Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Teh Ayu
● online
Teh Neng
● online
Teh Ayu
● online
Halo, perkenalkan saya Teh Ayu
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Mengenal Tanah Laterit

Mengenal Tanah Laterit

Diposting pada 28 Mei 2024 oleh manggustore / Dilihat: 68 kali / Kategori:

Tanah laterit merupakan salah satu jenis tanah yang ada di bumi. Warna kemerah-merahan dan kecoklat-coklatan. Tidak heran jika tanah ini dijuluki dengan tanah merah. Tanah laterit atau tanah merah ini terbentuk dari cuaca yang lembab dan lingkungan yang dingin. Selain itu, genangan air juga dapat menjadi penyebab terciptanya tanah merah ini.

Buchanan-Hamilton (Edgar Thurston, 1913) berkebangsaan Francis yang pertama kali mendeskripsikan dan menamai formasi laterit di India selatan pada tahun 1807. Ia menamakannya laterit dari kata Latin “late”, yang berarti batu bata. Yaitu, tanah yang sangat padat dan tersemen ini dapat dengan mudah dipotong menjadi balok-balok berbentuk batu bata untuk bangunan. Tanah laterit banyak tersebar di daerah tropis dan subtropis. Salah satunya adalah Indonesia.

Indonesia merupakan negara topis yang memiliki curah hujan yang tinggi dan memiliki kelembaban yang merata. Sehingga, tidak heran jika tanah laterit banyak tersebar di Indonesia. Diperkirakan ada 8.085 juta Ha tanah merah yang tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

BACA BUKU INI:

Perbaikan Karakteristik Tanah Laterit

 

Tanah laterit ini banyak dimanfaatkan untuk dijadikan bahan material bangunan dan peralatan rumah tangga lainnya. Seperti, genting, batu bata, gerabah, tembikar, dan kerajinan lainnya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya bangunan rumah maupun gedung-gedung pemerintahan dan fasilitas lainnya dibangun dengan menggunakan batu bata merah.

Sedangkan atap rumah dan bangunan lainnya terbuat dari tanah berupa genting. Belum lagi kalua berbicara mengenai perlengkapan rumah tangga yang mungkin masih ada di sekitar kita. Salah satunya adalah cobek atau ulekan. Kalau zaman dulu, zaman nenek moyang kita, peralatan rumah tangga banyak menggunakan alat-alat yang teruat dari tanah. Salah satunya adalah gentong, guci, kendi, poci, dll.

Kesuburan tanah laterit ini bisa dibilang sangat kurang dari subur. Para ilmuan memperkirakan bahwa tanah laterit ini tadinya adalah tanah subur dan kaya akan unsur hara. Namun, dengan berjalannya waktu, kesuburan dan unsur hara tanah laterit hilang. Hal itu disebabkan oleh adanya air hujan yang terus mengaliri tanah tersebut secara terus-menerus dalam jangka waktu lama.

Selain itu, kurangnya kesuburan pada tanah laterit, salah satunya disebabkan oleh tingginya kandungan organik. Belum lagi kandungan mineral besi dan alumunium yang ada pada tanah laterit. Terbentuk dari pelapukan batuan kapur dan tingkat keasaman tanah > 7 sebagai penyebab kurangnya kesuburan pada tanah laterit. Walaupun demikian, tanah laterit masih bisa dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan material bangunan atau kerajinan lainnya.

Perbaikan Karakteristik Tanah Laterit rusdiansyah

Sumber: Rusdiansyah, Perbaikan Karakteristik Tanah Laterit. 2024. Penerbit Manggu: Bandung.

 

Tags: ,

Bagikan ke

Mengenal Tanah Laterit

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Mengenal Tanah Laterit

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: