● online
- Metode Penelitian Sosial Kualitatif....
- Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Cair....
- Anatomi Hewan dan Manusia....
- Pengelolaan Pendidikan - Muhammad Rapii....
- Analisa Industri dan Pengupahan di Indonesia....
- Political Marketing: Strategi Pemasaran dalam Memp....
- Sintaksis Bahasa Indonesia - Christian A.T....
- Gaya Bahasa Majaz dalam Perspektif al-Qur’an....
Gemilang dan Megahnya Kerajaan Kediri: Jejak Sejarah yang Mempesona
Sejarah Nusantara dipenuhi dengan gemerlap kejayaan dan kebijaksanaan penguasa-penguasa yang menciptakan kerajaan-kerajaan megah, dan salah satunya adalah Kerajaan Kediri atau dikenal juga sebagai Kerajaan Panjalu. Berdiri di tepi Sungai Brantas, Jawa Timur, Kerajaan Kediri menjadi bagian tak terpisahkan dari Kerajaan Mataram Kuno dengan corak Hindu yang kental. Keberadaannya berkisah tentang kelahiran dan perkembangan sebuah kerajaan yang menciptakan warisan yang tak terlupakan.
Kisah Kerajaan Kediri dimulai pada abad ke-12, kira-kira antara tahun 1042 hingga 1222 Masehi. Penciptanya adalah Airlangga, seorang pemimpin bijaksana yang membagi wilayah Kerajaan Kahuripan menjadi dua pada tahun 1041 M. Pembagian ini dilakukan oleh Empu Bharada, seorang Brahmana sakti, dan menghasilkan dua kerajaan baru: Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri). Batas antara keduanya dijelaskan oleh Gunung Kawi dan Sungai Brantas, menciptakan dua entitas yang berkembang secara independen.
Namun, sepeninggal Airlangga, konflik mulai menghiasi sejarah kedua kerajaan tersebut. Prasasti Sirah Keting (1104 M) mencatat nama Sri Jayawarsa sebagai raja pertama Kediri, mengisyaratkan adanya konflik dan pergolakan dalam perebutan kekuasaan. Pusat pemerintahan Kerajaan Kediri, yang berlokasi di Daha atau yang kini kita kenal sebagai Kota Kediri, berada di tepi Sungai Brantas, sebuah jalur pelayaran yang vital pada masa itu. Dipimpin oleh Sri Samarawijaya pada awal berdirinya, Kerajaan Kediri tumbuh pesat menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di Nusantara. Namun, puncak kejayaan mereka terjadi di bawah pemerintahan Raja Jayabaya (1135-1159 Masehi). Masa ini menjadi zaman emas, di mana sastra berkembang pesat dan pengaruh Kerajaan Kediri merambah hingga ke seluruh Nusantara, bahkan berhasil mengungguli dominasi Kerajaan Sriwijaya.
BACA JUGA:
Tentang Kerajaan Tarumanegara: Sebuah Perjalanan Sejarah yang Mendebarkan
Berdirinya Kerajaan Kediri: Bagian dari Pewarisan Sejarah
Perintah Airlangga untuk membagi Kerajaan Kahuripan menjadi dua, menciptakan tonggak bersejarah bagi Nusantara. Prasasti Turun Hyang II (1044 M) mencatat adanya perang saudara antara Jenggala dan Kediri sepeninggal Airlangga. Meskipun Kerajaan Kediri belum sepenuhnya terungkap pada awal perkembangannya, Prasasti Sirah Keting tahun 1104 memberikan pengetahuan awal tentang keberadaan Kerajaan Kediri, mencatat nama Sri Jayawarsa sebagai raja pertamanya. Letak geografis Kerajaan Kediri di Jawa Timur, terutama di Daha, memberikan keuntungan strategis. Pusat pemerintahannya yang terletak di tepi Sungai Brantas menjadi pusat pelayaran yang ramai, mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan kerajaan. Daftar raja-raja Kerajaan Kediri, seperti Sri Bameswara, Sri Jayabaya, hingga Sri Kertajaya, mencerminkan kepemimpinan yang kuat dan perkembangan yang berkelanjutan.
