Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
Teh Ayu● online 6282116932476
Teh Neng● online 6282116932479
● online
- Pembelajaran IPS SD/MI....
- Anatomi Hewan dan Manusia....
- HARMONI KELUARGA BEDA AGAMA: Komunikasi Antarkelua....
- Analisa Industri dan Pengupahan di Indonesia....
- Buku Latih Algoritma dan Pemrograman....
- Jaringan dan Pembaharuan Ulama Tafsir Nusantara Ab....
- Strategi Pengelolaan Gudang dan Inventori....
- Ekologi Pemerintahan: Konsep dan Paradigma Baru Si....
Kerajaan Blambangan: Sebuah Kisah Mencengangkan di Puncak Pulau Jawa
Kerajaan Blambangan, pusat kekuasaan di ujung timur Pulau Jawa, menjadi salah satu peradaban terpenting sepanjang sejarah Nusantara. Diperkirakan sebagai kerajaan Hindu terakhir di Pulau Jawa, Blambangan menyimpan deretan kisah menarik dari masa keemasan hingga kemunduran yang akhirnya memengaruhi perubahan peta kekuasaan di wilayah tersebut.
Perang dan Ketahanan
Blambangan terkenal karena perlawanannya yang gigih terhadap serangan dari berbagai pihak. Di antaranya, serangan Pasuruan yang terjadi pada tahun 1540-an, 1580-an, dan 1590-an, serta serangan dari Sultan Agung Mataram pada tahun 1633. Meskipun berbagai pihak berusaha menaklukkan Blambangan, keberhasilan untuk menguasainya terbukti sulit.
BACA JUGA:
Kerajaan Ternate: Sejarah, Kekuasaan, dan Kekayaan Budaya di Nusantara
Asal Usul Kerajaan Blambangan
Asal usul terbentuknya Kerajaan Blambangan terbungkus dalam legenda dan sebagian besar mitos. Salah satu kisah yang diceritakan dalam sejarahnya adalah mengenai Damarwulan dan Minakjingga, yang merujuk pada masa sekitar runtuhnya Kerajaan Singasari.
Informasi yang ada tentang berdirinya Blambangan tidaklah melimpah. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit, membuat perjanjian dengan Arya Wiraraja yang berkaitan dengan pembagian wilayah. Perjanjian itu terbentuk ketika Raden Wijaya meminta bantuan Arya Wiraraja dalam menjatuhkan Jayakatwang. Meskipun hubungan keduanya sangat dekat, Arya Wiraraja tampaknya keluar dari struktur pemerintahan Majapahit pada tahun 1296, mungkin setelah anaknya, Ronggolawe, terbunuh karena memberontak terhadap Majapahit.
Pusat Kekuasaan dan Wilayah
Blambangan berpusat di Banyuwangi, dikenal sebelumnya dengan sebutan Blambangan. Awalnya, kerajaan ini hanya berupa hutan yang meliputi wilayah Gunung Bromo hingga tepi Jawa Timur. Namun, perubahan raja dan usaha ekspansi wilayah mengakibatkan perluasan wilayah, yang kemudian mencakup Bondowoso, Jember, Situbondo, dan Lumajang. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Selat Bali dan dikelilingi oleh lautan menjadikan Blambangan strategis secara geografis.
Raja dan Masa Kejayaan
Dalam sejarahnya, Arya Wiraraja dianggap sebagai pendiri Kerajaan Blambangan. Setelah berkuasa, dia digantikan oleh Arya Nambi. Namun, kerajaan ini juga mengalami kekosongan tahta pada tahun 1352. Roda pemerintahan terus berputar hingga mencapai masa kejayaan di bawah pemerintahan Tawang Alun II (1665-1691). Pada masa ini, Blambangan mencapai puncak kekuasaannya, memerintah wilayah Jember, Situbondo, Lumajang, dan sebagian Bali. Selama pemerintahan Tawang Alun, masyarakat hidup dalam kemakmuran dan damai.
BACA JUGA:
Akulturasi Budaya
Kemunduran dan Peninggalan
Namun, pasca pemerintahan Tawang Alun, kerajaan ini mengalami kemunduran akibat perang saudara. Puputan Bayu pada akhir abad ke-18 menandai kemunduran ini, di mana VOC mengambil alih Blambangan dan menggabungkannya dengan Karesidenan Besuki. Dalam kepemimpinan ini, Blambangan secara bertahap beralih ke Islam.
Peninggalan fisik seperti Tembok Rejo dan Siti Hinggil menjadi saksi sejarah keberadaan Blambangan. Tembok Rejo, berbentuk mirip benteng, membuktikan keberadaan kerajaan ini, sementara Siti Hinggil, pos pengawasan pelabuhan, menegaskan keberadaan Blambangan saat masa kejayaannya.
Sarana Pendidikan
Kerajaan Blambangan, meskipun terkadang dilupakan dalam sejarah, memberikan pelajaran yang berharga. Ketenangan dan kemakmuran di masa pemerintahan Tawang Alun dan berbagai catatan sejarah sebelumnya menandakan potensi suatu kerajaan untuk mencapai kejayaan, kendati tak jarang diikuti oleh masa-masa kemunduran.
Tentu saja, sumber daya sejarah dapat memberikan lebih banyak insight mengenai masa-masa Kerajaan Blambangan ini. Kesaksian fisik yang ditinggalkan oleh zaman dahulu masih dapat kita lihat sebagai saksi bisu akan keagungan dan kemunduran suatu kerajaan yang pernah berkuasa di puncak Pulau Jawa.
Referensi
Tim Redaksi. 2023. “Kerajaan Blambangan.” Wikipediaensiklopedia. Rubrik Berita. Edisi Senin, 21 September. https://id.wikipedia.org/ diakses Rabu, 08 November 2023, 08:24.
Tim Redaksi. 2021. “Sejarah Kerajaan Blambangan, Kerajaan di Tanah Banyuwangi.” daihatsu. Rubrik Berita. Edisi Senin, 03 Maret. https://daihatsu.co.id/ diakses Rabu, 08 November 2023, 08:24.
Deni Miharja, Islam dan Budaya Sunda, Penerbit Manggu.
Tags: Akulturasi Budaya, Kerajaan Blambangan, Kerajaan di Pulau Jawa
Kerajaan Blambangan: Sebuah Kisah Mencengangkan di Puncak Pulau Jawa
Masyarakat inklusif adalah konsep yang mendorong keberagaman dan menghormati hak-hak semua individu, tanpa memandang latar belakang, identitas, atau kondisi mereka.... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Tawadhu adalah perilaku manusia yang memiliki watak rendah hati, tidak sombong, atau merendahkan diri agar tidak terlihat sombong.... selengkapnya
Hubungan antara nenek, kakek, dan cucu seringkali dipenuhi dengan kehangatan dan kasih sayang yang tak terukur. Cucu-cucu sering menjadi pusat... selengkapnya
Pada malam hari, setelah sehari penuh beraktivitas, saat yang paling dinanti-nanti adalah saat berbagi cerita dengan anak-anak. Berbicara pada anak... selengkapnya
Kewirausahaan atau entrepreneur dapat dibagi menjadi dua bagian besar; yaitu teknopreneur dan sosiopreneur. Keduanya merupakan pengembangan dari konsep kewirausahaan. Teknopreneur... selengkapnya
Kedekatan antara orang tua dan anak adalah fondasi penting dalam membangun keluarga yang hangat dan sehat. Hubungan yang terjalin dengan... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Pembelajaran memiliki tujuan untuk mentransformasi pengetahuan, keterampilan, atau sikap yang dikuasai oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan... selengkapnya
Musik elektroakustik adalah genre yang memadukan elemen musik elektronik dengan suara alami dan organik. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi... selengkapnya
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung ekonomi di banyak negara, termasuk Indonesia. Pelaku usaha UMKM sering menghadapi... selengkapnya
Bermain game online telah menjadi aktivitas yang sangat populer di kalangan remaja di seluruh dunia. Sementara banyak dari mereka menikmati... selengkapnya
Buku Gizi Kesehatan Reproduksi merupakan panduan komprehensif yang membahas keterkaitan erat antara status gizi dan kesehatan reproduksi manusia, mulai dari… selengkapnya
Rp 60.000Jalan Menggapai Ridha Allah: Amaliah Lengkap Thariqah Qadiriyah Wa Naqsabandiyah Khathibiyah Sambas Penulis: Dr. Adnan Mahdi, M.S.I ISBN: 978-602-50508-0-0 Ukuran… selengkapnya
Rp 80.000Pemasaran pariwisata merupakan suatu proses manajemen yang dilakukan oleh organisasi pariwisata setingkat nasional atau industri untuk menentukan wisatawan yang aktual… selengkapnya
Rp 58.000 Rp 64.000Patofisiologi merupakan gabungan dari kata patologi dan fisiologi, yang artinya adalah ilmu yang mempelajari gangguan fungsi pada organisme yang sakit,… selengkapnya
Rp 135.000 Rp 150.000Agama Islam merupakan agama yang dapat dijumpai hampir diseluruh dunia dan barangkali sebagian orang akan heran ketika mendapati kemajuan dan… selengkapnya
Rp 65.000Penyelesaian Perkara Perceraian Melalui Mediasi Mediasi adalah salah satu upaya penyelesaian sengketa dimana para pihak yang berselisih atau bersengketa bersepakat… selengkapnya
Rp 85.500 Rp 98.800Pengantar Ulumul Qur’an Dari Aspek Sejarah Hingga Ilmu-Ilmu Terkait lainnya Pengarang: Ridhoul Wahidi, S.Th.I., M.A Editor: Aep Syaiful Hamidin ISBN:978-602-737771-2… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 45.000Buku yang ada di tangan panjenengan ini adalah wajah lain dari skripsi saya yang berjudul “Jam’ah Ma’iyah dalam Dinamika Kebudayaan… selengkapnya
Rp 55.000Empat pilar kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh (soko guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tenteram dan sejahtera serta… selengkapnya
Rp 49.500 Rp 55.000Budgeting: Perencanaan, Pengkoordinasian dan Pengawasan Kerja Pengarang: Ade Imam Muslim & Yoppi Palupi Purbaningsih Isi: 153 hal. + viii ISBN:… selengkapnya
Rp 69.500 Rp 75.500

Saat ini belum tersedia komentar.