Beranda » Blog » Pengaruh Globalisasi dan Budaya Populer Korea (K-Pop) terhadap Perilaku Konsumtif Penggemar di Indonesia

Pengaruh Globalisasi dan Budaya Populer Korea (K-Pop) terhadap Perilaku Konsumtif Penggemar di Indonesia

Diposting pada 16 September 2024 oleh manggustore / Dilihat: 2.078 kali / Kategori:

Globalisasi telah mengubah lanskap budaya di seluruh dunia, dan salah satu fenomena yang paling mencolok adalah popularitas budaya Korea Selatan, terutama dalam bentuk K-Pop. Media massa dan media sosial memainkan peran kunci dalam penyebaran budaya populer ini ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Artikel ini akan menggali pengaruh globalisasi dan budaya populer Korea (K-Pop) terhadap perilaku konsumtif penggemar di Indonesia, terutama dalam konteks menonton konser musik.

BACA JUGA:

Fenomena Hedonisme dalam Perilaku Pembelian Penggemar K-Pop

Pengaruh Globalisasi pada Budaya Populer

Dalam era globalisasi, media massa menjadi saluran utama yang memungkinkan budaya populer menyebar dengan cepat. Budaya populer adalah budaya yang populer dan dinikmati oleh banyak orang. Istilah “budaya massa” telah digantikan oleh “budaya populer” karena kata yang lebih sederhana ini mencerminkan tren dan popularitas yang sedang berlangsung

Salah satu contoh paling mencolok dari budaya populer yang berasal dari Korea Selatan adalah K-Pop. Korean Wave atau Hallyu telah memengaruhi budaya populer di seluruh dunia, termasuk Indonesia. K-Pop adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan dan melibatkan boyband dan girlband yang sering melakukan tur dunia atau konser musik yang menarik ribuan penggemar. Artis K-Pop seperti NCT, Seventeen, Blackpink, Stray Kids, Ive, TXT, dan lainnya telah mengadakan konser musik di Indonesia, dan para penggemar rela mengeluarkan biaya besar untuk menyaksikan penampilan langsung grup idola mereka.

Perilaku Konsumtif dalam Menonton Konser K-Pop

Perilaku konsumtif merujuk pada tindakan mengkonsumsi barang atau layanan yang lebih didasarkan pada kepuasan pribadi dan keinginan daripada kebutuhan fungsional. Demam K-Pop di Indonesia telah memicu perilaku konsumtif di kalangan penggemar. Penggemar K-Pop sering kali menghabiskan uang besar untuk membeli tiket konser, merchandise, dan lainnya.

Penelitian telah menunjukkan bahwa penggemar K-Pop cenderung melakukan tindakan konsumtif. Alasan utamanya adalah motivasi untuk menyaksikan penampilan idola mereka secara langsung dan untuk mendukung mereka. Para penggemar merasa senang dan puas ketika mereka dapat menyaksikan grup idola K-Pop favorit mereka tampil di atas panggung. Namun, perilaku konsumtif ini bisa menjadi masalah jika tidak ada pengendalian diri yang kuat.

BACA JUGA:

Menyelami Kecemerlangan Budaya Korea: K-Pop, K-Drama, Makanan Korea, dan Fenomena Hallyu

Peran Media Sosial dalam Penyebaran Budaya Populer

Media sosial, seperti YouTube, Twitter, Instagram, dan TikTok, memainkan peran penting dalam penyebaran budaya populer. Para penggemar K-Pop menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan penggemar lainnya dan untuk mendapatkan informasi tentang idola mereka. Para artis K-Pop juga menggunakan media sosial sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan penggemar mereka dan mempromosikan karya-karya mereka.

Budaya populer Korea (K-Pop) telah menjadi bagian penting dari budaya global, dan penggemar di Indonesia tidak terkecuali. Globalisasi dan media sosial telah memungkinkan penyebaran budaya populer ini dengan cepat. Namun, fenomena ini juga telah memicu perilaku konsumtif di kalangan penggemar, terutama dalam konteks menonton konser K-Pop. Penggemar yang tergila-gila dengan K-Pop sering kali mengeluarkan uang besar untuk memenuhi keinginan mereka, bahkan jika itu berarti mengorbankan keuangan pribadi mereka. Oleh karena itu, penting bagi penggemar untuk menjaga keseimbangan antara kepuasan pribadi dan kesejahteraan finansial mereka dalam mengikuti budaya populer ini.

Referensi

Valencialaw, N., & Utami, L. S. S. 2023. “K-Pop dan Perilaku Konsumtif Menonton Konser.” Koneksi, vol. 7(1), 112-119.

Amrizal., Budaya Melayu, Penerbit Manggu.

Sri Kamaliasari., Budaya Melayu, Penerbit Manggu.

Tags:

Bagikan ke

Pengaruh Globalisasi dan Budaya Populer Korea (K-Pop) terhadap Perilaku Konsumtif Penggemar di Indonesia

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Pengaruh Globalisasi dan Budaya Populer Korea (K-Pop) terhadap Perilaku Konsumtif Penggemar di Indonesia

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: