Beranda » Blog » Pro- Kontra Keseteraan Antara Laki-Laki dan Perempuan (Kesetaraan Gender) Masih Terjadi di Lingkungan Masyarakat

Pro- Kontra Keseteraan Antara Laki-Laki dan Perempuan (Kesetaraan Gender) Masih Terjadi di Lingkungan Masyarakat

Diposting pada 11 Juni 2025 oleh manggustore / Dilihat: 425 kali / Kategori:

Kesetaraan gender masih menjadi permasalahan di kalangan masyarakat. Meskipun kemajuan tekah terjadi, kesenjangan antar gender masih merupakan persoalan yang signifikan di berbagai kalangan masyarakat. Tak jarang persoalan tersebut menyeret hingga dijadikan kasus yang serius.

Tidak jauh-jauh dari persoalan memasak dan bersih-bersih, pekerjaan tersebut memang bukan dan tidak ada aturannya untuk dilakukan oleh seorang perempuan. Namun nyatanya persoalan ini disangkut pautkan dengan kewajiban yang dilakukan oleh perempuan. Berbeda jika persoalan tersebut berada dalam rumah tangga, dimana seorang istri memang diwajibkan taat kepada suami dengan menyenangkan suami atas kebersihan dan kerapihan rumah keluarganya. Hal tersebut bukan karena kewajiban seorang istri untuk bersih-bersih dan lainnya, akan tetapi menandakan taat dan patuhnya seorang istri terhadap suami.

BACA JUGA:

Tantangan Multikulturalisme dalam Masyarakat Global

Selain itu, masalah pendidikan dan karir juga menjadi sebuah persoalan yang sensitif di kalangan masyarakat dikarenakan perbedaannya gender. Masih banyak laki-laki merasa mereka harus diatas dan lebih baik dari perempuan. Akan tetapi, pendidikan dan ilmu itu wajib dicari bagi semua orang baik itu laki-laki ataupun perempuan. Sesuai dengan hadis Nabi yang artinya “Mencari ilmu diwajibkan bagi semua muslim laki-laki dan perempuan.” Sangat jelas dengan adanya hadist tersebut persoalan keseteraan gender bukan permasalahan dalam dunia pendidikan.

Perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama untuk hidup dengan martabat, bebas dari diskriminasi dan kekerasan. Tidak ada aturan yang mengatur bahwa ada batasan yang harus dilakukan perempuan maupun sebaliknya. Laki-laki memang akan selalu lekat dengan kepala keluarga namun bukan berarti perempuan tidak bisa memimpin. Perempuan memiliki batasannya sendiri dan kodrat antara keduanya bukanlah suatu hal yang bisa disandingkan dengan kesetaraan gender secara garis besar. Masing-masing memiliki porsi yang tidak bisa disamakan, namun tetap memiliki cara untuk bisa menjalani kewajiban dan haknya untuk hidup bersama.

BACA JUGA:

Cara Membangun Budaya Organisasi yang Kolaboratif

Perempuan juga bisa memiliki prestasi sama dengan laki-laki, serta dapat menjadi pemimpin jika memang keahlian tersebut dimiliki oleh seorang perempuan tersebut. Contohnya adalah Ibu Megawati Soekarno Putri yang pernah menjadi seorang Presiden Indonesia pertama perempuan. Lalu ada atlit olahraga yang memenangkan juara yaitu Susy Susanti yang memenangkan kejuaraan olimpiade dengan menyumbangkan emas untuk Indonesia, ada juga tim Indonesia dari Mobile Legends yang menjadi juara satu menyumbangkan emas untuk Indonesia di ajang Sea Games 2023 kemarin di Kamboja.

Hal ini menjadi bukti bahwa perbedaan gender bukan permasalahan yang sangat sensitif jika dilihat dari segi pendidikan serta karir. Laki-laki dan perempuan memang memiliki porsi yang berbeda, namun salah besar jika melihat perbedaan gender hanya dipandang dari semua aspek secara gamblang.

Referensi:

Rovii, Pengantar Ilmu Budaya, Penerbit Manggu.

Tags: ,

Bagikan ke

Pro- Kontra Keseteraan Antara Laki-Laki dan Perempuan (Kesetaraan Gender) Masih Terjadi di Lingkungan Masyarakat

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Pro- Kontra Keseteraan Antara Laki-Laki dan Perempuan (Kesetaraan Gender) Masih Terjadi di Lingkungan Masyarakat

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: