Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Teh Ayu
● online
Teh Neng
● online
Teh Ayu
● online
Halo, perkenalkan saya Teh Ayu
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Dasar-Dasar Logika

Dasar-Dasar Logika

Diposting pada 17 September 2025 oleh manggustore / Dilihat: 301 kali / Kategori:

Sebagai manusia, kita seharusnya bersyukur atas karunia-Nya yang telah menciptakan kita sebagai makhluk yang memiliki pemikiran, kemampuan berpikir, dan akal yang luar biasa. Kemampuan berhitung kalkulator, kemampuan akses internet, dan barang lainnya itu hanya sebagian kecil hasil dari pemikiran manusia yang menciptakannya. Untuk itu, kita harus memanfaatkan pikiran kita yang luar biasa ini secara logis dan benar, memanfaatkan pemikiran berarti kita mengakui fitrah serta bentuk kita mensyukuri nikmat-Nya.

Logika berasal dari bahasa Yunani “logos” yang berarti “kata”, “ucapan”, atau “alasan”. Secara etimologi, logika merupakan ilmu yang mempelajari pikiran yang dinyatakan dalam bahasa. Dapat dikatakan bahwa, logika adalah suatu pertimbangan akal atau pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa (Yusup Rohmadi dan Waryunah, 2020:2)

BACA JUGA:

Dasar-Dasar Logika

Dalam perkembangannya, logika dikenal dengan dua jenis logika, yaitu logika formal dan logka materiil. Secara sederhana, logika formal merupakan suatu bentuk penalaran yang mengkaji tentang benar atau salah. Lohika formal (atau disebut juga logika minor, logika deduktif) adalah bagian filsafat yang membicaarakan hukum-hukum atau aturan-aturan yang harus dipatuhi ketika kita berpikir, sehingga kita dapat berpikir dengan lurus dan mencapai kebenaran (Nanang Martono dan Dalhar Shodiq, 2018:8).

Untuk dapat membedakan logika materiil dan logika formal, kita dapat melihat contoh sebagai berikut:

  1. Tidak ada mahasiswa yang tidak lulus ujian.
  2. Semua mahasisea lulus ujian.

Kedua kalimat tersebut memiliki makna yang sama. Kesamaan ini dapat disimpulkan mana kala kita melihatnya dari sudut pandang logika materiil. Akan tetapi, kedua kalimat tersebut tetap berbeda jika melihatnya dari kaca mata logika formal. Secara formal (bentuk), keduanya tetap berbeda meskipun bermakna sama. Yang pertama menggunakan “kata tidak ada,” sedangkan yang kedua menggunakan kata “semua.” Inilah contoh yang dapat membedakan logika formal dan logika materiil (Nanang Martono dan Dalhar Shodiq, 2018:9).

BACA JUGA:

Fungsi dan Manfaat Logika dalam Kehidupan

Kerangka berpikir manusia sesungguhnya terdiri atas tiga unsur, di antaranya:

  1. Pengertian, menangkap kenyataan tentang sesuatu sebagaimana adanya; artinya menangkap sesuatu tanpa mengakui atau mengingkarinya.
  2. Keputusan, memberikan keputusan artinya, menghubungkan pengertian yang satu dengan pengertian lainnya atau memungkiri hubungan itu. Misalnya, adanya hubungan antara harga mobil, dengan keadaan keuangan seseorang, yang karena itu disebut “mahal.”
  3. Penyimpulan, menghubungkan keputusan-keputusan sedemikian rupa, sehingga dari satu keputusan atau lebih, akhirnya sampai pada suatu kesimpulan. Atas dasar “putusan” pada poin kedua, maka seseorang dapat menyimpulkan, misalnya “saya tidak jadi membeli mobil itu.” (Yusup Rohmadi dan Waryunah, 2020:11).

Daftar Pustaka

Rohmadi, Y. dan Waryunah. 2020. Dasar-Dasar Logika. Surakarta: Efudepress.

Martono, Nanang dan Shodiq D. 2018. Dasar-Dasar Logika: Sebuah Intisari Metode Berpikir Logis dan Kritis. Depok: PT. Raja Grafindo Persada.

Muhammad Sabiq, Dasar-Dasar Logika, Penerbit Manggu.

Sakaria To Anwar, Dasar-Dasar Logika, Penerbit Manggu.

Tags: ,

Bagikan ke

Dasar-Dasar Logika

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Dasar-Dasar Logika

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: