● online
- Hak Asasi Manusia dalam Realitas Global
- Karomah Palsu - Fatchullah Zarkasi
- Fenomena Sains dan Sosial Humaniora di Era Industr
- Teknik dan Strategi Penyuluhan Pertanian Era Kreat
- Landasan Pendidikan Kajian Teoritis dari Berbagai
- Patofisiologi Keperawatan
- Pembangunan dan Kesejahteraan Publik
- Jalan Menggapai Ridha Allah: Amaliah Lengkap Thari
Logika, Estetika, dan Etika dalam Budaya Sunda
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keragaman budaya yang sangat kaya. Indonesia kaya dengan suku bangsa, etnis, dan juga bahasa. Diantara budaya-budaya yang ada di Indonesia, budaya Sunda termasuk salah satu budaya yang cukup tua di Indonesia. Ketika mendengar kata sunda, pasti yang ada di benak kita adalah Jawa Barat. Sunda dikaitkan dengan letak sebuah geografis, sehingga kata sunda disandingkan dengan wilayah Jawa Barat.
Dalam setiap kehidupan (interaksi sosial kemasyarakatan) terdapat tata nilai yang saling berpengaruh, yaitu etika, logika, dan estetika. Etika menentukan nilai baik atau buruk yang dikuasai oleh agama (moral), logika menetapkan nilai benar atau salah yang ditangani oleh ilmu (pengetahuan), sedangkan estetika berkaitan dengan nilai indah atau jelek yang diberikan oleh seni. Dalam suatu kebudayaan tata nilai tersebut mewujud dalam suatu sistem yang secara bersamaan menyatu dengan gagasan (ide), tindakan (perilaku) dan hasil karya. Dengan demikian karya seni merupakan hasil perwujudan ide dan perilaku seniman dengan ketiga nilai yang melandasinya (Nanang Rizali, 2013:3).
BACA JUGA:
Fungsi dan Manfaat Logika dalam Kehidupan
Dalam hasil penelitian yang berjudul Pandangan Hidup Orang Sunda seperti Tercermin dalam Tradisi Lisan dan Sastra Sunda (1987), Suwarsih Warnaen dkk. menemukan bahwa pandangan hidup orang Sunda pada dasarnya mencakup empat hal sebagai berikut:
- Keberadaan manusia sebagai pribadi: Kepercayaan diri akan kemampuan yang dimilikinya, memiliki prinsip hidup, berpikir dinamis, taat,
- Hubungan manusia dengan masyarakat: “Harmoni, kerukunan, kedamaian, dan ketentraman dalam pandangan orang Sunda tampak menduduki peringkat utama dalah urutan kebutuhan untuk hidup bersama dalam masyarakat. Mengalah demi untuk memenuhi kebutuhan itu merupakan perbuatan terpuji bukan aib dalam pandangan orang Sunda, sepanjang tidak menyinggung nilai anutan atau kebenaran yang dianggapnya paling tinggi: harga diri, kehormatan, keyakinan, dan kata (suara) hati. Keributan sedapat mungkin dihindari, lebih baik menahan diri dengan diam-diam, memendam rasa (pundung) daripada melawan dengan kekasaran atau adu otot, sehingga tampak dari luar seperti tak ada keberanian; perlawanan dengan kekasaran adalah pilihan yang paling akhir. Semua ini melandasi perilaku dan peran sosial orang Sunda dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
- Hubungan manusia dengan alamnya: (1) Alam sebagai lingkungan hidup dengan flora dan faunanya, yang memberikan manfaat kepada manusia. (2) Alam sebagai lambang perilaku dan kehidupan yang memberikan keteladanan etis dan estetis kepada manusia. (3) Alam sebagai kosmos berikut dunia mitologisnya, dan sebagai dunia metafisis tempat manusia mengadakan ikatan mistis dengan dunia gaibnya.
- Hubungan manusia dengan Tuhan: Orang Sunda memiliki pandangan bahwa kemajuan lahiriah dan batiniah itu sama-sama penting dan kedua aspek tersebut sangat erat hubungannya. Hal-hal yang bersifat lahiriah selalu saja dikemukakan dalam kaitan batiniahnya, sebaliknya hal-hal yang bersifat batiniah dikemukakan dalam tautan yang lahiriah, seperti tersirat dalam ungkapan ngeunah angen ngeunah angeun (hati nikmat gulai lezat). Demikianlah, kelezatan lahiriah dan kenikmatan batiniah sama penting dan saling mendukung (Hawe Setiawan, 2008).
Pada zaman ini, budaya sedang tergerus oleh arus dari budaya asing. Sehingga, budaya lokal pun semakin lama akan semakin hilang. Proses akulturasi budaya antara budaya sunda khususnya dengan budaya asing tidak terjadi secara maksimal. Malahan budaya sunda semakin menghilang, dan budaya asing semakin mengental pada zaman ini. Dilihat dari peristiwa tersebut, akulturasi budaya tidak terjadi atas proses belajar. Akan tetapi, budaya asing masuk kepada budaya kita dengan mengikuti tren. Akibatnya budaya kita khususnya budaya sunda semakin lama akan semakin tergerus oleh budaya asing.
Daftar Pustaka
Rizali, N. 2013. “Seni: Estetika, Logika, dan Etika.” Jurnal Wacana Seni Rupa. Vol.3. No.6.
Setiawan, H. 2008. Etika Sunda. Makalah. Dikutip dari Etika_Sunda.pdf (upi.edu) 20 Juni 2023.
Ade Priangani, Budaya Sunda, Penerbit Manggu.
Logika, Estetika, dan Etika dalam Budaya Sunda
Mendapatkan tiket konser dari artis atau band favorit tentu menjadi hal yang menyenangkan. Namun, di balik antusiasme tersebut, penting untuk... selengkapnya
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental yang terkait. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk kejiwaan... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Ada beberapa pendapat para ahli tentang pajak, yaitu: Leroy Beaulieu Pajak adalah bantuan, baik secara langsung maupun tidak... selengkapnya
Komunikasi internal yang efektif adalah salah satu elemen kunci dalam keberhasilan organisasi. Dalam konteks bisnis yang cepat berubah dan kompleks,... selengkapnya
Kendaraan motor di Indonesia merupakan kendaraan yang menjadi mayoritas di penduduk Indonesia untuk beraktivitas. Pasalnya motor lebih efisien untuk dipakai... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Ada sepuluh larangan yang harus ditaati oleh Orang Baduy. Larangan-larangan tersebut yaitu: Dilarang membunuh, larangan ini berlaku bukan... selengkapnya
Pendidikan adalah fondasi utama yang membentuk karakter anak-anak, dan dalam perjalanan ini, guru memiliki peran penting. Mereka bukan hanya pengajar,... selengkapnya
Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan adalah sebuah yayasan pendidikan yang beroperasi di Indonesia. Yayasan ini didirikan dengan tujuan untuk mengembangkan pendidikan... selengkapnya
Kualitas hidup individu di Kelurahan Karubaga Distrik Karubaga Kabupaten Tolikara dipengaruhi secara signifikan oleh faktor sosial, hasil yang diungkap dalam... selengkapnya
Cinta adalah perasaan yang indah dan kuat yang dapat memperkaya kehidupan kita. Namun, sebelum kita mencintai orang lain dengan sepenuh... selengkapnya
Kimia klinik adalah bidang ilmiah yang berfokus pada pengukuran kuantitatif zat-zat penting dalam cairan tubuh secara biologis untuk keperluan diagnostik…. selengkapnya
Rp 63.360 Rp 70.400Islam dan Sains Industri membahas terkait korelasi Islam dan Sains industri, ilmu dan kedudukan derajat manusia, Islam dan konsep rezeki,… selengkapnya
Rp 33.000 Rp 35.000Organisasi merujuk pada sebuah kelompok atau entitas di mana sejumlah individu bekerja sama secara terstruktur untuk mencapai tujuan yang ditetapkan…. selengkapnya
Rp 83.000Birokrasi Pelayanan Publik: Pelayanan Perizinan dan Nonperizinan Terpadu ini menguraikan mengenai: pelayanan publik, perizinan dan nonperizinan, peranan birokrasi dalam pelayanan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSSejarah peradaban manusia menunjukkan bahwa agama dan politik tidak pernah benar-benar berjalan pada jalur yang terpisah. Keduanya hadir sebagai dua… selengkapnya
Rp 53.000Asuhan Keperawatan Spiritual Islam adalah sebuah buku yang membahas tentang asuhan keperawatan dengan pendekatan spiritual dalam Islam. Buku ini memberikan… selengkapnya
Rp 85.000Competencies Entrepreneur Pengarang: R. Agus Setyo Pranowo & Rd. Much Jusup Nurgraha Editor: Aep S. Hamidin Isi: 149 Halaman ISBN:… selengkapnya
Rp 35.000Di tengah dinamika industri energi yang terus berubah, satu pertanyaan menjadi semakin penting: apa yang sesungguhnya menentukan nilai sebuah perusahaan?… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Penerapan Fungsi Manajerial dalam Pengelolaan Destinasi Pariwisata membahas tentang pengaruh penerapan manajemen terhadap kesuksesan dalam manajemen destinasi pariwisata. Buku… selengkapnya
Rp 46.350 Rp 51.500Manajemen keuangan syariah adalah sebuah kegiatan manajerial keuangan untuk mencapai tujuan dengan memperhatikan kesesuaiannya pada prinsip-prinsip Syariah dalam agama Islam…. selengkapnya
Rp 75.900 Rp 84.600


Saat ini belum tersedia komentar.