Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
Teh Ayu● online 6282116932476
Teh Neng● online 6282116932479
● online
- Sistem Pengawasan Pemerintahan Pusat, Daerah, dan
- Buku Monograf Aplikasi Design Expert Pada Keju Ana
- Buku Ajar Matematika Kelas VII berbasis Kearifan L
- Budaya Organisasi Paguyuban Pasundan
- Hak Asasi Manusia dalam Realitas Global
- Panduan Praktikum Gizi dalam Kesehatan Reproduksi
- Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran
- Panduan Praktikum Bakteriologi 1
Apa yang Orang Baduy Makan
MNGGUSTORE.COM – Selama obrolan kita tentang keperluan rumah tangga, ibu rumahtangga itu mempunyai banyak waktu untuk bersolek dan mengobrol dengan beberapa tetangga, semacam obrolan sambil minum kopi, tetapi orang Baduy dilarang minum kopi, kecuali bila berada di luar daerahnya. Karena itu tidak ada tanaman kopi, dapatlah dimengerti.
Para wanita mempunyai kesempatan untuk memakan sirih, tetapi tanpa tembakau (sisig), karena nyisig, merokok dan penanamannya pohon ini adalah seperti halnya mengisap madat, pengisap mana di tatar Sunda jarang dijumpai. Mereka hanya menggunakan sehelai daun sirih diolesi kapur sirih, kemudian digulung dengan pinang dan gambir serta mengunyahnya dengan nikmat, menurut pandangan dan rasa mereka. Tidak setiap pagi mereka ada waktu untuk mengobrol dengan tetangga, karena seringkali pada pagi hari mereka harus ke hutan (ngalasan) untuk mencari bumbu masak (ngundeur) atau lalab untuk lauk pauk pada waktu makan, suatu pekerjaan yang tidak akan dilakukan oleh seorang pria, pekerjaan ini ditolong oleh anak-anak perempuan. Sesekali wanita juga turut kerja di lapangan seperti waktu menanam padi dan membersihkan huma.
Para pria yang kembali dari pekerjaan di hutan berkumpul di lapangan kampung untuk minum bersama. Menjadi suatu kebiasaan antara kaum laki-laki, bahwa sebelum makan antar mereka diedarkan dahulu bacok dengan wayu; mereka menamakannya papairan, sambil mengobrol tentang kejadian pada hari itu. Apabila papairan itu selesai maka semua orang menyiapkan diri untuk makan dengan yang utamanya selalu makan nasi yang padinya mereka tanam di huma dan dilarang ditanak di luar rumah. Sebagai lauk pauk dimakannya daun-daun atau buahbuahan yang dipetik oleh para wanita dan anak-anak di hutan; apabila dimakan tanpa dimasak disebutnya lalab, bila direbus dahulu namanya ceungceum.
BACA JUGA: ETNOGRAFI SUKU BANGSA MINANGKABAU
Pohon-pohon atau bagian dari pohon yang digunakan adalah daun sasawi leuweung (Prinandropis pethaphelia, keluarga dari Cappandeae) yang dapat menggantikan mosterd; beberapa macam tanaman itu termasuk keluarga Solaneae dan Lysepercicum esenlintum; reundeu daun muda dari keluarga Rueltia. Boros kaso, kembang muda gelagah (Saccaharun spontaneum, keluarga dari Gramineae). Boros sauheun (Panicum palmaelolium, keluarga dari Grameneae). Boros honje (Ellatona spesiosa, keluarga dari Zingiberaceae). Kacumbrah, kembang honje, begitu juga buah yang rasanya masam dari pohon ini dipakai untuk lauk pauk, tetapi direbus dahulu sebagai ceungceum. Daun gamet (Chylocalyx periolatus, keluarga dari Polyganeae), rasanya enak digunakan sebagai ceungceum. Daun hariang (macam Begonea) juga rasanya enak dibuat ceungceum. Daun krokot, pepohonan liar (Porlutacea oleracea), keluarga dari Partula-ceae). Lo-ot, biji peucung (Pangium edule, keluarga dari Pangiaceae) direndam dua malam dalam air, kemudian direbus dan ditumbuk halus dalam ruas bambu disimpan beberapa lamanya. Apabila akan di santap maka direbus dahulu, dan dibubuhi garam. Menyebarkan aroma yang kurang sedap, yang dapat menghilangkan selera makan kita, tetapi bagi orang Baduy justru sebaliknya meninggikan selera makan mereka.
Cabai rawit (Capsium longum, keluarga Solaneae) dan terasi terbuat dari ikan dan udang, yang dibeli dari pasar tidak ketinggalan, hal itu dapat dimengerti. Sesekali dalam menu makannya itu tampak pula kokopong (ikan kering), beberapa udang sungai dan ketam darat dan sebagai hidangan istimewa bodo; yaitu ikan kecil yang dimasak dengan garam kemudian disimpan dalam ruas bambu, dan disantap sebagai lauk pauk manakala baunya sudah tidak tertahankan lagi; bumbu kering dan kecap kiranya tidak dikenal, atau mereka tidak menggunakannya.
Dalam musim duren (Durio zifrethinus, keluarga dari Sterculiaseae) lagi-lagi mereka dapat membuat makanan yang menurut seleranya sangat enak, dengan jalan melepaskan daging dari bijinya dan memasamkannya serta disebut tampuy, disantapnya dengan nasi, kadangkala daging kerbau, daging rusa atau daging sigung dikeringkan merupakan suatu keistimewaan.
Segala macam buahbuahan, mereka boleh makan dan seringkali digunakan sebagai cuci mulut. Sewaktu makan mereka minum air dari gunung yang bening yang disimpan dalam kele (ruas bambu). Di kedua ujung ruas bambu ini ada tutup alamiah; di salah satu ujungnya dibuat dua lubang sebesar jari tangan. Lubang itu ditutup dengan segenggam rumput, yang dilepaskannya bila diminum. Ruas bambunya sendiri di sebelah luar dibikin persegi enam. Lauk pauk untuk ketiga kalinya makan biasanya sama dan apa yang tersisa pada waktu suatu makan disimpan untuk waktu makan kemudian.
Sumber:
Buku Etnografi Jul Jacobs: Orang Baduy dari Banten, hal-146-149. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Manggu yang dialihbahasa dari buku Jul Jacobs oleh Judistira K. Garna dan Salam Hardjadilaga.
Tags: Apa yang Orang Baduy Makan, makanan baduy, Orang Baduy
Apa yang Orang Baduy Makan
Mengubah bidang atau industri dalam karir adalah langkah yang signifikan dan penuh tantangan. Namun, perubahan tersebut seringkali diperlukan untuk pertumbuhan... selengkapnya
Disiplin selalu menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan. Sudah lama, banyak institusi pendidikan menerapkan metode keras sebagai cara utama untuk... selengkapnya
Mungkin masih sedikit yang mengetahui tentang daun belalai gajah atau yang sering disebut sebagai daun kalingsir, yang secara ilmiah dikenal... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM — Dilihat dari konteksnya, bisa dimengerti kalau perbandingan administrasi negara merupakan ilmu yang mempelajari sistem pelayanan negara serta manajemen... selengkapnya
Ketika kita menyaksikan atlet berprestasi dalam kompetisi, kita seringkali terpukau oleh kemampuan fisik dan kekuatan mereka. Namun, ada elemen yang... selengkapnya
Mendidik anak merupakan tanggung jawab besar sekaligus pengalaman yang penuh makna bagi setiap orang tua. Salah satu cara yang kini... selengkapnya
Mahasiswa: Aset Berharga bagi Masa Depan Bangsa Mahasiswa dianggap sebagai “Iron Stock”, yang artinya mereka adalah sumber daya manusia yang... selengkapnya
Anggaran tenaga kerja merupakan anggaran yang merinci upah yang dibayarkan kepada tenaga kerja di masa yang akan datang. Rincian anggaran... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM-Siapa pun bisa berbisnis atau berdagang, asal ia memiliki keinginan kuat atau bercita-cita menjadi pebisnis atau pedagang. Jika tak memiliki... selengkapnya
Musik adalah bahasa universal yang menyentuh perasaan dan emosi setiap orang. Salah satu genre yang telah menggoda pendengarnya selama beberapa... selengkapnya
Deteksi Intrusi Menggunakan Python, sistem Deteksi Intrusi (Intrusion Detection System) adalah sebuah metode yang dapat digunakan untuk mendeteksi aktivitas yang… selengkapnya
Rp 95.000 Rp 120.000Dalam rangka mendukung upaya terciptanya industri perbankan yang sehat baik dari perbankan konvensional dan perbankan syariah maka perlu dukungan dari… selengkapnya
Rp 67.000Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak varietas… selengkapnya
Rp 55.000 Rp 63.500Empat pilar kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh (soko guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tenteram dan sejahtera serta… selengkapnya
Rp 49.500 Rp 55.000Dalam buku ini, tertulis bagaimana pentingnya pengantar dan juga bagaimana materi yang telah disajikan yang relevan dengan mata kuliah mengenai… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 66.500Hegemoni budaya merujuk pada dominasi kelas penguasa terhadap masyarakat yang memiliki keragaman budaya. Kelas penguasa tersebut membentuk atau memanipulasi budaya… selengkapnya
Rp 50.000Buku Pegangan Sejarah Gereja Indonesia disusun untuk mengajak pembaca menelusuri perjalanan panjang peristiwa demi peristiwa yang terjadi di tanah air… selengkapnya
Rp 60.000Manajemen yaitu suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengaruh suatu kelompok orang ke arah tujuan organisasi atau… selengkapnya
Rp 92.000Budgeting: Perencanaan, Pengkoordinasian dan Pengawasan Kerja Pengarang: Ade Imam Muslim & Yoppi Palupi Purbaningsih Isi: 153 hal. + viii ISBN:… selengkapnya
Rp 69.500 Rp 75.500Buku metode penelitian hukum ini disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan referensi di bidang hukum, khususnya bagi mahasiswa yang menempuh… selengkapnya
Rp 135.000

Saat ini belum tersedia komentar.