● online
- Nilai Perusahaan Energi di Indonesia: Analisis Kin
- Evaluasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
- Strategi Pengelolaan Gudang dan Inventori
- Manajemen Pelayanan Gizi Rumah Sakit
- Bahasa Indonesia sebagai Mata Kuliah Pengembangan
- Sistem Peradilan Agama di Indonesia
- Buku Ajar Evolusi - Arwin Arif
- Psikologi Dasar
Strategi Politik dalam Pilkada
Kehidupan politik di Indonesia tidak dapat dilepaskan dengan ‘trend’ yang terjadi di dunia global. Pascareformasi, terdapat pergeseran yang sangat signifikan terhadap kehidupan berpolitik di Indonesia (Firmanzah, 2008).
Semangat emansipasi dan demokratisasi politik telah meningkatkan intensitas persaingan politik di Indonesia (Firmanzah, 2004; 2005; 2007; 2008), sehingga politisi dan partai politik perlu merancang ulang strategi bersaing untuk memenangkan persaingan politik.
Proses demokrasi yang merubah sistem pemilihan umum secara langsung terutama dalam pemilihan kepala daerah baru disahkan pada tahun 2005 dengan peraturan pemerintah No. 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Pada daerah kota dan kabupaten di Indonesia sendiri baru dimulai pada bulan Juni 2005 di Kabupaten Kutai dan untuk daerah setingkat Provinsi dilakukan pada Pilkada Sumatera Barat pada 2006.
Berangkat dari sini maka Pilkada dilakukan secara langsung. Hal ini diperlukan agar rakyat sendiri yang menentukan pilihannya sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan otonomi daerah dan sekaligus kualitas demokrasi tentunya.
Tujuan utama dari keikutsertaan kandidat pada pesta demokrasi pemilihan kepala daerah tentu saja adalah perolehan suara yang dominan untuk memenangkan persaingan politik tersebut. Berbagai usaha dilakukan untuk meningkatkan kecenderungan memilih partisipan politik.
Dari berbagai peristiwa Pilkada di Indonesia, tidak bisa didapat suatu pola yang menjelaskan bagaimana kemenangan ini bisa diperoleh. Ada Pilkada yang bisa dimenangkan incumbent sebagai pemegang kekuasaan, tetapi pada kenyataannya banyak incumbent yang justru kalah dalam persaingan suara tersebut. Padahal pada saat ini memiliki peluang yang lebih besar untuk menang karena sedang berkuasa, seperti pada pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Jawa Barat (As Rifai, 2008).
Contoh lain yang bisa diamati adalah kemenangan Ratna Ani Lestari dalam Pilkada Banyuwangi tahun 2005. Bupati yang didukung oleh partai-partai non-parlemen bisa menang dengan suara 39% mengalahkan calon incumbent yang diusung partai besar (Partai Kebangkitan Bangsa-PKB) dan memiliki kursi terbanyak di DPRD Banyuwangi (Sobari, 2008).
Kekalahan calon yang diusulkan partai politik membuat sebuah asumsi adanya kebutuhan masyarakat tentang figur alternatif dalam pilkada, karena dukungan partai politik besar beserta organisasi masanya yang kuat bukan jaminan untuk menang. Figur alternatif bisa memperbesar kemungkinan menang, jika calon incumbent memiliki kinerja pemerintahan yang buruk. Tetapi sebaliknya, jika kinerja incumbent baik kemenangannya justru dengan perolehan suara yang sangat dominan (diatas 50%) (Sobari, 2008).
Asumsi di atas bisa saja benar, tetapi mengapa masyarakat memilih kandidat tertentu perlu untuk diketahui alasannya serta bagaimana pola hubungan itu bisa terbentuk. Ada pendapat yang mengatakan bahwa di Indonesia figur masih menjadi hal utama ketimbang isu dan program karena budaya politik Indonesia yang masih bersifat patrimionial dengan ikatan primordial yang kuat (As Rifai, 2008). Bisa dilihat dengan besarnya “patron” terhadap masyarakat dan kuatnya sentimen kedaerahan, suku, agama, dan berbagai pendekatan secara sosiologis lainnya.
Berdasarkan pengalaman dari Pilpres 2004 dan 2009 dengan sistem pemilihan presiden secara langsung dan keputusan Mahkamah Agung RI tentang suara terbanyak sebagai pemenang pemilu legislatif memang telah mengubah pola hubungan antara kandidat dan pendukungnya. Hubungannya menjadi bersifat langsung sehingga fungsi mediasi partai menjadi tidak terlalu signifikan. Hal ini sesuai dengan perkembangan terakhir yang terjadi di tanah air, telah terjadi pertarungan popularitas dan mesin politik.
Paradigma lama memenangkan pertarungan kekuasaan politik, terutama pemilu selama Orde Baru dengan pola represif sudah ketinggalan zaman. Perubahan sistem politik memberi peluang hadirnya cukup banyak partai politik dan individu sebagai calon kepala daerah. Jumlah partai yang beragam dan calon pemimpin politik yang banyak, secara langsung berimplikasi pada taktik dan strategi untuk memenangkan perebutan kekuasaan politik, di antaranya adalah untuk mengetahui bagaimana meningkatkan kecenderungan memilih masyarakat (Firmanzah, 2007).
