● online
- Anggaran Perusahaan: Perencanaan & Pengendalian Pe
- Metode Penelitian Sosial Kualitatif
- Manajemen Pembiayaan Bank Syariah: Teori, Aplikasi
- Strategi Pembelajaran Membangun Efektivitas Belaja
- Dasar-Dasar Logika
- Akhlak dan Etos Kerja Islam
- Panduan Praktikum Sitohistoteknologi
- Manajemen Lembaga Pendidikan Islam
Watak Multikultural Pesantren
Pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan Islam tertua di Indonesia selalu menarik untuk dikaji. Terlebih dewasa ini pesantren sering menghadapi banyak isu-isu krusial seperti dituduh sebagai sarang teroris dan pelaku bom bunuh diri, mengajarkan inklusivisme, radikalisme dan semacamnya.
Hal itu tentu banyak menyudutkan posisi pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan Islam yang sudah diakui eksistensi dan peranannya di masyarakat. Adanya tokoh multikulturalisme yang lahir dari rahim pesantren seperti KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi sebuah jawaban bahwa apa yang dituduhkan kepada pesantren tidak seratus persen benar.
Selain tertua, pesantren juga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan kultur budaya yang ada di masyarakat. Wahid (1980) menyebut bahwa pesantren sebagai subkultur dari budaya Indonesia. Setidaknya, terdapat tiga alasan kenapa pondok
pesantren dipandang sebagai subkultur dari bangsa Indonesia, yaitu: pertama, pola kepemimpinan pondok pesantren yang mandiri
dan tidak terkooptasi oleh negara; kedua, kitab-kitab rujukan yang selalu digunakan pondok pesantren adalah kitab-kitab yang berasal
dari berbagai abad; dan ketiga, karena adanya value system (sistem nilai) yang digunakan di pondok pesantren merupakan bagian dari
masyarakat luas (Jailani, 2012; Haedari, 2004).
BACA JUGA:
Kiai dan Pendidikan Berbasis Pesantren
Susanti (2012) menyatakan bahwa interaksi sosial yang dibangun dalam lingkungan pesantren tidak jauh berbeda dengan interaksi sosial yang ada dalam masyarakat pada umumnya. Begitu pula, keragaman di lingkungan pesantren menjadi sebuah ciri multikultural.
Lingkungan yang dibentuk benar-benar heterogen ditinjau dari aspek input, santri yang datang dari berbagai ras, bukan homoginitas dengan sistem pembelajaran dan nilai-nilai religiusitas yang dibangun. Nilai-nilai agama Islam yang diajarkan tetap mengedepankan toleransi, tolong-menolong, saling menghormati antar sesama menjadi modal dasar bagi kelangsungan hidup di lingkungan pesantren.
Sementara Syaifullah dan Suyanto (2014) menambahkan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan bernuansakan agama Islam. Pengimplementasian pendidikan di pesantren memiliki suasana multikultural yang sangat lekat.
Dalam sebuah pesantren terdapat berbagai peserta didik yang beragam, baik dari segi etnis, bahasa, gender, kelas sosial, ras, kemampuan dan umur. Berbagai perbedaan tersebut telah mampu dihargai oleh pesantren, walaupun dalam pesantren hanya ada satu keragaman dalam beragama, yakni Islam. Dengan sistem asrama yang menjadi ciri khas pesantren, para santri yang beragam dari berbagai daerah dapat berinteraksi secara intensif selama dua puluh empat jam setiap hari.
BACA JUGA:
Pendidikan Karakter Berbasis Pesantren
Watak multikultural pesantren signifikan dengan paham aswaja yang selalu menitikberakkan pada sikap toleran (tasāmuh), moderat (tawāsuth), seimbang (tawāzun) dan konsisten (i’tidāl). Sikap pesantren berdasarkan paham aswaja itu setidaknya dapat digunakan menghadapi segala perubahan yang ada, namun tetap kokoh pada landasan tradisi masa lampaunya.
Dhofier (1994) menyatakan bahwa perubahan yang ada dalam pesantren dalam melakukan perubahan selalu berhati-hati di atas tradisi masa lampaunya, sehingga tercipta kesinambungan di tengah perubahan (continuity of change) yang ada. Dari sudut inilah, ada elemen-elemen lama dibuang; dan kemudian dimasukkan elemen-elemen yang baru; ada kebiasaan-kebiasaan lama yang dibuang, sementara
lembaga-lembaga baru mulai diperkenalkan, dan sebagainya.
Pesantren juga merupakan tradisi agung (great tradition) warisan para penyebar Islam masa lalu. Konsep great tradition diperkenalkan oleh Redfield (1956) yang merupakan lawan dari tradisi kecil (little tradition). Ali (2013) menyatakan bahwa pesantren merupakan khazanah dari tradisi agung (great tradition) yang pernah dimiliki bangsa Indonesia. Pergumulan pesantren bersama dengan elemen bangsa yang lain melahirkan tradisi keberagamaan inklusif dan moderat, yang menjadi ciri khas keberagamaan di Indonesia.
