● online
- Kapita Selekta Pendidikan Islam....
- Kebijakan Sektor Publik: Analisis, Implementasi da....
- Budaya Organisasi Perspektif Administrasi Publik -....
- Psikologi Dasar....
- Filsafat Peripatetik Islam Ibnu Sina....
- Teori dan Aplikasi Manajemen Strategi, Penerapan S....
- Sosiologi Birokrasi Masyarakat Benua Maritim....
- Pengantar Hukum Indonesia - Dr. Muh. Nasir....
Kerajaan Blambangan: Sebuah Kisah Mencengangkan di Puncak Pulau Jawa
Kerajaan Blambangan, pusat kekuasaan di ujung timur Pulau Jawa, menjadi salah satu peradaban terpenting sepanjang sejarah Nusantara. Diperkirakan sebagai kerajaan Hindu terakhir di Pulau Jawa, Blambangan menyimpan deretan kisah menarik dari masa keemasan hingga kemunduran yang akhirnya memengaruhi perubahan peta kekuasaan di wilayah tersebut.
Perang dan Ketahanan
Blambangan terkenal karena perlawanannya yang gigih terhadap serangan dari berbagai pihak. Di antaranya, serangan Pasuruan yang terjadi pada tahun 1540-an, 1580-an, dan 1590-an, serta serangan dari Sultan Agung Mataram pada tahun 1633. Meskipun berbagai pihak berusaha menaklukkan Blambangan, keberhasilan untuk menguasainya terbukti sulit.
BACA JUGA:
Kerajaan Ternate: Sejarah, Kekuasaan, dan Kekayaan Budaya di Nusantara
Asal Usul Kerajaan Blambangan
Asal usul terbentuknya Kerajaan Blambangan terbungkus dalam legenda dan sebagian besar mitos. Salah satu kisah yang diceritakan dalam sejarahnya adalah mengenai Damarwulan dan Minakjingga, yang merujuk pada masa sekitar runtuhnya Kerajaan Singasari.
Informasi yang ada tentang berdirinya Blambangan tidaklah melimpah. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit, membuat perjanjian dengan Arya Wiraraja yang berkaitan dengan pembagian wilayah. Perjanjian itu terbentuk ketika Raden Wijaya meminta bantuan Arya Wiraraja dalam menjatuhkan Jayakatwang. Meskipun hubungan keduanya sangat dekat, Arya Wiraraja tampaknya keluar dari struktur pemerintahan Majapahit pada tahun 1296, mungkin setelah anaknya, Ronggolawe, terbunuh karena memberontak terhadap Majapahit.
Pusat Kekuasaan dan Wilayah
Blambangan berpusat di Banyuwangi, dikenal sebelumnya dengan sebutan Blambangan. Awalnya, kerajaan ini hanya berupa hutan yang meliputi wilayah Gunung Bromo hingga tepi Jawa Timur. Namun, perubahan raja dan usaha ekspansi wilayah mengakibatkan perluasan wilayah, yang kemudian mencakup Bondowoso, Jember, Situbondo, dan Lumajang. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Selat Bali dan dikelilingi oleh lautan menjadikan Blambangan strategis secara geografis.
Raja dan Masa Kejayaan
Dalam sejarahnya, Arya Wiraraja dianggap sebagai pendiri Kerajaan Blambangan. Setelah berkuasa, dia digantikan oleh Arya Nambi. Namun, kerajaan ini juga mengalami kekosongan tahta pada tahun 1352. Roda pemerintahan terus berputar hingga mencapai masa kejayaan di bawah pemerintahan Tawang Alun II (1665-1691). Pada masa ini, Blambangan mencapai puncak kekuasaannya, memerintah wilayah Jember, Situbondo, Lumajang, dan sebagian Bali. Selama pemerintahan Tawang Alun, masyarakat hidup dalam kemakmuran dan damai.
BACA JUGA:
Akulturasi Budaya
Kemunduran dan Peninggalan
Namun, pasca pemerintahan Tawang Alun, kerajaan ini mengalami kemunduran akibat perang saudara. Puputan Bayu pada akhir abad ke-18 menandai kemunduran ini, di mana VOC mengambil alih Blambangan dan menggabungkannya dengan Karesidenan Besuki. Dalam kepemimpinan ini, Blambangan secara bertahap beralih ke Islam.
Peninggalan fisik seperti Tembok Rejo dan Siti Hinggil menjadi saksi sejarah keberadaan Blambangan. Tembok Rejo, berbentuk mirip benteng, membuktikan keberadaan kerajaan ini, sementara Siti Hinggil, pos pengawasan pelabuhan, menegaskan keberadaan Blambangan saat masa kejayaannya.
Sarana Pendidikan
Kerajaan Blambangan, meskipun terkadang dilupakan dalam sejarah, memberikan pelajaran yang berharga. Ketenangan dan kemakmuran di masa pemerintahan Tawang Alun dan berbagai catatan sejarah sebelumnya menandakan potensi suatu kerajaan untuk mencapai kejayaan, kendati tak jarang diikuti oleh masa-masa kemunduran.
Tentu saja, sumber daya sejarah dapat memberikan lebih banyak insight mengenai masa-masa Kerajaan Blambangan ini. Kesaksian fisik yang ditinggalkan oleh zaman dahulu masih dapat kita lihat sebagai saksi bisu akan keagungan dan kemunduran suatu kerajaan yang pernah berkuasa di puncak Pulau Jawa.
Referensi
Tim Redaksi. 2023. “Kerajaan Blambangan.” Wikipediaensiklopedia. Rubrik Berita. Edisi Senin, 21 September. https://id.wikipedia.org/ diakses Rabu, 08 November 2023, 08:24.
Tim Redaksi. 2021. “Sejarah Kerajaan Blambangan, Kerajaan di Tanah Banyuwangi.” daihatsu. Rubrik Berita. Edisi Senin, 03 Maret. https://daihatsu.co.id/ diakses Rabu, 08 November 2023, 08:24.
Deni Miharja, Islam dan Budaya Sunda, Penerbit Manggu.
Tags: Akulturasi Budaya, Kerajaan Blambangan, Kerajaan di Pulau Jawa
Kerajaan Blambangan: Sebuah Kisah Mencengangkan di Puncak Pulau Jawa
Reiki adalah bentuk terapi penyembuhan yang berasal dari Jepang pada awal abad ke-20. Praktik ini berfokus pada pengaliran energi penyembuhan... selengkapnya
Komunikasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Melalui komunikasi, seseorang dapat menyampaikan pikiran, perasaan, kebutuhan, serta membangun hubungan... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Bahasa adalah salah satu aspek yang terus berkembang dalam kehidupan sosial masyarakat. Di Indonesia, kita dapat melihat perkembangan... selengkapnya
Pengembangan karier adalah sebagian dari perjalanan mencapai impian dan menjadi versi yang lebih baik dari diri sendiri di tempat kerja.... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) terdiri dari kata manajemen dan sumber daya manusia. Manajemen adalah seni mengatur proses... selengkapnya
Pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan Islam tertua di Indonesia selalu menarik untuk dikaji. Terlebih dewasa ini pesantren sering menghadapi banyak... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Sebelum terciptanya semesta alam dan isinya. Allah Swt. menetapkan manusia sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi ini... selengkapnya
Indonesia dengan kekayaan budaya dan sejarahnya yang luar biasa, adalah surga bagi para pencinta wisata sejarah. Negara ini tidak hanya... selengkapnya
Pernikahan adalah langkah penting dalam hidup seseorang, dan mempersiapkannya adalah hal yang tidak boleh diabaikan. Salah satu cara persiapan yang... selengkapnya
Rekrutmen yang efektif adalah salah satu komponen kunci dalam pertumbuhan dan kesuksesan perusahaan. Untuk membangun tim yang kuat dan berbakat,... selengkapnya
Pengembangan SDM atau pengembangan sumber daya manusia merupakan suatu perencanaan mengenai cara bagaimana kualitas SDM mampu berkembang ke arah yang… selengkapnya
Rp 59.900 Rp 65.000Juru pemantau jentik atau jumantik merupakan anggota masyarakat yang dilatih oleh Puskesmas setempat untuk memantau keberadaan dan perkembangan jentik nyamuk… selengkapnya
Rp 35.000Pemerintahan Daerah merupakan sub-ordinat dari Pemerintahan Pusat (Pemerintahan Negara). Untuk itu maka penyelenggaran pemerintahan di daerah tidak terlepas dari koordinasi… selengkapnya
Rp 60.000Penyuluhan pertanian adalah upaya yang dilakukan dalam rangka mengubah perilaku petani dan keluarganya, agar mereka mengetahui dan mempunyai kemauan serta… selengkapnya
Rp 60.300 Rp 67.000Kulit kuning disebabkan oleh penumpukan bilirubin dalam darah. Penyakit kuning dapat terjadi jika hati tidak dapat secara efisien memproses sel… selengkapnya
Rp 65.000Di era globalisasi dan digitalisasi yang bergerak begitu cepat, lembaga pendidikan Islam dituntut untuk mampu bertransformasi melalui sistem manajemen yang… selengkapnya
Rp 65.000Dalam buku ini, tertulis bagaimana pentingnya pengantar dan juga bagaimana materi yang telah disajikan yang relevan dengan mata kuliah mengenai… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 66.500Pembangunan jalan dan jembatan tidak hanya berbicara tentang konektivitas, tetapi juga tentang bagaimana menjaga keseimbangan lingkungan di tengah pesatnya pembangunan…. selengkapnya
Rp 67.500Lahan pertanian di Daerah Aliran Sungai sering kali memiliki karakteristik yang berbeda, dengan potensi risiko erosi yang tinggi dan perubahan… selengkapnya
Rp 79.500Membentuk warga negara yang baik tidak dimulai ketika seseorang dewasa—semuanya berawal dari nilai yang ditanamkan sejak bangku sekolah dasar. Di… selengkapnya
*Harga Hubungi CS


Saat ini belum tersedia komentar.