatan: Pemerintah perlu memastikan bahwa masyarakat memiliki akses yang mudah terhadap informasi dan layanan kesehatan. Informasi dan layanan tersebut harus komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
- Pemberdayaan keluarga dan masyarakat: Keluarga dan masyarakat perlu diberdayakan untuk meningkatkan pemahaman tentang kesehatan dan mendukung masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
- Peningkatan partisipasi masyarakat: Masyarakat perlu didorong untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pemberantasan DBD, seperti kegiatan 3M Plus.
Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemberantasan DBD, sehingga kondisi ABJ di Indonesia dapat meningkat.
BACA JUGA:
Menjaga Kebugaran Tubuh dengan Kunci Sederhana: Air Putih yang Cukup
Peran Masyarakat dalam Pemberantasan DBD
Langkah pemberantasan jentik nyamuk (PSN) melibatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat. Nyamuk Aedes sp., yang merupakan vektor penyakit, suka meletakkan telurnya pada air yang bersih. Oleh karena itu, memperhatikan kebersihan tempat penampungan air serta memeriksa barang-barang bekas yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk menjadi sangat penting. Peran masyarakat dalam pemberantasan DBD adalah sebagai berikut:
- Melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara mandiri. Kegiatan PSN merupakan kegiatan utama dalam pemberantasan DBD. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh setiap individu, keluarga, dan masyarakat secara mandiri. Kegiatan PSN meliputi:
- Menguras tempat-tempat penampungan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, seperti bak mandi, ember, vas bunga, dan lain-lain.
- Menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air yang tidak digunakan.
- Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
- Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang DBD.
Masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan kesadaran yang tinggi tentang DBD, termasuk tentang cara pencegahan, tanda dan gejala, serta penanganannya. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai media, seperti penyuluhan, sosialisasi, dan penyebaran informasi melalui media massa.
- Membantu petugas kesehatan dalam pemberantasan DBD. Masyarakat dapat membantu petugas kesehatan dalam pemberantasan DBD, seperti:
- Mengikuti kegiatan PSN yang dilaksanakan oleh petugas kesehatan.
- Memberikan informasi kepada petugas kesehatan jika menemukan sarang nyamuk di lingkungannya.
- Mendukung program-program pemberantasan DBD yang dilaksanakan oleh pemerintah.
Kendala dalam Penanggulangan
Meskipun sudah dilakukan berbagai usaha untuk menangani masalah tersebut, hasilnya belum optimal. Beberapa kendala yang terus muncul antara lain, keberadaan berbagai tempat seperti kaleng bekas, ban bekas, dan barang-barang tak terpakai lainnya yang masih menjadi tempat favorit bagi nyamuk Aedes sp. untuk berkembang biak. Hal ini masih menjadi perhatian utama dalam usaha memerangi penyebaran nyamuk dan mencegah penularan penyakit.
Puskesmas Kutaraya: Pusat Pelayanan Masyarakat
Puskesmas Kutaraya adalah pusat layanan kesehatan yang sangat mudah diakses oleh masyarakat di sekitarnya. Sebagai penyedia layanan kesehatan yang penting bagi wilayah tersebut, Puskesmas Kutaraya memiliki peran krusial dalam penanganan kasus DBD. Meski telah memenuhi standar nasional, tingginya jumlah kasus DBD menyoroti perlunya tindakan pencegahan dan penanganan yang lebih intensif serta komprehensif. Diperlukan upaya lebih serius dalam pengendalian dan pencegahan penyakit ini.
Pemberantasan Demam Berdarah Dengue (DBD) melibatkan partisipasi masyarakat yang sangat penting. Angka Bebas Jentik (ABJ) adalah tolak ukur untuk program PSN-3M, mencerminkan keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan DBD. Meskipun telah ada upaya, pada tahun 2014, capaian ABJ secara nasional belum memenuhi target program, hanya sebesar 24,06%. Situasi ABJ di berbagai wilayah Indonesia bervariasi, dipengaruhi oleh faktor geografis, ekonomi, sosial, dan akses informasi. Data menunjukkan bahwa ABJ belum mencapai target nasional di beberapa daerah. Di Manado, ABJ hanya 51,39%, dan di Jawa Timur, di beberapa kelurahan angkanya di bawah 70%. Ini menunjukkan partisipasi masyarakat dalam program PSN-3M belum optimal di daerah masing-masing. Untuk meningkatkan ABJ, diperlukan langkah-langkah seperti peningkatan akses informasi kesehatan, pemberdayaan keluarga dan masyarakat, dan peningkatan partisipasi aktif masyarakat. Masyarakat perlu diberdayakan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berpartisipasi aktif dalam pemberantasan DBD. Kendala masih muncul, termasuk keberadaan wadah bekas yang menjadi tempat favorit bagi nyamuk Aedes sp. untuk berkembang biak. Meskipun puskesmas seperti Kutaraya telah memenuhi standar nasional, jumlah kasus DBD yang tinggi menandakan perlunya tindakan lebih serius dalam pencegahan dan penanganan penyakit ini. Melalui partisipasi masyarakat dan upaya komprehensif, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan DBD meningkat, dan kondisi ABJ di Indonesia dapat membaik.
Referensi
Tim Redaksi. 2023. “Jentik.” Wikipediaensiklopedia. Rubrik Berita. Edisi Senin, 12 Juli. https://id.wikipedia.org/ diakses Kamis, 02 November 2023, 10:24.
Bella, Airindya. 2022. “Daur Hidup Nyamuk dan Cara Memutusnya untuk Mencegah Penyakit.” Alodokter. Rubrik Berita. Edisi Senin, 04 Desember. https://www.alodokter.com/ diakses Kamis, 02 November 2023, 10:24.
Nareza, Meva. 2023. “Demam Berdarah.” Alodokter. Rubrik Berita. Edisi Senin, 04 Desember. https://www.alodokter.com/ diakses Kamis, 02 November 2023, 10:24.
Hartiyanti, T., & Raharjo, B. B. 2018. “Pengembangan Model Jumantik Bergilir Berbasis Dasa Wisma dan Pengaruhnya terhadap Angka Bebas Jentik.” Journal of Health Education, vol. 3(2), 118-125.
Herlyana, D., Sunarsih, E., & Ardillah, Y. 2015. “Hubungan Sanitasi Perumahan dengan Keberadaan Jentik Aedes sp. di Wilayah Kerja Puskesmas Kutaraya Kayu Agung.” Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 6(3).
Hasyim, D. M. 2016. “Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (Psn DBD).” Jurnal Kesehatan, 4(2).
Yusmidiarti, Petunjuk Kader Jumantik Juru Pemantau Jentik, Penerbit Manggu.
Tags: Kesehatan, Petunjuk Kader Jumantik
Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pencegahan DBD, Perlu diingat!
Perencanaan karir adalah langkah penting dalam mencapai tujuan pribadi dan profesional Anda. Tanpa perencanaan yang baik, Anda mungkin merasa bingung... selengkapnya
Pasien Kritis adalah pasien yang secara fisiologis tidak stabil, sehingga mengalami respon hipermatabolik kompleks terhadap trauma, sakit yang dialami akan... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Persaingan antar lembaga pendidikan tentu tidak bisa dihindari lagi. Antar lembaga pendidikan menjadi sebuah persaingan dalam mencari dan... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Pendidikan tidak lepas dari sebuah inovasi, keduanya saling berkaitan. Inovasi pendidikan dapat diartikan sebagai sesuatu hal yang baru... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Manajemen diperlukan di berbagai sektor, salah satunya berperan penting dalam komunikasi terhadap pelanggan. Kebutuhan terhadap manajemen, bukan hanya... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Brand awareness atau kesadaran merek adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali suatu merek sebagai... selengkapnya
Ilmu pendidikan merupakan gabungan dari dua kata yaitu ilmu dan pendidikan yang masing-masing memiliki arti dan makna tersendiri. Kamus Besar... selengkapnya
Pendidikan masa kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta tuntutan dunia kerja yang dinamis menuntut sistem... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Hukum merupakan keseluruhan peraturan bagi kelakuan atau perbuatan manusia di masyarakat, yang pelaksanaannya dapat dipaksakan dan bertujuan untuk... selengkapnya
Perdagangan saham telah menjadi bagian integral dari dunia keuangan global, dan teknologi terbaru telah membawa perubahan signifikan dalam cara perdagangan... selengkapnya
Manajemen yaitu suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengaruh suatu kelompok orang ke arah tujuan organisasi atau… selengkapnya
Rp 92.000Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan; Wawasan Dasar Bermasyarakat,Berbangsa, dan Bernegara Pengarang: Dr. Mochamad Zakaria, S.I.P., M.Si. Editor: Aep S. Hamidin ISBN:… selengkapnya
Rp 67.500 Rp 75.000Kapita Selekta Pendidikan Islam Pengarang: H. Ali Mustofa, Marlina, Supangat Editor: Aep S. Hamidin ISBN: 978-602-50508-1-7 Isi: 164 Halaman Kertas:… selengkapnya
Rp 55.000Para pemangku kepentingan, memiliki ekspektasi yang tinggi terkait peran audit internal dalam pencegahan, pendeteksian, dan investigasi fraud. Namun isu independensi… selengkapnya
Rp 65.000 Rp 75.000Metode penelitian sosial adalah suatu upaya untuk mencari tahu berbagai macam fenomena yang terjadi di lingkungan masyarakat. Hal tersebut dilakukan… selengkapnya
Rp 54.000 Rp 60.000Kimia klinik adalah bidang ilmiah yang berfokus pada pengukuran kuantitatif zat-zat penting dalam cairan tubuh secara biologis untuk keperluan diagnostik…. selengkapnya
Rp 63.360 Rp 70.400Manajemen strategis adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian keputusan – keputusan, manajemen strategis berfokus pada proses penetapan tujuan… selengkapnya
Rp 90.000Buku panduan praktikum bakteriologi ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang dunia mikroorganisme, khususnya bakteri, serta teknik-teknik praktis yang diperlukan… selengkapnya
Rp 60.000Sosiologi Pembangunan Desa adalah ilmu yang mempelajari dan/atau manganalisis perubahan dinamik dari kehidupan sosial ekonomi masyarakat desa. Buku Sosiologi Pembangunan… selengkapnya
Rp 85.500 Rp 95.000Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan prinsip-prinsip moral atau norma-norma atas gambaran standar tertentu dari perilaku manusia. Hak-hak tersebut merupakan hak… selengkapnya
Rp 135.000 Rp 150.000

Saat ini belum tersedia komentar.