Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Teh Ayu
● online
Teh Neng
● online
Teh Ayu
● online
Halo, perkenalkan saya Teh Ayu
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Berbisnis di Sektor Manufaktur: Peluang dan Tantangan

Berbisnis di Sektor Manufaktur: Peluang dan Tantangan

Diposting pada 3 Juli 2025 oleh manggustore / Dilihat: 410 kali / Kategori:

Usaha bisnis industri manufaktur adalah salah satu bisnis yang menjadi bagian dari bisnis di Indonesia. Sektor industri merupakan bisnis yang sangat penting bagi pembangunan ekonomi, karena memiliki kemampuan untuk mendorong pembangunan ekonomi. Kegiatan pembangunan ekonomi di Indonesia bertujuan untuk mengurangi masalah perekonomian yang ada.

BACA JUGA:

Peluang dan Tantangan Agrobisnis di Indonesia

Definisi industri manufaktur menurut para ahli adalah kegiatan industry yang kegiatan utamanya adalah mengubah bahan baku, komponen, atau bagian lainnya menjadi barang jadi yang memenuhi standar spesifikasi. Industri manufaktur adalah industri pengolahan, yaitu suatu usaha yang mengolah atau mengubah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi yang mempunyai nilai tambah, yang dilakukan secara mekanis dengan mesin, ataupun tanpa menggunakan mesin (BPS, 2008).

Di Negara Indonesia, sektor industri manufaktur adalah suatu sektor yang mengalami perkembangan sangat pesat. Perkembangan ini dilakukan pada masa oerde baru dengan adanya UU No. 1 Tahun 1967 mengenai Penanaman Modal Asing (PMA) yang dilakukan pemerintah dengan liberialisasi dengan tujuan menarik modak asing agar meningkatkan ekonomi yang lemah. (Rafika Azwina, dkk, 2023: 45)

Kontribusi sektor industri manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Sejak tahun 2010, sektor industri terus memberikan kontribusi terbesar pada PDB nasional. (Kemenperin, 2022)

BACA JUGA:

Bisnis Digital: Peluang dan Tantangannya

Manufaktur merupakan sektor yang menjadi tonggak utama dalam perekonomian Indoneisa, baik secara mikro maupun makro. Sebab, sektor manufaktur seperti benang, otomotif, dan lainnya inilah yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sehingga turut berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat. Manufaktur juga menjadi ujung tombak ekspor yang mampu memberikanefek positif. Tidak bisa dikesampingkan juga bahwa jenis industri ini mampu menyerap investor, baik dari dalam maupun luar negeri dalam angka tinggi. (Lakumas, 2021)

Agus Gumiwang mengatakan sektor industri manufaktur masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Di antaranya:

  1. Masalah sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Padahal setiap tahun Indonesia membtuhkan setidaknya 600ribu tenaga kerja baru untuk industry sektor manufaktur, termasuk di dalamnya untuk hiliarisasi.
  2. Perluasan kerja sama intenasional untuk membuka pasar ekspor baru.
  3. Insentif harus investor friendly dan harus market friendly. Masih diperlukannya benchmarking dari negara-negara lain, khususnya negara competitor.
  4. International trade dan diplomasi. (Tempo.co, 2022).

Referensi:

Tedi Rustendi, Audit Berbasis Risiko Tahapan Penugasan Audit Internal, Penerbit Manggu.

Fransdito Ali Ilyas, Audit Berbasis Risiko Tahapan Penugasan Audit Internal, Penerbit Manggu.

Tags: , , ,

Bagikan ke

Berbisnis di Sektor Manufaktur: Peluang dan Tantangan

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Berbisnis di Sektor Manufaktur: Peluang dan Tantangan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: