Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
Teh Ayu● online 6282116932476
Teh Neng● online 6282116932479
● online
- Panduan Praktikum Toksikologi Non Klinik....
- Model Pembelajaran Inovatif....
- Relasi Islam dan Tradisi Lokal....
- Perioperatif....
- Panduan Praktikum Imunoserologi 1....
- Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan....
- Buku Latih Algoritma dan Pemrograman....
- Uji Organoleptik: Seni Menilai Kualitas Pangan....
Keagungan dan Kekayaan Kerajaan Kalingga: Memahami Warisan Gemilang Jawa Tengah
Indonesia, sebagai negeri kaya akan sejarah dan keberagaman budaya, menyimpan banyak rahasia di setiap lembah dan pesisirnya. Salah satu babak megah dalam lembaran sejarah Indonesia adalah Kerajaan Kalingga, sebuah peradaban Buddha yang menyinari Jawa Tengah pada abad ke-6 hingga ke-7 Masehi. Melibatkan diri dalam kisah ini, kita dapat menggali keagungan dan kekayaan kerajaan yang berdiri megah di antara peradaban Hindu-Buddha yang memukau.
Keberdirian dan Puncak Kejayaan
Riwayat peradaban Nusantara, Kerajaan Kalingga muncul sebagai kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang berdiri megah pada abad ke-6 Masehi. Pendirinya, Prabhu Wasumurti, dengan tangan bijaknya membimbing kerajaan ini dari pusatnya di wilayah Jepara, Jawa Tengah. Kejayaan Kerajaan Kalingga mencapai puncaknya di bawah pemerintahan Ratu Shima pada tahun 674-695 Masehi. Ratu Shima, seorang penguasa wanita yang bijaksana dan tegas, memerintah dengan keadilan. Salah satu peraturan terkenal yang dikeluarkannya adalah ancaman pemotongan tangan bagi pencuri, mencerminkan keputusan tegas untuk menegakkan hukum dan ketertiban. Kerajaan ini bukan hanya menjadi arena bagi pembangunan politik dan ekonomi yang pesat, tetapi juga menandai masa kemegahan dalam bidang sosial dan budaya.
BACA JUGA:
3 Kerajaan di Pulau Jawa
Sumber Sejarah Kerajaan Kalingga
Menyusuri lorong-lorong waktu Kerajaan Kalingga, kita menemui sumber sejarah yang menjadi jendela ke masa lampau. Prasasti-prasasti seperti Prasasti Sojomerto, Prasasti Gondosuli, dan Prasasti Canggal menjadi saksi bisu dari keberadaan dan perjalanan kerajaan ini. Bahasa Sansekerta dan aksara Pallawa digunakan dalam penulisan prasasti-prasasti ini, menjadi petunjuk berharga bagi para sejarawan dalam merangkai kembali potret sejarah Kerajaan Kalingga. Tidak hanya itu, catatan-catatan Tiongkok juga memberikan pencerahan mengenai letak geografis, kehidupan sosial, dan penguasa-penguasa yang memimpin Kerajaan Kalingga. Karya sastra Sunda, Naskah Carita Parahyangan, menyusun lapisan tambahan dalam merinci hubungan Kerajaan Kalingga dengan kerajaan-kerajaan sekitarnya.
Penguasa-Penguasa Terkemuka
Di dalam perjalanan gemilang Kerajaan Kalingga, penguasa-penguasa terkemuka turut mengukir sejarah. Prabhu Wasugeni, Prabhu Wasudewa, dan Prabhu Kartikeyasingha adalah beberapa nama yang memimpin dengan visi besar, membangun dan memperluas wilayah dengan bijak. Namun, kejayaan ini juga disertai dengan tantangan, mulai dari persaingan dengan kerajaan-kerajaan tetangga hingga pemberontakan bawahan. Bahkan, perubahan agama dari Hindu-Buddha ke Islam pada abad ke-8 Masehi menandai perubahan besar yang membayangi keberlangsungan Kerajaan Kalingga.
Keruntuhan dan Warisan Peninggalan
Keruntuhan Kerajaan Kalingga pada abad ke-8 Masehi menjadi babak penutup dari perjalanan megahnya. Perang saudara, serangan dari kerajaan-kerajaan tetangga, dan perubahan iklim menjadi faktor-faktor penentu yang meruntuhkan kebesaran Kerajaan Kalingga. Meskipun begitu, warisan peninggalan tak terbantahkan tetap menjadi saksi sejarah yang menggoda penelitian dan eksplorasi. Prasasti-prasasti seperti Prasasti Sojomerto, Prasasti Gondosuli, dan Prasasti Canggal menjadi batu pijakan sejarah yang menandai keberadaan Kerajaan Kalingga. Jejak kerajaan ini juga dapat ditemukan dalam Naskah Carita Parahyangan yang menceritakan tentang hubungan antara Kerajaan Kalingga dengan kerajaan-kerajaan di Jawa Barat.
Pesona dan Daya Tarik Warisan
Walaupun Kerajaan Kalingga telah lama menghilang dari panggung sejarah, kehadiran dan keagungannya tetap hidup dalam warisan yang ditinggalkannya. Sisa-sisa peninggalan sejarah seperti candi, kitab, dan arsitektur, menjadi pesona tersendiri yang terus memikat peneliti, sejarawan, dan para pelajar sejarah. Candi-candi yang masih berdiri kokoh, menjadi saksi bisu akan kemegahan arsitektur dan kemajuan kebudayaan Kerajaan Kalingga. Peninggalan ini tidak hanya menjadi kumpulan batu dan pahatan, melainkan juga jendela yang mengarah pada pengertian lebih dalam mengenai kehidupan masyarakat dan keyakinan spiritual pada masa itu.
BACA JUGA:
Mengungkap Eksistensi Kerajaan Salakanagara dan Runtuhnya
Kesimpulan
Melalui perjalanan sejarah Kerajaan Kalingga, kita menapaki lorong waktu yang membawa kita pada keagungan dan kekayaan sebuah peradaban Buddha di Jawa Tengah. Meskipun telah berlalu ratusan tahun, namun kehadiran dan prestasi Kerajaan Kalingga tetap memancarkan pesona yang menggoda untuk dijelajahi lebih lanjut. Sumber sejarah yang ada, seperti prasasti-prasasti dan naskah kuno, memberikan jendela berharga bagi kita untuk memahami kehidupan dan perjalanan kerajaan ini. Dengan menggali lebih dalam, kita dapat merasakan getaran sejarah yang hidup dan berkembang di tanah
Referensi
Tim Redaksi 2023. “Sejarah Kerajaan Kalingga.” Sman13Semarang. Rubrik Berita. Edisi Senin, 02 Februari. https://sma13smg.sch.id/ diakses Selasa, 14 November 2023, 08:54.
Tim Redaksi. 2021. “Sejarah Ke4rajaan kalingga dan Jejak Peninggalannya.” cnnindonesia. Rubrik Berita. Edisi Jumat, 04 Juni. https://app.cnnindonesia.com/ diakses Selasa, 14 November 2023, 08:54.
Tim Redaksi. 2023. “Sejarah Kerajaan Kalingga: Dari Masa Kejayaan Hingga Keruntuhan.” Uinannurlampung. Rubrik Berita. Edisi Rabu, 10 Agustus. https://an-nur.ac.id/ diakses Kamis, 26 Oktober 2023, 14:34.
Tim Redaksi. 2023. “Kerajaan Kalingga.” Wikipediaensiklopedia. Rubrik Berita. Edisi Senin, 08 September. https://id.wikipedia.org/ diakses Rabu, 08 November 2023, 08:24.
Hera Hastuti, Nusantara Zaman Peradaban Islam, Penerbit Manggu.
Iqrima Basri, Nusantara Zaman Peradaban Islam, Penerbit Manggu.
Zafri, Nusantara Zaman Peradaban Islam, Penerbit Manggu.
Tags: Kerajaan di Pulau Jawa, nusantara zaman peradaban islam
Keagungan dan Kekayaan Kerajaan Kalingga: Memahami Warisan Gemilang Jawa Tengah
Selandia Baru atau New Zealand adalah negeri yang dihiasi oleh alam. Keindahan alam di negeri ini memukau setiap orang yang... selengkapnya
Kesejahteraan psikologis, atau well-being, adalah konsep yang melibatkan perasaan kebahagiaan, kepuasan hidup, dan keseimbangan emosional dalam kehidupan seseorang. Ini adalah... selengkapnya
Asia Tenggara dikenal dengan keindahan alamnya, terutama pantai-pantai yang memukau. Dalam artikel ini, kami akan membahas 7 pulau cantik di... selengkapnya
Ilmu telah berkembang pesat mengikuti zamannya yang berkembang, para ilmuwan telah mengetahui akan adanya penyalahgunaan ilmu. Ilmu dapat mengubah manusia... selengkapnya
Cinta adalah perasaan yang indah, tetapi menjaga hubungan asmara tetap harmonis bisa menjadi tantangan. Namun, dengan komunikasi yang baik dan... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Mendapatkan pendidikan tentunya kita harus melalui jalan pembelajaran. Tetapi, belum tentu hanya dengan pembelajaran saja yang berjalan pasif... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Pada dasarnya, pemimpin adalah seorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain dalam bekerja dengan menggunakan apa... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Pengelolaan keuangan yang baik adalah pondasi yang tak tergantikan untuk kesuksesan bisnis. Bagi para pengusaha pemula, menjaga kendali... selengkapnya
Stres kerja adalah tantangan yang umum di tempat kerja modern. Seringkali, salah satu faktor yang berkontribusi terhadap stres kerja adalah... selengkapnya
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung ekonomi di banyak negara, termasuk Indonesia. Pelaku usaha UMKM sering menghadapi... selengkapnya
Instrumen Analisis Fisika merupakan suatu alat untuk membantu melakukan suatu analisis terhadap besaran fisika. Instrumen Analisis Fisika ini membahas spektrometer… selengkapnya
Rp 95.000 Rp 118.900Buah tomat merupakan salah satu komoditi hortikutura yang setelah dipanen masih melakukan aktivitas hidup.Tomat (Licopersicum esculentum mill) .Merupakan komoditas penting… selengkapnya
Rp 119.070 Rp 132.300Gemba kaizen adalah budaya jepang untuk melakukan perbaikan dan peningkatan secara terus atau berkesinambungan di tempat kerja. Budaya jepang ini… selengkapnya
Rp 50.000Pembelajaran di era milenial tak lagi mengandalkan papan tulis dan kapur, melainkan alat-alat elektronik dan kecanggihan teknologi. Guru harus mahir… selengkapnya
Rp 61.900 Rp 68.900Etika Bisnis Islam adalah etika bisnis yang mengedepankan nilai-nilai al Qur’an dalam aktivitas bisnis atau perniagaan. Etika adalah studi standar… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 85.000Orang Baduy dari Banten etnografi jul jacobs- Buku De Badoej’s, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ini dengan judul: Etnografi… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 80.000Suluk Linglung Sunan Kalijaga adalah salah satu karya sastra klasik Jawa yang sangat terkenal dan dihormati dalam masyarakat Jawa. Suluk… selengkapnya
Rp 65.000 Rp 75.500Pokoknya Filsafat Pengarang: E. Mulya Syamsul Isi: 219 hal Ukuran: 14,5 x 20 cm Kertas: Bookpaper ISBN: 978-602-50508-7-9 Terbit: 2018… selengkapnya
Rp 27.000 Rp 30.000Buku Sharia Compliance: Teori dan Aplikasinya pada Lembaga Keungan Syariah ini adalah sebuah panduan ajar dalam program studi ekonomi syariah… selengkapnya
Rp 84.000 Rp 93.600Dasar-Dasar Penerjemahan Umum menjelaskan hakikat penerjemahan, kompetensi penerjemahan dan proses penerjemahan, metode penerjemahan, prosedur penerjemahan transposisi, Prosedur penerjemahan modulasi, prosedur… selengkapnya
Rp 61.500 Rp 65.500

Saat ini belum tersedia komentar.