Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
Teh Ayu● online 6282116932476
Teh Neng● online 6282116932479
● online
- Budaya Organisasi Perspektif Administrasi Publik -....
- Manajemen Tenaga Pendidik Anak Usia Dini....
- Metode Pembelajaran IPA SD MI....
- Pokoknya Filsafat - E. Mulya Syamsul....
- Manajemen Keperawatan Teori Research dan Praktik....
- Lentera Jalan Hidup....
- Sosiologi Pedesaan dan Masyarakat Maritim....
- Pengantar Hukum Indonesia - Dr. Muh. Nasir....
Modernisasi Lembaga Masyarakat Desa dalam Dinamika Pembangunan
Sebenarnya, Ide pembangunan berjalan seiring dengan berkembangnya gagasan modernisasi. Bahkan, menurut Schoorl (1991:1) pembangunan itu merupakan bagian dari proses modernisasi. Upaya pembangunan di negara-negara berkembang, semakin memperoleh dorongan setelah dikeluarkannya deklarasi PBB tentang dekade pembangunan pada akhir tahun 1 950-1960-an.
Di Benua Asia, Afrika, dan Amerika Selatan, pasca Perang Dunia II ditandai dengan munculnya berbagai negara bangsa (nation-state) baru, yang sebelumnya merupakan koloni negara-negara di Eropa. Menyusul keberhasilan pembangunan kembali negara-negara sekutu Amerika Serikat di Eropa, maka negara-negara yang baru merdeka di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Selatan mulai mencoba mengikuti jejak negara-negara di Eropa untuk melakukan pembangunan.
Pembangunan yang digagas secara massal tentu membutuhkan lembaga, sehingga secara kelembagaan proses pembangunan dapat dicancang sejak proses perencanan hingga pengawasan atau evaluasi. Jika kemudian kita sepakat bahwa pembangunan harus dimulai dari bawah (bottom up), maka lembaga di tingkat bawahlah yang seharusnya terlebih dahulu diberdayakan melalui mekanisme modernisasi.
Teori modernisasi, yang lahir tahun 1950-an merupakan respons kaum intelektual terhadap Perang Dunia II, sebagai sebuah teori yang dianggap jalan paling optimis menuju perubahan. Kemudian, apakah teori modernisasi ini telah membawa perubahan di tingkat bawah, katakanlah di sekitar masyarakat desa?
Huntington (dalam Fakih, 1996:41) percaya bahwa modernisasi bersifat: 1) revolusioner, dalam arti perubahan cepat global akan memengaruhi semua manusia; 2) bertahap, melalui langkah-langkah; 3) homogenisasi (convergency); dan 4) progresif. Sayangnya, peran pemerintah kemudian menjadi dipertanyakan, sebagaimana disampaikan oleh Apter bahwa beberapa pemerintahan hanya akan memenuhi sebagian dari komunitas, dan menggunakan bagian tersebut untuk mendisiplinkan sisanya. Ini merupakan karakteristik oligarki yang mewakili kelas atau kasta tertentu.
Namun sekarang kebanyakan pemerintahan beroperasi di bawah iklim kerakyatan dan partisipasi massa. Bagaimana kerakyatan tersebut dikontrol dan dibentuk, dan juga seberapa derajat tanggapan pemerintah terhadap tuntutan publik, membangun karakteristik pemerintahan, terutama di negara-negara yang sedang menjadi modern (Apter, 1987:236-237).
Menurut saya, apabila pembangunan atau modernisasi hanya menarik di tingkat wacana namun tidak menyentuh problem di tingkat desa, maka akan selalu ada ambivalensi antara das sein dan das sollen yang berkembang. Mengapa? Dalam pandangan banyak pihak yang concern terhadap proses pembangunan, seringkali kelembagaan yang dimodernisir adalah lembaga-lembaga yang sebetulnya tidak langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat di bawah, katakanlah di desa. Oleh karena itulah, sebetulnya, sangat penting merevitalisasi peran lembaga desa ntuk menjadi lembaga modern yang cakap mengartikulasi dan mengagregasikan kebutuhan masyarakat.
Bagi saya, keberhasilan modernisasi lembaga desa, salah satunya ditentukan atau malah bisa diukur oleh sejauh mana desa yang menjadi subjek kelembagaan itu dapat mandiri atau berdaya ilmiah. Menurut saya, pentingnya modernisasi di desa, sebab dapat menjadi faktor strategis di dalam menciptakan dinamika pembangunan yang berbasis kepada karakter, kemampuan dan kemampuan masyarakat desa masing-masing sehingga diharapkan tidak akan ada lagi wajah pembangunan yang homogen atau yang serba-seragam.
Prof. Dr. Drs. H. Entang Adhy Muhtar, M.S.
*) Guru Besar FISIP Universitas Padjadjaran
Tags: Dinamika Pembangunan, embaga Masyarakat Desa, Modernisasi, Pembangunan Desa
Modernisasi Lembaga Masyarakat Desa dalam Dinamika Pembangunan
Pendidikan daring (disebut juga pendidikan online atau e-learning) telah menjadi salah satu aspek penting dalam dunia pendidikan, terutama di tengah... selengkapnya
Public speaking atau berbicara di depan umum, adalah keterampilan yang semakin penting dalam dunia saat ini. Dalam era di mana... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Sebuah kegiatan pengelolaan aset, tentu akan memiliki siklus tersendiri. Di samping siklus, manajemen aset juga memiliki bentuk dan tahapannya... selengkapnya
Kedamaian adalah salah satu hal yang paling diidamkan oleh manusia. Hidup dalam kedamaian memberikan kita perasaan kesejahteraan, ketenangan pikiran, dan... selengkapnya
Gangguan menstruasi, bisa terjadi karena kelainan siklus seperti amenorea, polimenorea dan oligomenorea. Kelainan lain karena jumlah darah yang keluar tidak... selengkapnya
Analisis teknikal adalah salah satu metode yang digunakan oleh para investor saham untuk memprediksi pergerakan harga saham berdasarkan data historis... selengkapnya
Generasi milenial, yang lahir antara tahun 1981 hingga 1996, telah menjadi anggota besar dalam dunia kerja. Dalam artikel ini, kita... selengkapnya
Cita-cita adalah pijakan penting dalam perjalanan hidup setiap individu. Bagi sebagian orang, cita-cita adalah pusat tujuan dan dorongan yang memandu... selengkapnya
Apakah Anda perlu sedikit bantuan di dapur? Meskipun kami tidak bisa memberikan Anda tambahan tangan atau ruang tambahan, bagaimana dengan... selengkapnya
Masyarakat inklusif adalah konsep yang mendorong keberagaman dan menghormati hak-hak semua individu, tanpa memandang latar belakang, identitas, atau kondisi mereka.... selengkapnya
Edible coating adalah lapisan tipis yang terbuat dari bahan yang dapat dimakan, yang digunakan di permukaan atau diantara produk pangan,… selengkapnya
Rp 104.400 Rp 116.000Aplikasi atau sering juga disebut aplikasi perangkat lunak adalah suatu subkelas perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk… selengkapnya
Rp 103.000 Rp 127.500Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) atau HRM (Human Resource Management) adalah pengelolaan efisien dan efektif sejumlah individu untuk mencapai tujuan… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 85.000Tubuh manusia membutuhkan mikronutrien hanya dalam jumlah kecil (biasanya dalam ukuran miligram/mg atau mikrogram/ µg per hari) meskipun mikronutrien sama… selengkapnya
Rp 75.000Organisasi merujuk pada sebuah kelompok atau entitas di mana sejumlah individu bekerja sama secara terstruktur untuk mencapai tujuan yang ditetapkan…. selengkapnya
Rp 83.000Implementasi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara Pengarang: Bradley Setiyadi,S.Pt.M.Pd & Rahmalia,S.Pd.M.Pd Kertas: Bookpaper Isi: 112 Halaman ISBN: 978-623-6003-44-2 Tahun: 2021 Penerbit:… selengkapnya
Rp 50.000Filsafat ilmu adalah bagian dari filsafat yang menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu. Bidang ini mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan… selengkapnya
Rp 54.000 Rp 60.000Auditing merupakan suatu pemeriksaan laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen, beserta catatan-catatan pembukuan dn bukti-bukti pendukungnya, dilakukan oleh pihak… selengkapnya
Rp 73.000Metode penelitian sosial adalah suatu upaya untuk mencari tahu berbagai macam fenomena yang terjadi di lingkungan masyarakat. Hal tersebut dilakukan… selengkapnya
Rp 54.000 Rp 60.000Perbandingan administrasi negara merupakan ilmu yang memiliki tujuan untuk membandingkan pola-pola administrasi dari berbagai sudut pandang, antara lain membandingkan administrasi… selengkapnya
Rp 49.800 Rp 56.160

Saat ini belum tersedia komentar.