Beranda » Blog » Kerajaan Blambangan: Sebuah Kisah Mencengangkan di Puncak Pulau Jawa

Kerajaan Blambangan: Sebuah Kisah Mencengangkan di Puncak Pulau Jawa

Diposting pada 15 September 2025 oleh manggustore / Dilihat: 586 kali / Kategori:

Kerajaan Blambangan, pusat kekuasaan di ujung timur Pulau Jawa, menjadi salah satu peradaban terpenting sepanjang sejarah Nusantara. Diperkirakan sebagai kerajaan Hindu terakhir di Pulau Jawa, Blambangan menyimpan deretan kisah menarik dari masa keemasan hingga kemunduran yang akhirnya memengaruhi perubahan peta kekuasaan di wilayah tersebut.

Perang dan Ketahanan

Blambangan terkenal karena perlawanannya yang gigih terhadap serangan dari berbagai pihak. Di antaranya, serangan Pasuruan yang terjadi pada tahun 1540-an, 1580-an, dan 1590-an, serta serangan dari Sultan Agung Mataram pada tahun 1633. Meskipun berbagai pihak berusaha menaklukkan Blambangan, keberhasilan untuk menguasainya terbukti sulit.

BACA JUGA:

Kerajaan Ternate: Sejarah, Kekuasaan, dan Kekayaan Budaya di Nusantara

Asal Usul Kerajaan Blambangan

Asal usul terbentuknya Kerajaan Blambangan terbungkus dalam legenda dan sebagian besar mitos. Salah satu kisah yang diceritakan dalam sejarahnya adalah mengenai Damarwulan dan Minakjingga, yang merujuk pada masa sekitar runtuhnya Kerajaan Singasari.

Informasi yang ada tentang berdirinya Blambangan tidaklah melimpah. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit, membuat perjanjian dengan Arya Wiraraja yang berkaitan dengan pembagian wilayah. Perjanjian itu terbentuk ketika Raden Wijaya meminta bantuan Arya Wiraraja dalam menjatuhkan Jayakatwang. Meskipun hubungan keduanya sangat dekat, Arya Wiraraja tampaknya keluar dari struktur pemerintahan Majapahit pada tahun 1296, mungkin setelah anaknya, Ronggolawe, terbunuh karena memberontak terhadap Majapahit.

Pusat Kekuasaan dan Wilayah

Blambangan berpusat di Banyuwangi, dikenal sebelumnya dengan sebutan Blambangan. Awalnya, kerajaan ini hanya berupa hutan yang meliputi wilayah Gunung Bromo hingga tepi Jawa Timur. Namun, perubahan raja dan usaha ekspansi wilayah mengakibatkan perluasan wilayah, yang kemudian mencakup Bondowoso, Jember, Situbondo, dan Lumajang. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Selat Bali dan dikelilingi oleh lautan menjadikan Blambangan strategis secara geografis.

Raja dan Masa Kejayaan

Dalam sejarahnya, Arya Wiraraja dianggap sebagai pendiri Kerajaan Blambangan. Setelah berkuasa, dia digantikan oleh Arya Nambi. Namun, kerajaan ini juga mengalami kekosongan tahta pada tahun 1352. Roda pemerintahan terus berputar hingga mencapai masa kejayaan di bawah pemerintahan Tawang Alun II (1665-1691). Pada masa ini, Blambangan mencapai puncak kekuasaannya, memerintah wilayah Jember, Situbondo, Lumajang, dan sebagian Bali. Selama pemerintahan Tawang Alun, masyarakat hidup dalam kemakmuran dan damai.

BACA JUGA:

Akulturasi Budaya

Kemunduran dan Peninggalan

Namun, pasca pemerintahan Tawang Alun, kerajaan ini mengalami kemunduran akibat perang saudara. Puputan Bayu pada akhir abad ke-18 menandai kemunduran ini, di mana VOC mengambil alih Blambangan dan menggabungkannya dengan Karesidenan Besuki. Dalam kepemimpinan ini, Blambangan secara bertahap beralih ke Islam.

Peninggalan fisik seperti Tembok Rejo dan Siti Hinggil menjadi saksi sejarah keberadaan Blambangan. Tembok Rejo, berbentuk mirip benteng, membuktikan keberadaan kerajaan ini, sementara Siti Hinggil, pos pengawasan pelabuhan, menegaskan keberadaan Blambangan saat masa kejayaannya.

Sarana Pendidikan

Kerajaan Blambangan, meskipun terkadang dilupakan dalam sejarah, memberikan pelajaran yang berharga. Ketenangan dan kemakmuran di masa pemerintahan Tawang Alun dan berbagai catatan sejarah sebelumnya menandakan potensi suatu kerajaan untuk mencapai kejayaan, kendati tak jarang diikuti oleh masa-masa kemunduran.

Tentu saja, sumber daya sejarah dapat memberikan lebih banyak insight mengenai masa-masa Kerajaan Blambangan ini. Kesaksian fisik yang ditinggalkan oleh zaman dahulu masih dapat kita lihat sebagai saksi bisu akan keagungan dan kemunduran suatu kerajaan yang pernah berkuasa di puncak Pulau Jawa.

Referensi

Tim Redaksi. 2023. “Kerajaan Blambangan.” Wikipediaensiklopedia. Rubrik Berita. Edisi Senin, 21 September. https://id.wikipedia.org/ diakses Rabu, 08 November 2023, 08:24.

Tim Redaksi. 2021. “Sejarah Kerajaan Blambangan, Kerajaan di Tanah Banyuwangi.” daihatsu. Rubrik Berita. Edisi Senin, 03 Maret. https://daihatsu.co.id/ diakses Rabu, 08 November 2023, 08:24.

Deni Miharja, Islam dan Budaya Sunda, Penerbit Manggu.

Tags: , ,

Bagikan ke

Kerajaan Blambangan: Sebuah Kisah Mencengangkan di Puncak Pulau Jawa

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Kerajaan Blambangan: Sebuah Kisah Mencengangkan di Puncak Pulau Jawa

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: