● online
- Sosiologi Pemberdayaan Masyarakat Pelaku Agribisni....
- Protein Pangan-Yudi Garnida....
- Pembangunan dan Kesejahteraan Publik....
- PSIKOLOGI REMAJA: Memahami Dinamika Emosi Siswa Se....
- Tata Kelola Akuntansi dan Zakat....
- Panduan Praktikum Biokimia Analis Kesehatan....
- BAIK HEBAT BERMANFAAT Sebuah Perjalanan Mengelola ....
- Budgeting: Perencanaan, Pengkoordinasian dan Penga....
Menggali Sejarah Gemilang: Kerajaan Singhasari dan Warisan Bersejarah
Kerajaan Singhasari, bagian penting dalam sejarah Indonesia, menggambarkan gemilangnya masa kejayaannya di Jawa Timur pada abad ke-13. Berdiri pada tahun 1222 oleh Ken Arok, kerajaan ini memiliki peran sentral dalam perkembangan politik, sosial, ekonomi, keagamaan, dan kebudayaan di Nusantara. Dengan menggabungkan informasi dari berbagai sumber sejarah, kita dapat memahami kebesaran kerajaan ini dan mendalami berbagai aspek kehidupan yang terkait dengan eksistensinya.
Kerajaan ini berawal dari Kerajaan Tumapel yang didirikan oleh Ken Arok, yang dianggap sebagai pendiri dinasti Rajasa. Pada mulanya dikenal sebagai Tumapel, ibu kota kerajaan berada di Kutaraja. Namun, pada tahun 1253, Raja Wisnuwardhana mengubah nama ibu kota menjadi Singhasari, yang kemudian lebih dikenal ketimbang Tumapel. Singhasari menjadi pusat kekuasaan yang mengalami masa keemasan di bawah pemerintahan Kertanagara, yang menjadi raja terakhir dari wangsa Rajasa.
Perkembangan Politik dan Wilayah Kerajaan Singhasari
Di bawah pemerintahan Kertanagara, Singhasari mencapai puncak kejayaannya. Diketahui bahwa wilayah kekuasaan Singhasari mencakup Jawa Barat, Bali, sebagian Kalimantan, dan bahkan sebagian Sumatra hingga wilayah Selat Malaka. Kertanagara memiliki cita-cita untuk menyatukan wilayah Nusantara di bawah naungan Singhasari, dan upayanya dalam bidang politik dalam dan luar negeri berhasil memperluas pengaruh dan kekuasaan kerajaan. Kerajaan Singhasari adalah salah satu kerajaan Hindu-Buddha terbesar di Nusantara. Kerajaan ini terletak di Jawa Timur dan berdiri pada abad ke-12. Kerajaan Singhasari mencapai masa kejayaan pada masa pemerintahan Raja Kertanegara.
BACA JUGA:
Kesultanan Banten: Sejarah Megah dan Kehancuran yang Mendalam
Perkembangan Politik, pada masa awal berdirinya, Kerajaan Singhasari diperintah oleh Raja Ken Arok. Raja Ken Arok adalah seorang tokoh yang ambisius dan cakap dalam memimpin. Beliau berhasil menyatukan wilayah-wilayah di Jawa Timur dan menciptakan stabilitas politik di wilayah tersebut. Setelah Raja Ken Arok wafat, tahta Kerajaan Singhasari digantikan oleh Raja Anusapati. Raja Anusapati adalah putra dari Raja Ken Arok. Namun, Raja Anusapati dibunuh oleh Panji Tohjaya, putra dari Ken Arok dari selir Ken Dedes. Raja berikutnya yang memerintah Kerajaan Singhasari adalah Raja Kertanegara. Raja Kertanegara adalah raja yang paling terkenal dari Kerajaan Singhasari. Beliau dikenal sebagai raja yang cakap dalam pemerintahan dan militer. Raja Kertanegara juga memiliki ambisi untuk menyatukan seluruh Nusantara di bawah kekuasaannya.
Raja Kertanegara berhasil memperluas wilayah kekuasaan Kerajaan Singhasari hingga meliputi seluruh Jawa, Bali, Kalimantan, dan sebagian Sumatera. Beliau juga menjalin hubungan diplomatik dengan kerajaan-kerajaan lain di Asia, termasuk Cina dan India.
Perkembangan Wilayah, pada masa awal berdirinya, wilayah kekuasaan Kerajaan Singhasari meliputi wilayah Tumapel, yang terletak di Jawa Timur. Namun, seiring dengan perkembangan politik Kerajaan Singhasari, wilayah kekuasaannya pun semakin luas. Pada masa pemerintahan Raja Anusapati, wilayah kekuasaan Kerajaan Singhasari meliputi wilayah Tumapel, Pasuruan, dan Malang. Pada masa pemerintahan Raja Kertanegara, wilayah kekuasaan Kerajaan Singhasari semakin luas. Wilayah kekuasaannya meliputi seluruh Jawa, Bali, Kalimantan, dan sebagian Sumatera.
Silsilah Wangsa Rajasa
Wangsa Rajasa adalah wangsa yang memerintah Kerajaan Singhasari dan Majapahit pada kurun abad ke-13 sampai ke-15. Wangsa ini didirikan oleh Ken Angrok pada awal abad ke-13 berdasarkan gelar yang didapatkannya, yaitu “Rajasa”.
Versi Pararaton, menurut Pararaton, silsilah Wangsa Rajasa Kerajaan Singhasari adalah sebagai berikut:
- Sri Ranggah Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi (1222–1247)
- Anusapati (1247–1249)
- Tohjaya (1249–1250)
- Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250–1272)
- Kertanagara (1272–1292)
Didalam versi Pararaton, Ken Arok adalah pendiri Kerajaan Singhasari. Ken Arok membunuh Tunggul Ametung, penguasa Tumapel, untuk mendapatkan Ken Dedes. Ken Arok kemudian menikahi Ken Dedes dan menjadi raja Tumapel. Ken Arok dibunuh oleh Anusapati, putra Tunggul Ametung. Anusapati kemudian dibunuh oleh Tohjaya, putra Ken Arok dari Ken Umang. Tohjaya digulingkan oleh Ranggawuni, putra Anusapati. Ranggawuni kemudian berganti nama menjadi Wisnuwardhana. Wisnuwardhana digantikan oleh putranya, Kertanagara.
BACA JUGA:
Eksplorasi Keindahan dan Budaya Yogyakarta, Destinasi Wisata yang Tidak Boleh Dilewatkan
Versi Kakawin Nagarakretagama, menurut Kakawin Nagarakretagama, silsilah Wangsa Rajasa Kerajaan Singhasari adalah sebagai berikut:
- Sri Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra (1222–1227)
- Anusapati (1227–1248)
- Wisnuwardhana (1248–1254)
- Kertanagara (1254–1292)
Didalam versi Kakawin Nagarakretagama, Ken Arok tidak disebut namanya. Kerajaan Tumapel disebut sebagai Kerajaan Singhasari sejak awal berdirinya. Anusapati dan Wisnuwardhana adalah putra Ken Arok. Kertanagara adalah putra Wisnuwardhana. Silsilah Wangsa Rajasa Kerajaan Singhasari terdapat dua versi, yaitu versi Pararaton dan versi Kakawin Nagarakretagama. Versi Pararaton lebih detail dan menyebutkan nama-nama penguasanya, sedangkan versi Kakawin Nagarakretagama lebih singkat dan tidak menyebutkan nama-nama penguasanya.
Masa Kejayaan dan Kehidupan Sosial-Ekonomi di Singhasari
Masa kejayaan Singhasari pada pemerintahan Kertanagara menandai capaian politik, ekonomi, sosial, dan keagamaan yang signifikan. Perkembangan politik di dalam negeri dan ekspansi wilayah ke luar negeri menunjukkan ketegasan penguasa dalam mengukuhkan kekuasaan. Di samping itu, kehidupan sosial dan ekonomi juga mengalami perubahan selama berbagai masa pemerintahan, dari keadaan terabaikan hingga kejayaan, mencerminkan stabilitas dan ketidakstabilan selama periode tertentu.
Warisan Sejarah Kerajaan Singhasari
Kerajaan Singhasari memberikan sejumlah peninggalan bersejarah yang memperkaya warisan budaya Indonesia. Candi, prasasti, arca, dan karya sastra seperti Candi Singhasari, Candi Kidal, Prasasti Singhasari, Nagarakretagama, dan banyak lagi menjadi bukti nyata kebesaran dan keberadaan kerajaan tersebut. Warisan ini menjadi bukti nyata bagaimana kerajaan ini meninggalkan jejak sejarah yang kaya dan beragam. Melalui penggalian informasi dari berbagai sumber, kita memahami sejarah Kerajaan Singhasari sebagai bagian penting dari perjalanan sejarah Indonesia. Penemuan, peninggalan, dan catatan-catatan sejarah memberikan pandangan yang luas terhadap kebesaran dan kemakmuran kerajaan ini.
Sejarah Singhasari adalah bukti gemilang dari masa lalu Indonesia yang menginspirasi kita untuk menggali lebih dalam tentang warisan nenek moyang, menghormati kebijaksanaan, dan mewariskan kekayaan sejarah bagi generasi mendatang. Menelusuri jejak peradaban kerajaan ini mengajarkan betapa pentingnya menjaga, merawat, dan mempelajari warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai masa lalu. Semoga penghargaan terhadap sejarah dan warisan budaya Indonesia tetap terjaga dan terus dijaga kelestariannya untuk masa depan yang lebih baik.
Referensi
Tim Redaksi. 2023. “Kerajaan Singasari.” Wikipediaensiklopedia. Rubrik Berita. Edisi Senin, 15 Agustus. https://id.wikipedia.org/ diakses Rabu, 08 November 2023, 08:24.
Fandy. 2022. “Sejarah Kerajaan Singhasari: Asal-Usul, Sistem Pemerintahan, dan Peninggalan.” gramedia. Rubrik Berita. Edisi Minggu, 2 Januari. https://gramedia.com/ diakses Rabu, 08 November 2023, 08:24.
Tim Redaksi. 2023. “Kerajaan Singasari: Sejarah, Masa Kejayaan, dan Peninggalan.” Universitasannurlampung. Rubrik Berita. Edisi Senin, 10 Agustus. https://an-nur.ac.id/ diakses Rabu, 08 November 2023, 10:24.
Tim Redaksi. 2023. “Makalah Kerjaan Singasari.” scribd. Rubrik Berita. Edisi Senin, 10 Agustus. https://www.scribd.com/ diakses Rabu, 08 November 2023, 10:24.
Hera Hastuti, Nusantara Zaman Pengaruh Hindu dan Buddha, Penerbit Manggu.
Zul ‘Asri, Nusantara Zaman Pengaruh Hindu dan Buddha, Penerbit Manggu.
Zafri, Nusantara Zaman Pengaruh Hindu dan Buddha, Penerbit Manggu.
Tags: Budaya sunda, Budaya Yogyakarta, nusantara zaman hindu budha
Menggali Sejarah Gemilang: Kerajaan Singhasari dan Warisan Bersejarah
MANGGUSTORE.COM – Indonesia merupakan negara kesatuan, yang berisikan berbagai suku, ras, budaya, serta agama. Masing-masing daerah biasanya memiliki perbedaan agama,... selengkapnya
Tren mode selalu memiliki peran penting dalam industri hiburan. Pakaian, gaya rambut, dan aksesori yang digunakan oleh selebritas seringkali menjadi... selengkapnya
Kita sering kali menganggap sepele tentang hal-hal kecil seperti menumpuk baju kotor dan menggantung pakaian. Sebuah penelitian yang telah dilakukan... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Kehamilan adalah kondisi di mana janin yang dikandung di dalam tubuh seorang wanita, yang diawali dengan proses pembuahan,... selengkapnya
Buah nanas merupakan buah tropis yang memiliki rasa manis dan menyegarkan. Selain, enak dikonsumsi langsung maupun dijadikan sebagai jus, nanas... selengkapnya
Pernikahan adalah langkah penting dalam hidup seseorang, dan mempersiapkannya adalah hal yang tidak boleh diabaikan. Salah satu cara persiapan yang... selengkapnya
Dunia saat ini seakan tidak lagi bersahabat dengan anak-anak. Begitu banyak anak yang tidak menikmati masa anak-anaknya untuk bermain, belajar,... selengkapnya
Gunung, dengan keindahan alamnya dan tantangan petualangannya, adalah salah satu destinasi favorit bagi para pecinta alam dan pendaki. Namun, di... selengkapnya
Buncis atau dalam bahasa ilmiahnya phaseolus vulgaris adalah salah satu jenis sayuran tropis yang sangat umum dan populer di Indonesia... selengkapnya
Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital, pemasaran telah mengalami perubahan drastis. Media sosial adalah salah satu alat terkuat yang... selengkapnya
Dasar – Dasar Pengolahan Air dan Limbah Cair menjelaskan tentang pola dan tata cara pengolahan air dan pengolahan limbah cair…. selengkapnya
Rp 81.000 Rp 90.000Mengelola Kinerja Sistem Logistik merupakan serangkaian fasilitas yang berhubungan dengan jasa pelayanan transportasi. Fasilitas yang disebutkan itu memiliki maksud tempat… selengkapnya
Rp 65.000 Rp 76.500Pemerintahan Daerah merupakan sub-ordinat dari Pemerintahan Pusat (Pemerintahan Negara). Untuk itu maka penyelenggaran pemerintahan di daerah tidak terlepas dari koordinasi… selengkapnya
Rp 60.000Buku Pegangan Sejarah Gereja Indonesia disusun untuk mengajak pembaca menelusuri perjalanan panjang peristiwa demi peristiwa yang terjadi di tanah air… selengkapnya
Rp 60.000Pembangunan jalan dan jembatan tidak hanya berbicara tentang konektivitas, tetapi juga tentang bagaimana menjaga keseimbangan lingkungan di tengah pesatnya pembangunan…. selengkapnya
Rp 67.500Kewirausahaan dalam bidang kesehatan adalah proses menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dalam bidang kesehatan, baik berupa produk, jasa, atau… selengkapnya
Rp 108.000 Rp 120.000Antologi Puisi Kalam dari Arafah ini memuat puisi-puisi dari seorang penyair muda asal Tasikmalaya dengan berbagai judul dan tema puisi… selengkapnya
Rp 20.000Filsafat administrasi adalah bidang yang sangat penting, terutama di era globalisasi dan transformasi yang cepat ini. Dalam buku ini, kami… selengkapnya
Rp 50.000Dasar-Dasar Teori dan Praktik Metode Penelitian, metode penelitian dipahami sebagai tata cara bagaimana suatu penelitian dilaksanakan. Metode penelitian berbeda halnya… selengkapnya
Rp 85.000


Saat ini belum tersedia komentar.