● online
- Bahasa Indonesia - Dr. Iswanto....
- Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Cair....
- Peningkatan Tahanan Geser Tanah Kohesif dengan Men....
- Akhlak dan Etos Kerja Islam....
- Antropologi Kesehatan....
- Ibu Nifas dan Menyusui....
- Buku Ajar Evolusi - Arwin Arif....
- Capacity Building Aparatur Sipil Negara & Democrat....
Pengaruh Globalisasi dan Budaya Populer Korea (K-Pop) terhadap Perilaku Konsumtif Penggemar di Indonesia
Globalisasi telah mengubah lanskap budaya di seluruh dunia, dan salah satu fenomena yang paling mencolok adalah popularitas budaya Korea Selatan, terutama dalam bentuk K-Pop. Media massa dan media sosial memainkan peran kunci dalam penyebaran budaya populer ini ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Artikel ini akan menggali pengaruh globalisasi dan budaya populer Korea (K-Pop) terhadap perilaku konsumtif penggemar di Indonesia, terutama dalam konteks menonton konser musik.
BACA JUGA:
Fenomena Hedonisme dalam Perilaku Pembelian Penggemar K-Pop
Pengaruh Globalisasi pada Budaya Populer
Dalam era globalisasi, media massa menjadi saluran utama yang memungkinkan budaya populer menyebar dengan cepat. Budaya populer adalah budaya yang populer dan dinikmati oleh banyak orang. Istilah “budaya massa” telah digantikan oleh “budaya populer” karena kata yang lebih sederhana ini mencerminkan tren dan popularitas yang sedang berlangsung
Salah satu contoh paling mencolok dari budaya populer yang berasal dari Korea Selatan adalah K-Pop. Korean Wave atau Hallyu telah memengaruhi budaya populer di seluruh dunia, termasuk Indonesia. K-Pop adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan dan melibatkan boyband dan girlband yang sering melakukan tur dunia atau konser musik yang menarik ribuan penggemar. Artis K-Pop seperti NCT, Seventeen, Blackpink, Stray Kids, Ive, TXT, dan lainnya telah mengadakan konser musik di Indonesia, dan para penggemar rela mengeluarkan biaya besar untuk menyaksikan penampilan langsung grup idola mereka.
Perilaku Konsumtif dalam Menonton Konser K-Pop
Perilaku konsumtif merujuk pada tindakan mengkonsumsi barang atau layanan yang lebih didasarkan pada kepuasan pribadi dan keinginan daripada kebutuhan fungsional. Demam K-Pop di Indonesia telah memicu perilaku konsumtif di kalangan penggemar. Penggemar K-Pop sering kali menghabiskan uang besar untuk membeli tiket konser, merchandise, dan lainnya.
Penelitian telah menunjukkan bahwa penggemar K-Pop cenderung melakukan tindakan konsumtif. Alasan utamanya adalah motivasi untuk menyaksikan penampilan idola mereka secara langsung dan untuk mendukung mereka. Para penggemar merasa senang dan puas ketika mereka dapat menyaksikan grup idola K-Pop favorit mereka tampil di atas panggung. Namun, perilaku konsumtif ini bisa menjadi masalah jika tidak ada pengendalian diri yang kuat.
BACA JUGA:
Menyelami Kecemerlangan Budaya Korea: K-Pop, K-Drama, Makanan Korea, dan Fenomena Hallyu
Peran Media Sosial dalam Penyebaran Budaya Populer
Media sosial, seperti YouTube, Twitter, Instagram, dan TikTok, memainkan peran penting dalam penyebaran budaya populer. Para penggemar K-Pop menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan penggemar lainnya dan untuk mendapatkan informasi tentang idola mereka. Para artis K-Pop juga menggunakan media sosial sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan penggemar mereka dan mempromosikan karya-karya mereka.
Budaya populer Korea (K-Pop) telah menjadi bagian penting dari budaya global, dan penggemar di Indonesia tidak terkecuali. Globalisasi dan media sosial telah memungkinkan penyebaran budaya populer ini dengan cepat. Namun, fenomena ini juga telah memicu perilaku konsumtif di kalangan penggemar, terutama dalam konteks menonton konser K-Pop. Penggemar yang tergila-gila dengan K-Pop sering kali mengeluarkan uang besar untuk memenuhi keinginan mereka, bahkan jika itu berarti mengorbankan keuangan pribadi mereka. Oleh karena itu, penting bagi penggemar untuk menjaga keseimbangan antara kepuasan pribadi dan kesejahteraan finansial mereka dalam mengikuti budaya populer ini.
Referensi
Valencialaw, N., & Utami, L. S. S. 2023. “K-Pop dan Perilaku Konsumtif Menonton Konser.” Koneksi, vol. 7(1), 112-119.
Amrizal., Budaya Melayu, Penerbit Manggu.
Sri Kamaliasari., Budaya Melayu, Penerbit Manggu.
Tags: Budaya Melayu
Pengaruh Globalisasi dan Budaya Populer Korea (K-Pop) terhadap Perilaku Konsumtif Penggemar di Indonesia
Sosial media telah menjadi salah satu fenomena paling mencolok dalam perkembangan teknologi informasi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dalam... selengkapnya
Proses rekrutmen adalah salah satu tahap kunci dalam pengelolaan sumber daya manusia suatu organisasi. Pemilihan karyawan yang tepat sangat penting... selengkapnya
Perubahan adalah konstan dalam dunia bisnis. Organisasi yang ingin tetap bersaing dan berkembang harus mampu mengelola perubahan dengan efektif. Salah... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Pendidikan sejak zaman dahulu merupakan hal yang sangat penting dalam memajukan kemerdekaan Indonesia. Kini pendidikan ditujukan untuk mengembangkan... selengkapnya
Membangun karir yang berkelanjutan adalah tujuan banyak individu yang ingin mencapai kesuksesan jangka panjang dalam dunia kerja. Karir yang berkelanjutan... selengkapnya
Estetika atau keindahan memiliki banyak makna serta arti, setiap orang memiliki arti dan makna etika masing-masing. Karena penilaian sebuah keindahan... selengkapnya
Industri musik Korea Selatan, yang lebih dikenal sebagai K-Pop, telah menjadi fenomena global yang mendunia. Grup-grup K-Pop memiliki penggemar setia... selengkapnya
Bahasa adalah entitas yang selalu berkembang, dan ini termasuk istilah-istilah baru yang muncul di berbagai kalangan masyarakat. Saat ini, budaya... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM-Siapa pun bisa berbisnis atau berdagang, asal ia memiliki keinginan kuat atau bercita-cita menjadi pebisnis atau pedagang. Jika tak memiliki... selengkapnya
Dunia pendidikan terus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Perubahan teknologi, kebutuhan masyarakat, serta tantangan global menuntut sistem pendidikan untuk terus beradaptasi.... selengkapnya
Problematika hukum Islam adalah permasalahan umum yang terjadi disekitar masyarakat dan dibahas berdasarkan hukum-hukum/konsep Islam. Problematika hukum Islam menjawab permasalahan-permasalahan… selengkapnya
Rp 20.000 Rp 25.000Anggaran perusahaan merupakan suatu proses perencanaan dan pengendalian kegiatan operasi perussahaan yang dinyatakan dalam suatu kegiatan dan suatu uang, nyang… selengkapnya
Rp 67.950 Rp 75.500Pendidikan tidak pernah berdiri sendiri. Di balik setiap proses belajar, kebijakan sekolah, hingga interaksi antara guru dan siswa, selalu terdapat… selengkapnya
Rp 60.000Perencanaan dan Evaluasi Kesehatan Terpadu adalah suatu proses yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang didahului dengan penetapan tujuan,… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 66.500Buku pendidikan agama Islam ini mengacu kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), yaitu kerangka penjengjangan kualifikasi sumber daya manusia Indonesia,… selengkapnya
Rp 81.000Mengelola Kinerja Sistem Logistik merupakan serangkaian fasilitas yang berhubungan dengan jasa pelayanan transportasi. Fasilitas yang disebutkan itu memiliki maksud tempat… selengkapnya
Rp 65.000 Rp 76.500Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisis terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas… selengkapnya
Rp 60.000 Rp 67.000Kepemimpinan camat dan lurah merupakan garda terdepan penyelenggaraan pemerintahan yang berhadapan langsung dengan kebutuhan dan dinamika masyarakat. Di tengah tuntutan… selengkapnya
Rp 93.500Toksikologi melibatkan pemahaman tentang dampak negatif bahan kimia terhadap organisme hidup. Dalam toksikologi, unsur-unsur tertentu saling berinteraksi dalam cara tertentu… selengkapnya
Rp 58.500 Rp 65.000Sejarah Nusantara dalam buku Nusantara Zaman Pengaruh Hindu Buddha dimaknai sebagai catatan mengenai rangkaian peristiwa yang terjadi di kepulauan antara… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 85.000


Saat ini belum tersedia komentar.