Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
Teh Ayu● online 6282116932476
Teh Neng● online 6282116932479
● online
- Deteksi Intrusi Menggunakan Python....
- Manajemen Pendidikan Teori dan Praktik....
- Pengantar Manajemen Komunikasi....
- Metodologi Penelitian Pemerintahan....
- PELAYANAN PUBLIK Implementasi Pelayanan Prima di S....
- Mozaik Tradisi Keluarga Minangkabau....
- Peran Dewan Pengawas Syariah....
- Orang Baduy dari Banten, Etnografi Jul Jacobs De B....
Pengaruh Globalisasi dan Budaya Populer Korea (K-Pop) terhadap Perilaku Konsumtif Penggemar di Indonesia
Globalisasi telah mengubah lanskap budaya di seluruh dunia, dan salah satu fenomena yang paling mencolok adalah popularitas budaya Korea Selatan, terutama dalam bentuk K-Pop. Media massa dan media sosial memainkan peran kunci dalam penyebaran budaya populer ini ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Artikel ini akan menggali pengaruh globalisasi dan budaya populer Korea (K-Pop) terhadap perilaku konsumtif penggemar di Indonesia, terutama dalam konteks menonton konser musik.
BACA JUGA:
Fenomena Hedonisme dalam Perilaku Pembelian Penggemar K-Pop
Pengaruh Globalisasi pada Budaya Populer
Dalam era globalisasi, media massa menjadi saluran utama yang memungkinkan budaya populer menyebar dengan cepat. Budaya populer adalah budaya yang populer dan dinikmati oleh banyak orang. Istilah “budaya massa” telah digantikan oleh “budaya populer” karena kata yang lebih sederhana ini mencerminkan tren dan popularitas yang sedang berlangsung
Salah satu contoh paling mencolok dari budaya populer yang berasal dari Korea Selatan adalah K-Pop. Korean Wave atau Hallyu telah memengaruhi budaya populer di seluruh dunia, termasuk Indonesia. K-Pop adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan dan melibatkan boyband dan girlband yang sering melakukan tur dunia atau konser musik yang menarik ribuan penggemar. Artis K-Pop seperti NCT, Seventeen, Blackpink, Stray Kids, Ive, TXT, dan lainnya telah mengadakan konser musik di Indonesia, dan para penggemar rela mengeluarkan biaya besar untuk menyaksikan penampilan langsung grup idola mereka.
Perilaku Konsumtif dalam Menonton Konser K-Pop
Perilaku konsumtif merujuk pada tindakan mengkonsumsi barang atau layanan yang lebih didasarkan pada kepuasan pribadi dan keinginan daripada kebutuhan fungsional. Demam K-Pop di Indonesia telah memicu perilaku konsumtif di kalangan penggemar. Penggemar K-Pop sering kali menghabiskan uang besar untuk membeli tiket konser, merchandise, dan lainnya.
Penelitian telah menunjukkan bahwa penggemar K-Pop cenderung melakukan tindakan konsumtif. Alasan utamanya adalah motivasi untuk menyaksikan penampilan idola mereka secara langsung dan untuk mendukung mereka. Para penggemar merasa senang dan puas ketika mereka dapat menyaksikan grup idola K-Pop favorit mereka tampil di atas panggung. Namun, perilaku konsumtif ini bisa menjadi masalah jika tidak ada pengendalian diri yang kuat.
BACA JUGA:
Menyelami Kecemerlangan Budaya Korea: K-Pop, K-Drama, Makanan Korea, dan Fenomena Hallyu
Peran Media Sosial dalam Penyebaran Budaya Populer
Media sosial, seperti YouTube, Twitter, Instagram, dan TikTok, memainkan peran penting dalam penyebaran budaya populer. Para penggemar K-Pop menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan penggemar lainnya dan untuk mendapatkan informasi tentang idola mereka. Para artis K-Pop juga menggunakan media sosial sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan penggemar mereka dan mempromosikan karya-karya mereka.
Budaya populer Korea (K-Pop) telah menjadi bagian penting dari budaya global, dan penggemar di Indonesia tidak terkecuali. Globalisasi dan media sosial telah memungkinkan penyebaran budaya populer ini dengan cepat. Namun, fenomena ini juga telah memicu perilaku konsumtif di kalangan penggemar, terutama dalam konteks menonton konser K-Pop. Penggemar yang tergila-gila dengan K-Pop sering kali mengeluarkan uang besar untuk memenuhi keinginan mereka, bahkan jika itu berarti mengorbankan keuangan pribadi mereka. Oleh karena itu, penting bagi penggemar untuk menjaga keseimbangan antara kepuasan pribadi dan kesejahteraan finansial mereka dalam mengikuti budaya populer ini.
Referensi
Valencialaw, N., & Utami, L. S. S. 2023. “K-Pop dan Perilaku Konsumtif Menonton Konser.” Koneksi, vol. 7(1), 112-119.
Amrizal., Budaya Melayu, Penerbit Manggu.
Sri Kamaliasari., Budaya Melayu, Penerbit Manggu.
Tags: Budaya Melayu
Pengaruh Globalisasi dan Budaya Populer Korea (K-Pop) terhadap Perilaku Konsumtif Penggemar di Indonesia
Diversitas dan inklusi dalam tenaga kerja adalah aspek yang sangat penting dalam dunia kerja modern. Artikel ini akan membahas mengapa... selengkapnya
Olahraga telah menjadi bagian penting dalam perkembangan fisik dan mental anak-anak. Namun, selain olahraga modern yang sering ditemui di pusat... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Ada sepuluh larangan yang harus ditaati oleh Orang Baduy. Larangan-larangan tersebut yaitu: Dilarang membunuh, larangan ini berlaku bukan... selengkapnya
Sebagai kelanjutan gemerlap Kerajaan Mataram Kuno, Kerajaan Medang Kamulan memancarkan sinar kebijaksanaan dan kegemilangan budaya pada abad ke-10, menandai babak... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Marketing memegang peran sangat penting dalam dunia bisnis. Setiap perusahaan atau pebisnis sangat penting untuk memiliki strategi yang... selengkapnya
Di era digital saat ini, komunikasi yang dilakukan brand melalui media sosial dan platform digital lainnya memiliki pengaruh besar terhadap... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Harusnya sekolah bisa menciptakan wirausahawan. Sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan wirausahawan di kalangan siswa. Wirausaha bukan hanya... selengkapnya
Kehidupan modern sering kali memenuhi kita dengan berbagai tantangan, stres, dan tekanan. Baik itu pekerjaan, hubungan, atau masalah kesehatan, kita... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Tiongkok, perpaduan yang memukau antara sejarah dan keindahan alam, memanggil para wisatawan dengan destinasi menakjubkan yang tak terhitung.... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Sumber daya manusia adalah salah satu potensi yang perlu digali dan dikembangkan dalam rangka mengembangkan kapasitas dan kapabilitas... selengkapnya
Manajemen strategis adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian keputusan – keputusan, manajemen strategis berfokus pada proses penetapan tujuan… selengkapnya
Rp 90.000Hidup manusia tidak sekadar tentang mencari materi, menumpuk harta, atau mengejar kesuksesan yang terlihat dari luar. Banyak orang yang bergelimang… selengkapnya
Rp 65.000Manajemen keuangan syariah adalah sebuah kegiatan manajerial keuangan untuk mencapai tujuan dengan memperhatikan kesesuaiannya pada prinsip-prinsip Syariah dalam agama Islam…. selengkapnya
Rp 75.900 Rp 84.600Budaya Sunda adalah budaya yang tumbuh dan hidup dalam masyarakat Sunda. Budaya Sunda dikenal dengan budaya yang sangat menjunjung tinggi… selengkapnya
Rp 115.700Buku Tuah Islam Bagi Jagat Raya ini membahas tentang studi Islam menakar tradisi keilmuan Islam dan Barat tentang Ijtihad dan… selengkapnya
Rp 105.000 Rp 125.000Diabetes mellitus adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang yang di tandai dengan meningkatnya kadar gula darah ( glukosa… selengkapnya
Rp 85.500 Rp 97.500Kulit kuning disebabkan oleh penumpukan bilirubin dalam darah. Penyakit kuning dapat terjadi jika hati tidak dapat secara efisien memproses sel… selengkapnya
Rp 65.000Buku ini menjelaskan mengenai bagaimana caranya menggunakan metode STAD (Student Teams Achivement Division) di kelas, baik di sekolah Dasar (SD),… selengkapnya
Rp 70.000Uji Inderawi atau uji sensori disebut juga sebagai uji organoleptik merupakan cara pengujian dengan menggunakan indra manusia sebagai alat utama… selengkapnya
Rp 144.000 Rp 160.000Tenses adalah sebuah kategori tata bahasa (grammar) yang menekankan pada penggunaan kata kerja (verb) yang dikaitkan dengan waktu penggunaannya. Dengan… selengkapnya
Rp 71.000

Saat ini belum tersedia komentar.