Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
Teh Ayu● online 6282116932476
Teh Neng● online 6282116932479
● online
- Perbandingan Administrasi Negara....
- Panduan Praktikum Hematologi 2....
- Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya....
- Hukum Tata Negara - Muhammad Irham dkk....
- Antologi Puisi Memeluk Ramadhan Bersimbah Wabah....
- Landasan Pendidikan Kajian Teoritis dari Berbagai ....
- Mengenal Gemba Kaizen....
- Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan Dari Masa ke Ma....
Kejayaan dan Kejatuhan Kerajaan Galuh: Perjalanan Sejarah yang Megah
Kerajaan Galuh, sebuah kerajaan Sunda yang menakjubkan, mengukir sejarahnya dengan perjalanan yang mengesankan. Dengan wilayahnya yang melintasi antara Sungai Citarum hingga Sungai Ci Serayu dan Cipamali (Kali Brebes), kerajaan ini menjadi penerus dari Kerajaan Kendan yang dulunya merupakan bawahan Tarumanagara.
Berdirinya Kerajaan Galuh
Sejarah berdirinya Kerajaan Galuh dimulai pada saat yang krusial dalam keruntuhan Kerajaan Tarumanagara. Pada tahun 669 Masehi, setelah kematian Maharaja Linggawarman, Sri Maharaja Tarusbawa, menantunya dari Sundapura, memegang kendali. Momen inilah yang dimanfaatkan oleh Wretikandayun, pemimpin Galuh, untuk memisahkan diri dari Tarumanagara. Dengan perpindahan kekuasaan Tarumanagara ke Sundapura, Galuh, di bawah pimpinan Wretikandayun, memilih untuk berdiri sebagai kerajaan mandiri. Tarusbawa memecah wilayahnya, membentuk dua kerajaan, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh, dengan Sungai Citarum sebagai pembatasnya.
BACA JUGA:
Perjalanan Megah Kerajaan Sunda: Maha Karya dan Peninggalannya
Wretikandayun, lahir pada tahun 591 Masehi, menjadi pendiri dan raja pertama Kerajaan Galuh pada tahun 612 Masehi. Dengan gelar Maharaja Suradarma Jayaprakosa, Wretikandayun berhasil memerdekakan Galuh dari Tarumanagara pada tahun 669 Masehi, dan mengubah namanya menjadi Kerajaan Sunda.
Perkembangan dan Puncak Kejayaan
Kerajaan Galuh mengalami berbagai dinamika selama perjalanannya. Setelah melewati Perang Bubat dengan Kerajaan Majapahit, Galuh menghadapi masa sulit. Prabu Linggabhuana gugur, meninggalkan putra mahkota Wastukancana yang masih berusia sembilan tahun. Namun, situasi sulit itu berhasil diatasi oleh Bunisora, adik Linggabhuana, yang menjadi wali dan guru bagi Wastukancana.
Pada usia 23 tahun, Wastukancana dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sunda Galuh dengan gelar Mahaprabu Niskala Wastukancana. Masa pemerintahannya, yang berlangsung antara tahun 1371 hingga 1475 Masehi, menyaksikan puncak kejayaan Kerajaan Galuh. Carita Parahyangan menyebutkan bahwa kehidupan rakyat Galuh sangat tenteram dan sejahtera pada masa pemerintahannya.
Persatuan Kembali dan Akhir Kerajaan Galuh
Setelah berabad-abad hidup terpisah, Kerajaan Sunda dan Galuh bersatu kembali pada tahun 1428 Masehi. Pernikahan antara Jayadewata dari Galuh dengan Ambetkasih dari Sunda membawa kesatuan di bawah pimpinan Jayadewata, yang bergelar Sri Baduga Maharaja (1428-1521). Masa pemerintahan ini dikenal sebagai Kerajaan Pajajaran (Pakuan Pajajaran).
Namun, kejayaan ini tidak bertahan lama. Pada tahun 1579, Kesultanan Banten menyerang Kerajaan Sunda-Galuh, mengakhiri perjalanan panjang imperium ini. Peninggalan seperti Prasasti Rakryan Jurupangambat, Prasasti Citatih, dan Prasasti Kebantenan menjadi saksi bisu dari kebesaran dan kejatuhan Kerajaan Galuh.
BACA JUGA:
Kerajaan Ternate: Sejarah, Kekuasaan, dan Kekayaan Budaya di Nusantara
Transformasi Menjadi Kabupaten Ciamis
Ketika wilayah Priangan dan Galuh diserahkan ke Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada tahun 1678, Kabupaten Galuh mengalami transformasi. Pada tahun 1805, tiga kabupaten di Priangan Timur, termasuk Galuh, digabung menjadi Kabupaten Galuh.
Pergantian nama Galuh menjadi Ciamis terjadi pada masa pemerintahan Bupati Galuh Wiradikusuma. Pada tahun 1815, ibu kota Kabupaten Galuh dipindahkan dari Imbanagara ke Ciamis (Cibatu). Meskipun mengalami perubahan nama dan kepemimpinan, Ciamis tetap menyimpan jejak sejarahnya sebagai bagian dari kebesaran Kerajaan Galuh.
