Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Teh Ayu
● online
Teh Neng
● online
Teh Ayu
● online
Halo, perkenalkan saya Teh Ayu
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Mengungkap Eksistensi Kerajaan Salakanagara dan Runtuhnya

Mengungkap Eksistensi Kerajaan Salakanagara dan Runtuhnya

Diposting pada 1 Oktober 2025 oleh manggustore / Dilihat: 819 kali / Kategori:

Kerajaan Salakanagara, sebuah entitas bersejarah yang mengukir jejaknya di wilayah Nusantara, menjadi sorotan dalam kisah peradaban masa lalu. Dengan akar keberadaan yang menurut sejarawan berlangsung sejak tahun 130 hingga 362 Masehi, Salakanagara menjadi pusat perhatian karena peran pentingnya dalam sejarah Jawa Barat dan kawasan sekitarnya. Kendati begitu, eksistensi serta akhir Kerajaan Salakanagara dipenuhi dengan kontroversi, mitos, dan kurangnya bukti fisik yang konkret.

Asal Mula Kerajaan Salakanagara

Salakanagara menurut sejarah dimulai dengan kedatangan seorang pedagang India, Dewawarman, ke Teluk Lada, Pandeglang. Kepindahan ini menjadi titik awal yang kemudian membawa Dewawarman menikahi putri dari kepala daerah setempat, Aki Tirem. Pada tahun 130 Masehi, Dewawarman kemudian mendirikan Kerajaan Salakanagara dengan ibu kota Rajatapura.

Menurut Naskah Wangsakerta – Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, Dewawarman I menjadi raja pertama dengan gelar Prabu Darmalokapala Aji Raksa Gapura Sagara. Wilayah kekuasaan Salakanagara mencakup Jawa bagian barat dan pulau di sebelah barat Jawa hingga Pulau Sumatera. Keberadaan strategisnya menarik kapal-kapal yang melewati wilayah tersebut untuk memberikan upeti kepada Dewawarman, menandakan kekuasaannya.

BACA JUGA:

Kerajaan Mataram Kuno: Kehidupan, Kebudayaan, dan Peninggalan Bersejarah

Setelah Dewawarman I, takhta kerajaan dilanjutkan oleh putranya, Dewawarman II, dan berlanjut hingga Dewawarman IX. Namun, Kerajaan Salakanagara hanya berdiri selama 232 tahun, lalu bergabung di bawah Kerajaan Tarumanegara.

Peninggalan Kerajaan Salakanagara

Meskipun keberadaannya dipenuhi dengan keraguan, beberapa lokasi dan artefak di Pandeglang disebut-sebut sebagai peninggalan Kerajaan Salakanagara. Curug Putri, Menhir Cihunjuran, Dolmen, Batu Dakon, dan Batu Magnit menjadi beberapa penemuan yang dipercaya terkait dengan Salakanagara.

Namun, beberapa peneliti meyakini bahwa sebagian besar peninggalan ini telah musnah akibat letusan Gunung Krakatau, sehingga keberadaan Kerajaan Salakanagara sulit diidentifikasi. Kontroversi lain muncul karena minimnya bukti fisik yang jelas yang menguatkan eksistensi kerajaan ini.

Kontroversi seputar Kerajaan Salakanagara

Tak adanya dukungan dari bukti fisik, seperti arca, prasasti, atau candi dari masa Salakanagara, membuat sejarah kerajaan ini seringkali dianggap sebagai cerita tanpa bukti atau mitos. Beberapa aspek kontroversial ini menyoroti kekaburan seputar keberadaan dan kekuatan sejarah Kerajaan Salakanagara. Beberapa literasi serta kunjungan ke perpustakaan terbatas di masa lalu memperumit pemahaman akan kerajaan ini.

Keterbatasan Literasi dan Faktor-faktor Pendukung

Keterbatasan literasi pada masa lalu, minimnya penelitian, perseteruan politik, dan faktor-faktor sosial seperti ketidakamanan dalam negeri, pendidikan yang terbatas, dan kendala transportasi menjadi kendala bagi pemahaman mendalam tentang Salakanagara.

BACA JUGA:

Menggali Sejarah Gemilang: Kerajaan Singhasari dan Warisan Bersejarah

Namun, pengetahuan yang ada sekarang, terutama yang bersumber dari naskah-naskah kuno seperti Naskah Wangsakerta, memberikan gambaran tentang keberadaan kerajaan tersebut. Memahami bahwa eksistensi kerajaan ini masih dalam perdebatan dan belum didukung oleh bukti fisik yang kuat, menjadi penting dalam memahami kisah sejarah di wilayah Nusantara.

Masa Depan Penelitian Sejarah

Seiring dengan perubahan zaman dan berkembangnya kemampuan teknologi, harapannya adalah bahwa penelitian tentang Salakanagara akan semakin berkembang. Dukungan akan ilmu pengetahuan, arkeologi, dan teknologi dapat membantu mengungkap misteri seputar eksistensi serta akhir dari Kerajaan Salakanagara.

Kesimpulannya

Salakanagara, kendati memiliki pengaruh penting dalam kisah sejarah Nusantara, tetap menjadi pusat perdebatan. Keterbatasan bukti fisik, seperti arca, prasasti, atau peninggalan bangunan, meninggalkan banyak celah bagi kontroversi seputar eksistensi dan pengetahuan yang valid tentang kerajaan ini. Sejarah Nusantara merupakan sebuah teka-teki yang masih perlu diungkap, dan Kerajaan Salakanagara menjadi salah satu bagian yang memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menggali kebenaran di balik mitos dan kontroversi yang menyelimuti eksistensinya.

Referensi

Tim Redaksi. 2023. “Kerajaan Salakanagara.” Wikipediaensiklopedia. Rubrik Berita. Edisi Senin, 21 Desember. https://id.wikipedia.org/ diakses Selasa, 07 November 2023, 10:24.

Tim Redaksi. 2023. “5 Peninggalan Kerajaan Salakanagara dan Penyebab Keruntuhannya.” Ragaminfo. Rubrik Berita. Edisi Senin, 11 Juni. https://kumparan.com/ diakses Selasa, 07 November 2023, 10:54.

Hera Hastuti, Sejarah Nusantara Zaman Hindu dan Buddha, Penerbit Manggu.

Zul ‘Asri, Sejarah Nusantara Zaman Hindu dan Buddha, Penerbit Manggu.

Zafri, Sejarah Nusantara Zaman Hindu dan Buddha, Penerbit Manggu.

Tags: ,

Bagikan ke

Mengungkap Eksistensi Kerajaan Salakanagara dan Runtuhnya

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Mengungkap Eksistensi Kerajaan Salakanagara dan Runtuhnya

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: