● online
- ANTROPOLOGI GIZI: Kearifan Lokal dalam Upaya Memen....
- Tuah Islam Bagi Jagat Raya - Hasani Ahmad Said....
- English for Geography: A Digital Academic Learning....
- Corak Sastra Tafsir Al-Qur'an: Studi atas Tafsir A....
- Manajemen Pemasaran - Ec Nurmansyah....
- Mesin dan Peralatan Industri Pangan....
- Memelihara Harapan Demokrasi Pemilu dan Partai Pol....
- Ilmu Ekonomi Perusahaan Peternakan....
Gemilang dan Megahnya Kerajaan Kediri: Jejak Sejarah yang Mempesona
Sejarah Nusantara dipenuhi dengan gemerlap kejayaan dan kebijaksanaan penguasa-penguasa yang menciptakan kerajaan-kerajaan megah, dan salah satunya adalah Kerajaan Kediri atau dikenal juga sebagai Kerajaan Panjalu. Berdiri di tepi Sungai Brantas, Jawa Timur, Kerajaan Kediri menjadi bagian tak terpisahkan dari Kerajaan Mataram Kuno dengan corak Hindu yang kental. Keberadaannya berkisah tentang kelahiran dan perkembangan sebuah kerajaan yang menciptakan warisan yang tak terlupakan.
Kisah Kerajaan Kediri dimulai pada abad ke-12, kira-kira antara tahun 1042 hingga 1222 Masehi. Penciptanya adalah Airlangga, seorang pemimpin bijaksana yang membagi wilayah Kerajaan Kahuripan menjadi dua pada tahun 1041 M. Pembagian ini dilakukan oleh Empu Bharada, seorang Brahmana sakti, dan menghasilkan dua kerajaan baru: Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri). Batas antara keduanya dijelaskan oleh Gunung Kawi dan Sungai Brantas, menciptakan dua entitas yang berkembang secara independen.
Namun, sepeninggal Airlangga, konflik mulai menghiasi sejarah kedua kerajaan tersebut. Prasasti Sirah Keting (1104 M) mencatat nama Sri Jayawarsa sebagai raja pertama Kediri, mengisyaratkan adanya konflik dan pergolakan dalam perebutan kekuasaan. Pusat pemerintahan Kerajaan Kediri, yang berlokasi di Daha atau yang kini kita kenal sebagai Kota Kediri, berada di tepi Sungai Brantas, sebuah jalur pelayaran yang vital pada masa itu. Dipimpin oleh Sri Samarawijaya pada awal berdirinya, Kerajaan Kediri tumbuh pesat menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di Nusantara. Namun, puncak kejayaan mereka terjadi di bawah pemerintahan Raja Jayabaya (1135-1159 Masehi). Masa ini menjadi zaman emas, di mana sastra berkembang pesat dan pengaruh Kerajaan Kediri merambah hingga ke seluruh Nusantara, bahkan berhasil mengungguli dominasi Kerajaan Sriwijaya.
BACA JUGA:
Tentang Kerajaan Tarumanegara: Sebuah Perjalanan Sejarah yang Mendebarkan
Berdirinya Kerajaan Kediri: Bagian dari Pewarisan Sejarah
Perintah Airlangga untuk membagi Kerajaan Kahuripan menjadi dua, menciptakan tonggak bersejarah bagi Nusantara. Prasasti Turun Hyang II (1044 M) mencatat adanya perang saudara antara Jenggala dan Kediri sepeninggal Airlangga. Meskipun Kerajaan Kediri belum sepenuhnya terungkap pada awal perkembangannya, Prasasti Sirah Keting tahun 1104 memberikan pengetahuan awal tentang keberadaan Kerajaan Kediri, mencatat nama Sri Jayawarsa sebagai raja pertamanya. Letak geografis Kerajaan Kediri di Jawa Timur, terutama di Daha, memberikan keuntungan strategis. Pusat pemerintahannya yang terletak di tepi Sungai Brantas menjadi pusat pelayaran yang ramai, mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan kerajaan. Daftar raja-raja Kerajaan Kediri, seperti Sri Bameswara, Sri Jayabaya, hingga Sri Kertajaya, mencerminkan kepemimpinan yang kuat dan perkembangan yang berkelanjutan.
Namun, kejayaan tidak selalu bersifat abadi. Setelah hampir dua abad berdiri, Kerajaan Kediri mulai menemui titik lemah. Perselisihan antara Raja Kertajaya dan kaum Brahmana menjadi pemicu terjadinya peperangan. Kertajaya, yang memerintah sejak 1194 hingga 1422, terkenal kejam dan bahkan mengaku sebagai dewa. Kekejamannya mencapai puncak ketika ia memaksa kaum Brahmana untuk menyembahnya dan mengklaim ketidakmampuan Dewa Shiwa untuk mengalahkannya.
Runtuhnya Kerajaan Kediri: Sebuah Akhir yang Menyedihkan
Peperangan antara Panjalu dan Jenggala, yang berlangsung selama 60 tahun, menjadi puncak dari pertentangan antara kedua anak Airlangga yang merasa berhak atas takhta ayah mereka. Akhirnya, Jenggala mampu memenangkan perang, tetapi Panjalu berhasil merebut seluruh tahta yang sebelumnya dimiliki oleh Airlangga. Kemenangan ini membuat ibu kota kerajaan dipindahkan ke Kediri, dan pada akhirnya, Panjalu lebih dikenal daripada Kediri. Setelah kemenangan ini, Kerajaan Kediri mulai meredup. Pusat pemerintahan yang awalnya berada di Daha kini harus berpindah, dan Kerajaan Singosari, yang didirikan oleh Ken Arok, menjadi penerusnya. Peninggalan Kerajaan Kediri, seperti Situs Tondowongso, Arca Dewa Siwa Catur Muka, Prasasti Sirah Keting, Prasasti Tulungagung dan Kertosono, Prasasti Ngantang, Prasasti Jaring, dan Prasasti Kamula, menjadi bukti material kejayaan yang pernah ada.
Jejak Peninggalan serta Sumber Utama ditemukan Kerajaan Kediri
Berikut adalah beberapa peninggalan Kerajaan Kediri, antara lain:
- Candi Penataran, terletak di Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Candi ini merupakan candi Hindu terbesar di Jawa Timur.
- Candi Surawana, terletak di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Candi ini merupakan candi Buddha yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Jayabaya.
- Prasasti Kakawin Nagarakretagama, ditulis pada masa pemerintahan Raja Jayanegara dari Kerajaan Majapahit. Prasasti ini memuat tentang sejarah Kerajaan Kediri.
BACA JUGA:
Majapahit: Memahami Kejayaan dan Warisan Kekaisaran Terakhir di Nusantara
Kerajaan Kediri meninggalkan pengaruh yang besar pada perkembangan sejarah dan kebudayaan di Indonesia. Kerajaan ini berhasil mengembangkan berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, budaya, dan agama. Sumber utama tentang Kerajaan Kediri adalah prasasti-prasasti yang ditemukan di daerah Jawa Timur, antara lain:
- Prasasti Sirah Keting, yang ditemukan di Desa Sirah Keting, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Prasasti ini ditulis pada tahun 1126 Saka atau 1204 Masehi dan memuat tentang penyerahan kekuasaan Kerajaan Kediri dari Raja Kertajaya kepada Ken Arok.
- Prasasti Kamulan, yang ditemukan di Desa Kamulan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Prasasti ini ditulis pada tahun 1194 Saka atau 1272 Masehi dan memuat tentang sejarah Trenggalek dan Tulungagung serta Kerajaan Kediri saat diserahkan oleh raja Kerajaan Sebelah Timur.
- Prasasti Jaring, yang ditemukan di Desa Jaring, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Prasasti ini ditulis pada tahun 1194 Saka atau 1272 Masehi dan memuat tentang pemberian hadiah kepada rakyat oleh Raja Kertajaya.
- Prasasti Ngantang, yang ditemukan di Desa Ngantang, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Prasasti ini ditulis pada tahun 1194 Saka atau 1272 Masehi dan memuat tentang pemberian hadiah kepada rakyat oleh Raja Kertajaya.
- Prasasti Galunggung, yang ditemukan di Desa Galunggung, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Prasasti ini ditulis pada tahun 1201 Saka atau 1279 Masehi dan memuat tentang pembangunan sebuah candi oleh Raja Kertajaya.
Kesimpulan
Melalui jejak sejarah yang tertulis dan peninggalan-peninggalan megah, Kerajaan Kediri tetap hidup dalam ingatan dan warisan Nusantara. Kisah kebangkitan, gemilang, konflik, dan akhir tragisnya, semuanya menjadi bagian tak terpisahkan dari rentetan sejarah Nusantara. Meskipun telah berlalu berabad-abad, kerajaan ini meninggalkan kenangan tentang kebesaran dan kejayaan, yang perlu kita lestarikan dan hargai sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya bangsa.
Referensi :
Tim Redaksi. 2023. “Kerajaan Kadiri.” Wikipediaensiklopedia. Rubrik Berita. Edisi Senin, 10 November. https://id.wikipedia.org/ diakses Rabu, 15 November 2023, 09:24.
Wulandari, Trisna. 2021. “Kerajaan Kediri: Sejarah Berdiri, Masa Kejayaan, dan Keruntuhan.” detikedu. Rubrik Berita. Edisi Selasa, 31 Agustus. https://detik.com/ diakses Rabu, 15 November 2023, 14:44.
Tim Redaksi 2023. “Sejarah Kejaan Kediri.” Sman13Semarang. Rubrik Berita. Edisi Senin, 12 Februari. https://sma13smg.sch.id/ diakses Rabu, 15 November 2023, 08:54.
Teniwut, Meilani. 2023. “Sejarah Kerajaan Kediri, Puncak Kejayaan, dan Peninggalannya.” MediaIndonesia. Rubrik Berita. Edisi Senin, 01 Mei. https://mediaindonesia.com/ diakses Rabu, 15 November 2023, 08:54.
Hera Hastuti, Sejarah Nusantara Zaman Hindu Buddha, Penerbit Manggu.
Zul’ Asri, Sejarah Nusantara Zaman Hindu Buddha, Penerbit Manggu.
Zafri, Sejarah Nusantara Zaman Hindu Buddha, Penerbit Manggu.
Tags: Jejak Sejarah, sejarah nusantara
Gemilang dan Megahnya Kerajaan Kediri: Jejak Sejarah yang Mempesona
MANGGUSTORE.COM – Secara umum, pendidikan memiliki metode dalam pembelajarannya, agar tujuan yang akan dijalankan sesuai dengan apa yang diinginkan. Metode... selengkapnya
Kesehatan mental adalah bagian penting dari kesejahteraan kita. Merawatnya sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Salah satu cara yang efektif... selengkapnya
Mengalami pengangguran adalah salah satu tantangan yang bisa sangat menekan dalam kehidupan seseorang. Terutama dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Kewirausahaan dapat memberikan kesejahteraan dalam kehidupan. Baik kehidupan dirinya, keluarga, dan masyarakat dengan merintis suatu usaha. Produk yang... selengkapnya
Menurut Hasan (2014), faktor utama yang mempengaruhi loyalitas pelanggan adalah kepuasan pelanggan, kualitas produk atau layanan, citra merk, nilai yang... selengkapnya
Mengelola karyawan berbakat adalah tantangan yang signifikan dalam manajemen sumber daya manusia (SDM). Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi tips... selengkapnya
Peringatan: Artikel ini berisi pembahasan tentang self-harm, yang dapat mengganggu bagi beberapa pembaca. Self-harm adalah tindakan yang merusak diri sendiri... selengkapnya
Indeks saham adalah salah satu konsep penting dalam dunia investasi, dan memahaminya adalah kunci untuk mengikuti kinerja pasar saham. Artikel... selengkapnya
Estetika atau keindahan memiliki banyak makna serta arti, setiap orang memiliki arti dan makna etika masing-masing. Karena penilaian sebuah keindahan... selengkapnya
Kehilangan adalah bagian tak terhindarkan dari pengalaman manusia. Setiap orang, pada suatu titik dalam hidupnya, akan mengalami kehilangan yang dapat... selengkapnya
Ilmu Ekonomi Makro merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang khusus mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian secara keseluruhan. Ekonomi Makro dapat digunakan… selengkapnya
Rp 120.000Karya ilmiah adalah hasil karya yang diperoleh dari kegiatan menulis dengan menerapkan konvensi ilmiah. Penulisan karya ilmiah menggunakan logika berpikir… selengkapnya
Rp 65.000 Rp 75.000Antropologi kesehatan merupakan bagian dari antropologi yang menggambarkan pengaruh sosial, budaya, biologi, dan bahasa terhadap kesehatan meliputi pengalaman dan distribusi… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 46.700Dalam lintasan sejarah peradaban manusia, hukum tidak pernah hadir sebagai sekadar teks yang beku. Ia hidup, bergerak, dan berdenyut bersama… selengkapnya
Rp 75.000Bagaimana jika salah satu kunci masa depan ketahanan pangan dan energi Indonesia justru tumbuh dari tanah kita sendiri, melalui tanaman… selengkapnya
*Harga Hubungi CSMetode penelitian sosial adalah suatu upaya untuk mencari tahu berbagai macam fenomena yang terjadi di lingkungan masyarakat. Hal tersebut dilakukan… selengkapnya
Rp 54.000 Rp 60.000Kebudayaan tak bisa dipisahkan dari manusia, karena manusia yang menciptakannya dengan kekuatan akal pikiran yang dimilikinya. Itulah sebabnya kebudayaan diartikan… selengkapnya
Rp 103.050 Rp 114.500Administrasi Kepegawaian merupakan pengelolaan kepegawaian yang dikaji sebagai ilmu dan seni untuk mempelajari proses penggunaan tenaga manusia, mulai dari proses… selengkapnya
Rp 57.000 Rp 60.000Kalkulus adalah cabang ilmu matematika yang mencakup limit, turunan, integral, dan deret tak terhingga. Kalkulus adalah ilmu yang mempelajari perubahan,… selengkapnya
Rp 87.500


Saat ini belum tersedia komentar.