Butler dan Collins (2001) melihat adanya peningkatan volatilitas atau semakin berubah-ubahnya (volatility) perilaku pemilih. Hal ini membuat keberpihakan pemilih menjadi lebih sulit diduga. Tidak stabilnya perilaku pemilih sangat dipengaruhi oleh semakin pudarnya ikatan ideologis pemilih dengan partai atau kontestan Pemilu, berakhirnya perang ideologis dan meningkatnya materialisme kapitalistik menyebabkan pemilih dewasa ini cenderung pragmatis, cenderung memilih partai atau kandidat yang mampu menawarkan produk politik yang lebih baik dibandingkan pesaing (Firmanzah, 2008).
Buku Political Marketing: Strategi Pemasaran dalam Mempengaruhi Keputusan Pemilih mengkaji tentang Marketing Politik dalam konsep Strategi Pemasaran dan Keputusan Pemilih, di mana ilmu marketing menjadi bagian yang sangat berperan dalam perkembangan kajian ilmu politik sehingga perkembangan teori pada pemasaran politik yaitu pada pembentukan variabel bauran pemasaran politik melalui literature review dan pengujian menemukan indikator-indikator dari variable bauran pemasaran politik baik pada produk politik, harga politik, distribusi politik dan harga politik.
Tags: Alvi Furwanti Alwie, Marketing Politik, Strategi Pilkada, Strategi Politik
Strategi Politik dalam Pilkada
MANGGUSTORE.COM – Seiring berkembangnya zaman yang semakin maju dan perubahan zaman yang sangat cepat, pendidikan pun harus menyesuaikan untuk tidak... selengkapnya
Proses berduka adalah pengalaman pribadi yang unik bagi setiap individu yang menghadapi kehilangan. Elisabeth Kubler-Ross dikenal karena memperkenalkan konsep tahap-tahap... selengkapnya
Proses pendewasaan bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi juga tentang bagaimana seseorang memahami dirinya sendiri secara lebih dalam. Dalam perjalanan... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Perjalanan menuju kemahiran berbahasa Inggris yang lancar dan percaya diri tidak mudah. Terdapat satu unsur kunci yang sering... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM — Investasi berarti, menaruh dana atau melakukan komitmen dana dengan tujuan memperoleh pengembalian ekonomi atau memperoleh hasil dari dana... selengkapnya
Fraud pada dasarnya meliputi tindakan penyimpangan (irregularities) dan/atau tindakan ilegal (illegal acts) yang mengandung unsur kesenjangan, penipuan, dan dilakukan secara... selengkapnya
Pendidikan tidak akan ada hentinya dalam kehidupan manusia. Terkecuali jika manusia tersebut sudah tidak ada di dunia ini, pendidikannya sudah... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Kedatangan orang-orang etnis Tionghoa ke Indonesia pada awalnya, mereka pertama kali masuk yaitu hanya ke wilayah Pulau Jawa.... selengkapnya
Perdebatan mengenai apakah musik dapat membantu atau justru mengganggu proses belajar masih sering muncul dalam dunia pendidikan. Sebagian orang merasa... selengkapnya
Validasi adalah tindakan mengakui, menghormati, dan menerima perasaan, pemikiran, dan pengalaman kita sendiri. Meskipun terdengar sederhana, pentingnya validasi untuk diri... selengkapnya
Istilah politik hukum merujuk pada arah, kebijakan, dan strategi negara dalam membentuk dan menyelenggarakan hukum sebagai sarana untuk mencapai tujuan… selengkapnya
Rp 105.000Operasi: Teori dan Aplikasi dalam Pengambilan Keputusan Bisnis Berbasis KSO Pengarang: Dr. Ir. H. Sri Widodo Soedarso, B.Meng., MM, DBA… selengkapnya
Rp 119.500 Rp 135.000Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisis terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas… selengkapnya
Rp 60.000 Rp 67.000Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan prinsip-prinsip moral atau norma-norma atas gambaran standar tertentu dari perilaku manusia. Hak-hak tersebut merupakan hak… selengkapnya
Rp 135.000 Rp 150.000Manajemen Keperawatan adalah suatu proses kegiatan pelayanan keperawatan yang dilaksanakan oleh pengelola keperawatan dan perawat dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen mulai… selengkapnya
Rp 63.000 Rp 70.000Di tengah dinamika industri energi yang terus berubah, satu pertanyaan menjadi semakin penting: apa yang sesungguhnya menentukan nilai sebuah perusahaan?… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Pengantar Hukum Indonesia ini terdiri dari tiga bagian, XIV Bab sebagai pengantar Hukum Indonesia yang pertama berisi Dasar Dasar… selengkapnya
Rp 115.000Capita Selecta Tata Hukum Indonesia adalah Kumpulan tulisan / karangan yang masing-masing menguraikan tentang hukum, dalam tulisan ini akan memuat… selengkapnya
Rp 65.000Buku “Bahasa Indonesia sebagai Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian” adalah sebuah karya yang membahas peran bahasa Indonesia dalam membentuk dan mengembangkan… selengkapnya
Rp 75.000 Rp 83.412Fondasi adalah metafora tentang keteguhan. Ia tidak tampak di permukaan, tetapi menentukan masa depan seluruh bangunan yang berdiri di atasnya…. selengkapnya
Rp 86.000




Saat ini belum tersedia komentar.