Kesimpulan
Perjalanan sejarah Kerajaan Galuh memancarkan gemerlap kejayaan dan kejatuhan yang membentang melalui zaman. Dari berdirinya sebagai pemisah dari Tarumanagara hingga puncak kejayaan di bawah pemerintahan Wastukancana, serta persatuan kembali dengan Sunda dalam Kerajaan Pajajaran, dan akhirnya, pertempuran melawan Kesultanan Banten yang menyudahi kepemimpinan Panembahan Galuh. Jejak Kerajaan Galuh terus hidup dalam penamaan dan identitas Kabupaten Ciamis. Peninggalan sejarah seperti prasasti-prasasti dan kisah-kisah gemilang menjadi warisan berharga, mengajarkan kita untuk menghargai dan memahami kepingan-kepingan masa lalu yang membentuk peradaban Nusantara.
Referensi
Tim Redaksi. 2023. “Kerjaan Galuh.” Wikipediaensiklopedia. Rubrik Berita. Edisi Kamis, 01 Juli. https://id.wikipedia.org/ diakses Selasa, 14 November 2023, 08:34.
Tim Redaksi. 2021. “Sejarah Kerajaan Galuh: Perkembangan dari masa ke masa dan Peninggalan.” cnnindonesia. Rubrik Berita. Edisi Kamis, 09 Maret. https://app.cnnindonesia.com/ diakses Selasa, 14 November 2023, 09:24.
Tim Redaksi. 2022. “Menguak Jejak Kerajaan Galuh Purba di Tanah Jawa.” Merdeka. Rubrik Berita. Edisi Senin, 13 November. https://www.merdeka.com/ diakses Selasa, 14 November 2023, 08:50.
Ade Priangani, Budaya Sunda, Penerbit Manggu.
Kejayaan dan Kejatuhan Kerajaan Galuh: Perjalanan Sejarah yang Megah
Kamu pasti suka buah yang segar dan manis, kan? Nah, nanas adalah jawabannya! Buah nanas yang lezat berasal dari tanaman... selengkapnya
Kita hidup dalam era yang dipengaruhi oleh teknologi digital. Perubahan sosial yang disebabkan oleh kemajuan teknologi digital telah memberikan dampak... selengkapnya
Mikroorganisme merupakan semua makhluk yang berukuran beberapa mikron atau lebih kecil lagi. Yang termasuk golongan ini adalah bakteri, cendawan atau... selengkapnya
Kita hidup di era di mana teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu bentuk teknologi yang... selengkapnya
Setiap orang akan menghadapi berbagai tantangan dalam hidup, baik yang berkaitan dengan pendidikan, pekerjaan, hubungan sosial, maupun pengembangan diri. Tantangan... selengkapnya
Pendidikan multikultural adalah pendekatan yang mendorong penghargaan terhadap keragaman budaya, nilai, bahasa, dan latar belakang dalam sistem pendidikan. Di tengah... selengkapnya
Proses berduka merupakan pengalaman emosional yang tidak sederhana karena melibatkan berbagai perasaan yang muncul secara bertahap, mulai dari penolakan hingga... selengkapnya
Kehidupan mahasiswa seringkali diwarnai oleh beragam tekanan dan stres. Tuntutan akademik yang tinggi, jadwal padat, tugas-tugas yang menumpuk, dan masalah... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Bagi perusahaan jenis apapun tentulah menyadari bahwa, hidup perusahaan lebih penting daripada sekedar laba yang besar. Dengan begitu,... selengkapnya
Media sosial saat ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi dan hiburan, tetapi telah berkembang menjadi media yang potensial untuk... selengkapnya
Anatomi adalah cabang dari biologi yang mempelajari struktur dan organisasi dari bagian-bagian tubuh makhluk hidup yang saling berhubungan satu sama… selengkapnya
Rp 56.700 Rp 63.000Hukum Acara Perdata di Indonesia merupakan bagian dari hukum formil yang memiliki fungsi vital dalam menata dan mengarahkan proses penyelesaian… selengkapnya
Rp 97.000Lembaga keungan syariah dalam banyak hal memiliki kesamaan dengan lembaga keungan konvesional. keberadaan good corporate governance menjadi penting dalam struktur… selengkapnya
Rp 85.000Hidup manusia tidak sekadar tentang mencari materi, menumpuk harta, atau mengejar kesuksesan yang terlihat dari luar. Banyak orang yang bergelimang… selengkapnya
Rp 65.000Juru pemantau jentik atau jumantik merupakan anggota masyarakat yang dilatih oleh Puskesmas setempat untuk memantau keberadaan dan perkembangan jentik nyamuk… selengkapnya
Rp 35.000Perekonomian Indonesia merupakan salah satu kekuatan ekonomi berkembang utama dunia yang terbesar di Asia Tenggara dan terbesar di Asia keenam… selengkapnya
Rp 55.000 Rp 61.000Manajemen Pembiayaan Bank Syariah: Teori, Aplikasi dan Strategi Penulis: Dodi Supriyanto, MM Editor: Aep S. Hamidin Kertas: Bookpaper ISBN: 978-602-50508-5-5… selengkapnya
Rp 36.000 Rp 40.000Manajemen Keperawatan adalah suatu proses kegiatan pelayanan keperawatan yang dilaksanakan oleh pengelola keperawatan dan perawat dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen mulai… selengkapnya
Rp 63.000 Rp 70.000Pembangunan yang tidak berorientasi pada kesejahteraan publik akan kehilangan legitimasi sosial dan bisa memicu krisis sosial-politik. Oleh karena itu, kesejahteraan… selengkapnya
Rp 92.000Peradilan Agama di indonesia pada dasarnya untuk mencari keadilan khusus bagi orang yang beragama islam. Aturan- aturanya yaitu hukum islam… selengkapnya
Rp 96.800 Rp 121.000

Saat ini belum tersedia komentar.