Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
Teh Ayu● online 6282116932476
Teh Neng● online 6282116932479
● online
- ANATOMI FISIOLOGI HEWAN (Panduan Praktikum)
- Cara Mendidik Anak Masa Kini
- Ekonomi Koperasi dan UMKM - Ahmad Agung
- Strategi Pengelolaan Gudang dan Inventori
- The Impact of Domestic Violance for Children / KDR
- Politik Anggaran Dinamika Legislasi, Komunikasi Po
- Kamus Air - Bambang Hari Prabowo
- Pengelolaan Karakter Mahasiswa berbasis Multi Inte
Selalu Ada Aksesoris dalam Setiap Kerja Kelompok
Sangat manusiawi ketika seseorang merasa tidak terlalu disoroti saat berada dalam kelompok besar. Akibatnya, mereka tidak mengeluarkan segenap daya upaya yang dimilikinya.Itulah social loafing. Muncul asumsi bahwa pekerjaan atau tugas akan tuntas ditangani oleh rekan lain dalam kelompok. Kontribusi yang diberikan menjadi tidak terlalu maksimal. Sungguh akan berada dibandingkan dengan menangani pekerjaan seorang diri, yang berarti tanggung jawab juga ada di bawah kendalinya sepenuhnya.
Penyebab terjadinya social loafing dalam sebuah studi pada tahun 2005 menemukan kolerasi antara besarnya kelompok dengan performa individu di dalamnya. Bandingkan saja ketika sedang berada dalam kelompok beranggotakan 4 orang dan 8 orang. Saat berada dalam kelompok berjumlah lebih sedikit, upaya yang dikeluarkan akan jauh lebih besar ketimbang saat berada di kelompok dengan 7 orang lainnya.
BACA JUGA:
Pentingnya Pendidikan Multikultural dalam Masyarakat Global
Beberapa penyebab terjadinya social loafing, diantaranya:
- Motivasi, faktor utama yang sangat berpengaruh terhadap fenomena ini adalah motivasi. Menentukan apakah seseorang akan mengalami social loafing atau tidak. Orang yang tidak memiliki motivasi terlalu tinggi rentan melakukan kondisi ini saat berada dalam kelompok.
- Tidak merasa bertanggung jawab, seorang individu juga lebih rentan melakukan social loafing apabila tidak merasa bertanggung jawab penuh terhadap apa yang sedang dikerjakan.
- Besarnya kelompok, semakin kecilnya ukuran kelompok seseorang akan merasa perannya cukup penting. Dengan demikian,mereka akan berkontribusi lebih banyak.
- Ekspetasi,lingkungan salah satu tempat beradanya suatu kelompok yang akan membentuk bagaimana ekspetasi dari hasil akhirnya kelak.
Kemalasan sosial adalah membiarkan orang lain melakukan pekerjaan saat menjadi bagian dari kelompok. Kemalasan sosial cukup umum terjadi dalam berbagai tugas,baik yang bersifat kognitif maupun yang melibatkan usaha fisik. Kemalasan social memiliki dampak negatif, terutama bagi organisasi maupun kelompok. Salah satu dampak negatif dari kemalasan sosial adalah kurangnya performa kelompok (Baron dan Byrne, 2004).
Kemalasan social juga dikenal dengan nama social loafing yang pertama kali diperkenalkan oleh Latane, Williams, dan Harkins dalam psikologi yang berjudul Many Hands Make Light The Work:The Causes And Consequences Of Social Loafing pada tahun 1979.
BACA JUGA:
Pendidikan Kritis: Membangun Kemampuan Berpikir Analitis
Cara mengatasi kemalasan sosial atau social loafing, yaitu:
- Lakukan evaluasi pada tugas setiap individu, karena dengan mengevaluasinya bisa diketahui seberapa besar kontrobusi seorang individu dalam kelompok.
- Memberi pemahaman kepada anggota kelompok bahwa setiap tugas individu dalam kelompok itu penting dan berkontribusi bagi keberlangsungan kelompok.
- Meningkatkan komitmen semua anggota dalam kelompok.
Berdasarkan pendapatan Baron dan Byrne (2003) terdapat sejumlah kondisi yang meminimalisir terjadinya kemalasan social pada individu di antaranya:
- Adanya penekanan usaha dan hasil individual dibandingkan kelompok.
- Memprediksi kinerja orang lain buruk.
- Berpandangan bahwa keikutsertaan individu dalam kelompok itu penting.
- Bekerja bersama orang yang menghargai kinerja dan orang lain.
- Setiap anggota kelompok menganggap tugas mereka penting bagi kelompok.
- Bekerja dalam kelompok kecil.
Kesimpulan
Jika kita menjadi seorang pemimpin di suatu kelompok, maka kita harus mengetahui apa yang menjadikan seorang atau salah satu kelompok tersebut mengalami sosial loafing. Lalu berikanlah tugas individu kepadanya agar ia dapat melakukan dan berkontribusi dalam suatu kelompok tersebut. Dengan begitu suatu kelompok akan menjadi produktif dan semua anggota kelompok merasa mereka dianggap oleh anggota yang lain, serta dapat memacu semangat dari individu dan menghilangkan problem social loafing.
Referensi:
Hamzah B. Uno, Manajemen Pendidikan Teori dan Praktik, Penerbit Manggu.
Selalu Ada Aksesoris dalam Setiap Kerja Kelompok
Terdapat beberapa opini yang berkembang di masyarakat Muslim mengenai konsep negara menurut Islam. Pertama, kalangan yang berpendapat bahwa Islam merupakan... selengkapnya
TikTok adalah salah satu platform media sosial yang paling populer saat ini, terutama di kalangan generasi muda. Selain digunakan untuk... selengkapnya
Pepaya atau Carica papaya tuh sering banget ditemuin di negara-negara tropis, tahu kan? Nah, selain buahnya yang enak, jangan meremehkan,... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Manajemen merupakan suatu ilmu yang sangat dibutuhkan oleh seseorang manajer dalam mengelola perusahaan yang dipimpinnya untuk mencapai suatu... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu ethos yang berarti karakter, watak, kesusilaan, atau adat kebiasaan yang berhubungan erat... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Keadaan Tuhan masih saja diperdebatkan belakangan ini. Sudah sangat jelas dengan jawaban itu, adanya seluruh alam ini diciptakan... selengkapnya
Di tengah meningkatnya kompleksitas dunia bisnis dan organisasi modern, kebutuhan akan sistem pengawasan yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan... selengkapnya
Kenakalan remaja adalah isu yang telah menjadi perhatian utama dalam masyarakat modern. Remaja seringkali terlibat dalam perilaku yang merugikan diri... selengkapnya
Stres akademik adalah tantangan umum yang dihadapi oleh banyak siswa di berbagai tingkatan pendidikan. Tekanan untuk meraih prestasi tinggi, menyelesaikan... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Wirausaha diyakini sebagai roda penggerak pertumbuhan ekonomi, wirausaha juga dianggap sebagai inovator dalam pengembangan ekonomi nasional. Pelaku usaha... selengkapnya
Kewiraswastaan atau Kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang,… selengkapnya
Rp 36.000 Rp 40.000Stunting adalah suatu situasi dimana seseorang mempunyai tinggi badan sehat dianggap tidak proporsional jika dibandingkan dengan umur orang Indonesia yang… selengkapnya
Rp 137.500Pandawa, sebuah istilah dalam bahasa Sanskerta, memiliki arti harfiah sebagai “anak Pandu,” yang merupakan gelar bagi seorang Raja Hastinapura dalam… selengkapnya
Rp 51.300 Rp 57.000Edible coating adalah lapisan tipis yang terbuat dari bahan yang dapat dimakan, yang digunakan di permukaan atau diantara produk pangan,… selengkapnya
Rp 104.400 Rp 116.000Potensi Pesantren di Jawa Barat sangat besar jika dikembangkan menjadi sumber penggerak ekonomi. Jawa Barat memiliki peranan yang sangat penting… selengkapnya
Rp 17.000 Rp 20.000Di balik teori-teori psikologi tentang kepribadian, motivasi, dan perilaku, tersembunyi pertanyaan mendasar: Apa sebenarnya makna menjadi manusia? Di sinilah filsafat… selengkapnya
Rp 67.500Buku ini yang berjudul Mozaik Tradisi Keluarga Minangkabau ini membahas tentang tradisi-tradisi keluarga Minangkabau dalam 3 cakupan yaitu, tradisi pendidikan… selengkapnya
Rp 65.000Buku Organisasi dan Manajemen Pemerintahan Daerah dan Desa ini menguraikan secara lengkap akan seluruh persoalan Pemerintahan Desa dan Daerah di… selengkapnya
Rp 112.500 Rp 125.000Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak varietas… selengkapnya
Rp 55.000 Rp 63.500Toksikologi melibatkan pemahaman tentang dampak negatif bahan kimia terhadap organisme hidup. Dalam toksikologi, unsur-unsur tertentu saling berinteraksi dalam cara tertentu… selengkapnya
Rp 58.500 Rp 65.000

Saat ini belum tersedia komentar.