Melalui pesantren tersebut watak keislaman dan keindonesiaan terbentuk. Keberadaan pesantren yang inklusif dan moderat terhadap perkembangan masyarakat serta mempunyai karakter keberagamaan yang terbuka (inklusif) tentu tidak bisa lepas dari peran kiai dalam membangun ide-ide pendidikan di lembaganya.
Ada tiga pilar bahwa pesantren merupakan tradisi agung (great tradition) yang sesuai dengan paham aswaja berikut: pertama, bidang akidah, pesantren mengikuti al-Asyari. Kedua, bidang tasawuf, pesantren mengikuti al-Ghazali. Ketiga, bidang fikih, pesantren mengikuti madzhab Imam Syafi’i (Kosim, 2006; Shihab, 2001). Ketiga imam itu dipandang sebagai ulama moderat di zamannya.

Sumber: Dr. Arif Muzayin Shofwan, M.Pd, Konstruksi Pendidikan Keagamaan Islam Multikultural di Pesantren, 2021, Penerbit Manggu: Bandung.
Tags: aswaja, Multikultural, Multikultural Pesantren, Pesantren
Watak Multikultural Pesantren
Kehidupan mahasiswa seringkali diwarnai oleh beragam tekanan dan stres. Tuntutan akademik yang tinggi, jadwal padat, tugas-tugas yang menumpuk, dan masalah... selengkapnya
Investasi saham adalah salah satu cara yang potensial untuk mengembangkan kekayaan Anda, tetapi juga melibatkan risiko yang signifikan. Salah satu... selengkapnya
Sebagai manusia, kita seharusnya bersyukur atas karunia-Nya yang telah menciptakan kita sebagai makhluk yang memiliki pemikiran, kemampuan berpikir, dan akal... selengkapnya
Masalah utama pelayanan publik pada dasarnya ialah bagaimana kualitas peningkatan pelayanan publik itu sendiri berjalan. Pelayanan publik yang berkualitas dipengaruhi... selengkapnya
Setiap anak memiliki karakter dan kepribadian yang unik. Sebagai orang tua atau pengasuh, memahami karakter anak adalah kunci untuk menerapkan... selengkapnya
Kampus UNINUS yang sangat megah dan terkesan mewah. Sumber: https://uninus.ac.id/. Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi Islam asal Indonesia yang didirikan... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Pendidikan merupakan hal terpenting dalam kehidupan manusia. Pendidikan akan membawa manusia dari kegelapan kepada terang benderang. Pendidikan merupakan... selengkapnya
Bermain memiliki beberapa fungsi penting dalam perkembangan manusia, terutama pada masa anak-anak. Berikut ini adalah beberapa fungsi bermain: Pengembangan Kognitif... selengkapnya
Anak sekolah dasar, yang berusia antara 6 hingga 12 tahun, berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang penting. Pada periode... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM — Yogyakarta, sering disebut “Jogja” oleh penduduk setempat, adalah salah satu permata tersembunyi di pulau Jawa, Indonesia. Kota yang... selengkapnya
Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan; Wawasan Dasar Bermasyarakat,Berbangsa, dan Bernegara Pengarang: Dr. Mochamad Zakaria, S.I.P., M.Si. Editor: Aep S. Hamidin ISBN:… selengkapnya
Rp 67.500 Rp 75.000Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang gaya bahasanya sangat dipengaruhi oleh irama, rima, serta penyusunan larik dan bait…. selengkapnya
Rp 15.000 Rp 20.000Matematika ekonomi adalah penerapan metode matematika untuk mewakili teori dan menganalisis masalah-masalah di bidang ekonomi. Matematika memungkinkan para ekonom untuk… selengkapnya
Rp 49.500 Rp 55.000Mengelola Kinerja Sistem Logistik merupakan serangkaian fasilitas yang berhubungan dengan jasa pelayanan transportasi. Fasilitas yang disebutkan itu memiliki maksud tempat… selengkapnya
Rp 65.000 Rp 76.500Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan suatu model pembelajaran terpadu yang memungkinkan siswa secara individu maupun dalam kelompok aktif dalam… selengkapnya
Rp 49.500 Rp 55.000Buku “Evolusi” adalah sebuah karya yang membahas tentang sejarah panjang keberadaan makhluk hidup di planet Bumi dan bagaimana mereka mengalami… selengkapnya
Rp 58.500 Rp 65.000Kebijakan publik merupakan instrumen utama negara dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat. Setiap kebijakan yang dirumuskan dan diimplementasikan akan membawa konsekuensi… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPembangunan masyarakat lokal (local community development) dewasa ini berada di tengah dinamika globalisasi yang kompleks. Di satu sisi, arus global… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKetahanan pangan merujuk pada kemampuan suatu negara atau masyarakat untuk secara berkelanjutan memenuhi kebutuhan pangan seluruh anggota masyarakatnya. Pangan dalam… selengkapnya
Rp 112.500 Rp 125.000Buku Gizi Kuliner menghadirkan pemahaman yang menyeluruh tentang hubungan antara ilmu gizi dan seni mengolah makanan. Melalui buku ini, pembaca… selengkapnya
Rp 57.000


Saat ini belum tersedia komentar.