Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
Teh Ayu● online 6282116932476
Teh Neng● online 6282116932479
● online
Mutu Pelayanan Gizi Rumah Sakit
Rumah Sakit merupakan bagian dari suatu sistem pelayanan yang terintegrasi dengan tingkat pelayanan yang profesional di setiap bidang pelayanan kesehatan yang akan membangun kontinuitas pelayanan. Upaya peningkatan pelayanan Rumah Sakit diselaraskan dengan kebutuhan pasien di bidang pelayanan kesehatan dan kemajuan teknologi serta pengaruh globalisasi (Kemenkes, 2011).
Rumah Sakit harus meningkatkan kualitas pelayanan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasien, mengingat persaingan rumah sakit yang semakin tinggi, perilaku pasien dan keluarga pasien yang sangat kritis dalam memilih pelayanan. Rumah Sakit yang tidak memperhatikan kebutuhan pasien dan keluarga pasien maka rumah sakit tersebut akan ditinggalkan oleh pelanggannya atau konsumen (Aditama, 2002).
Konsumen akan mempertimbangkan beberapa hal dalam memilih rumah sakit, salah satunya adalah kepuasan dalam pelayanan. Pelayanan gizi merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang terdapat di Rumah Sakit. Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS) adalah suatu rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan menu sampai pendistribusian makanan kepada konsumen.
BACA:
Asuhan Gizi pada Pasien Stroke
Pelayanan gizi di Rumah Sakit terdiri dari pelayanan gizi rawat jalan, pelayanan gizi rawat inap, penyelenggaraan makan, dan kegiatan penelitian dan pengembangan gizi. Kegiatan pelayanan gizi berhubungan langsung dengan pasien di Rumah Sakit, sehingga mutu 2 pelayanan harus diperhatikan dengan baik. (Depkes RI, 2006).
Peningkatan mutu pelayanan gizi rumah sakit semakin diperlukan sejalan dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat akan haknya sebagai penerima jasa pelayanan sehingga mampu memilih berbagai alternatif pelayanan yang bermutu yang dapat memberikan kepuasan bagi dirinya maupun keluarganya.
Gerson (2001) menyatakan bahwa pemberian mutu dan pelayanan yang baik maka kepuasan pelanggan akan mengikutinya. Pelanggan yang puas akan membawa banyak pelanggan lain, yang kemudian akan membawa lebih banyak lagi pelanggan.
Irawan (2003) menganalisis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan berdasarkan studi literatur dan pengalamannya menjadi konsultan berbagai perusahaan di Indonesia. Terdapat lima faktor utama yang berdampak pada kepuasan pelanggan, yaitu kualitas produk, harga, kualitas pelayanan, faktor emosional dan kemudahan untuk mendapatkan produk atau jasa.
BACA JUGA:
Makanan Sehat yang Nikmat: Resep Makanan Ringan Rendah Kalori
Kepuasan konsumen ditentukan oleh evaluasi terhadap perbedaan antara ekspektasi awal (standar pembanding lainnya) dan persepsi terhadap jasa yang diterima atau setelah pemakaian produk. Konsumen akan puas bila persepsinya sesuai dengan ekspektasi atau harapannya. Proses persepsi seseorang terhadap suatu obyek dipengaruhi oleh pengalaman masa lalunya yang tersimpan dalam memori. Konsumen yang tidak memiliki pengalaman sebelumnya dengan suatu perusahaan maka persepsinya terhadap mutu pelayanan perusahaan tersebut akan didasarkan pada ekspektasinya (Tjiptono dan Chandra, 2007 dalam Sutisna, 2001).
Rumah sakit akan berkompetensi secara global, sehingga upaya peningkatan mutu rumah sakit sangatlah menjadi prioritas. Selain itu, dalam rangka mendukung upaya rujukan dan pelayanan puskesmas maka pelayanan rumah sakit haruslah yang bermutu dan berkualitas. Oleh karena itu, rumah sakit perlu terus berupaya meningkatkan mutu pelayanannya (Supriyanto dan Wulandari, 2011).
Upaya peningkatan mutu pelayanan gizi rumah sakit, tidaklah mudah karena terkait dengan banyak hal. Tinggi rendahnya mutu sangat dipengaruhi sumber daya rumah sakit, interaksi pemanfaatan sumber daya rumah sakit yang digerakkan melalui proses dan prosedur tertentu menghasilkan jasa atau pelayanan (Supriyanto dan Wulandari, 2011).
Mutu merupakan gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan pelanggan baik berupa kebutuhan yang dinyatakan maupun kebutuhan yang tersirat (Supriyanto dan Wulandari, 2011).
Rumah sakit merupakan pelayanan jasa, terdapat mutu pelayanan rumah sakit yang diartikan sebagai derajat kesempurnaan pelayanan rumah sakit untuk memahami kebutuhan masyarakat.
Sumber: Afriyana Siregar & Yenni Okfrianti, Manajemen Pelayanan Gizi Rumah Sakit, 2021, Penerbit Manggu: Bandung.
Tags: Mutu Pelayanan Gizi Rumah Sakit, Pelayanan Gizi, pelayanan gizi rumah sakit
Mutu Pelayanan Gizi Rumah Sakit
MANGGUSTORE.COM – Negara Indonesia termasuk negara yang memiliki mutu pendidikan yang masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Hal yang... selengkapnya
Minuman tradisional telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Selain diwariskan secara turun-temurun, berbagai ramuan alami ini dipercaya memiliki... selengkapnya
Pendidikan tidak pernah lepas dari kehidupan manusia. Semenjak ia dilahirkan hingga ia masuk ke dalam liang lahat pasti manusia itu... selengkapnya
Pendidikan merupakan satu di antara beberapa aspek penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan akan membawa seseorang menuju cahaya, pendidikan akan membawa... selengkapnya
Konflik antara Mangkubumi dengan Pakubuwono III dan VOC telah diselesaikan melalui Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755 dengan hasil memecah... selengkapnya
Amerika Serikat adalah rumah bagi beberapa taman nasional paling spektakuler di dunia. Dari pegunungan hingga gurun pasir, hutan hujan hingga... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Pembanguan sektor pertanian tentu sudah menjadi kewajiban pemerintah. Namun, dalam pembanguan sektor pertanian tidak bisa dilakukan perbidak atau... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Masa anak-anak adalah masa ketika seseorang memiliki sifat imitasi atau meniru apa yang ia lihat, dan ia dengar.... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Etika tidak hanya berguna dalam kehidupan bermasyarakat, dalam dunia bisnis pun diperlukan adanya etika yang harus dipatuhi. Pengertian... selengkapnya
Investasi saham online telah menjadi semakin populer di kalangan pemula yang tertarik untuk membangun kekayaan mereka. Artikel ini akan memberikan... selengkapnya
Kebudayaan merupakan aspek terpenting dalam kehidupan manusia. Sejak awal peradaban hingga saat ini, kebudayaan menjadi landasan dalam membentuk identitas individu… selengkapnya
Rp 65.000Psikologi pembelajaran bertujuan memberi bekal kepada para profesional sebagai pendidik (guru) untuk menguasai konsep-konsep dan teori-teori psikologi serta menerapkannya dalam… selengkapnya
Rp 79.000 Rp 85.900Manajemen keuangan syariah adalah sebuah kegiatan manajerial keuangan untuk mencapai tujuan dengan memperhatikan kesesuaiannya pada prinsip-prinsip Syariah dalam agama Islam…. selengkapnya
Rp 75.900 Rp 84.600Dalam upaya membangun birokrasi yang profesional, akuntabel, dan responsif terhadap dinamika masyarakat, pengelolaan sumber daya manusia di sektor pemerintahan menjadi… selengkapnya
Rp 73.000Pemasaran pariwisata merupakan suatu proses manajemen yang dilakukan oleh organisasi pariwisata setingkat nasional atau industri untuk menentukan wisatawan yang aktual… selengkapnya
Rp 58.000 Rp 64.000Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) atau HRM (Human Resource Management) adalah pengelolaan efisien dan efektif sejumlah individu untuk mencapai tujuan… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 85.000Buku Pengantar Hukum Indonesia ini terdiri dari tiga bagian, XIV Bab sebagai pengantar Hukum Indonesia yang pertama berisi Dasar Dasar… selengkapnya
Rp 115.000Buku Tri Jati Diri Paguyuban Pasundan ini ditulis sebagai media sambung rasa (silaturahim) anggota tim penulis yang notabene adalah pengurus… selengkapnya
Rp 50.000Aljabar linear adalah cabang matematika yang mempelajari sistem persamaan linear, solusinya, vektor, dan transformasi linear. Bidang ini juga berkaitan erat… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Kesalahan berpikir pada hakikatnya jebakan bagi proses penalaran. Seperti rambu – rambu lalu lintas dipasang sebagai peringatan bagi para pemakai… selengkapnya
Rp 50.000

Saat ini belum tersedia komentar.