Namun, kejayaan tidak selalu bersifat abadi. Setelah hampir dua abad berdiri, Kerajaan Kediri mulai menemui titik lemah. Perselisihan antara Raja Kertajaya dan kaum Brahmana menjadi pemicu terjadinya peperangan. Kertajaya, yang memerintah sejak 1194 hingga 1422, terkenal kejam dan bahkan mengaku sebagai dewa. Kekejamannya mencapai puncak ketika ia memaksa kaum Brahmana untuk menyembahnya dan mengklaim ketidakmampuan Dewa Shiwa untuk mengalahkannya.
Runtuhnya Kerajaan Kediri: Sebuah Akhir yang Menyedihkan
Peperangan antara Panjalu dan Jenggala, yang berlangsung selama 60 tahun, menjadi puncak dari pertentangan antara kedua anak Airlangga yang merasa berhak atas takhta ayah mereka. Akhirnya, Jenggala mampu memenangkan perang, tetapi Panjalu berhasil merebut seluruh tahta yang sebelumnya dimiliki oleh Airlangga. Kemenangan ini membuat ibu kota kerajaan dipindahkan ke Kediri, dan pada akhirnya, Panjalu lebih dikenal daripada Kediri. Setelah kemenangan ini, Kerajaan Kediri mulai meredup. Pusat pemerintahan yang awalnya berada di Daha kini harus berpindah, dan Kerajaan Singosari, yang didirikan oleh Ken Arok, menjadi penerusnya. Peninggalan Kerajaan Kediri, seperti Situs Tondowongso, Arca Dewa Siwa Catur Muka, Prasasti Sirah Keting, Prasasti Tulungagung dan Kertosono, Prasasti Ngantang, Prasasti Jaring, dan Prasasti Kamula, menjadi bukti material kejayaan yang pernah ada.
Jejak Peninggalan serta Sumber Utama ditemukan Kerajaan Kediri
Berikut adalah beberapa peninggalan Kerajaan Kediri, antara lain:
- Candi Penataran, terletak di Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Candi ini merupakan candi Hindu terbesar di Jawa Timur.
- Candi Surawana, terletak di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Candi ini merupakan candi Buddha yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Jayabaya.
- Prasasti Kakawin Nagarakretagama, ditulis pada masa pemerintahan Raja Jayanegara dari Kerajaan Majapahit. Prasasti ini memuat tentang sejarah Kerajaan Kediri.
BACA JUGA:
Majapahit: Memahami Kejayaan dan Warisan Kekaisaran Terakhir di Nusantara
Kerajaan Kediri meninggalkan pengaruh yang besar pada perkembangan sejarah dan kebudayaan di Indonesia. Kerajaan ini berhasil mengembangkan berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, budaya, dan agama. Sumber utama tentang Kerajaan Kediri adalah prasasti-prasasti yang ditemukan di daerah Jawa Timur, antara lain:
- Prasasti Sirah Keting, yang ditemukan di Desa Sirah Keting, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Prasasti ini ditulis pada tahun 1126 Saka atau 1204 Masehi dan memuat tentang penyerahan kekuasaan Kerajaan Kediri dari Raja Kertajaya kepada Ken Arok.
- Prasasti Kamulan, yang ditemukan di Desa Kamulan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Prasasti ini ditulis pada tahun 1194 Saka atau 1272 Masehi dan memuat tentang sejarah Trenggalek dan Tulungagung serta Kerajaan Kediri saat diserahkan oleh raja Kerajaan Sebelah Timur.
- Prasasti Jaring, yang ditemukan di Desa Jaring, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Prasasti ini ditulis pada tahun 1194 Saka atau 1272 Masehi dan memuat tentang pemberian hadiah kepada rakyat oleh Raja Kertajaya.
- Prasasti Ngantang, yang ditemukan di Desa Ngantang, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Prasasti ini ditulis pada tahun 1194 Saka atau 1272 Masehi dan memuat tentang pemberian hadiah kepada rakyat oleh Raja Kertajaya.
- Prasasti Galunggung, yang ditemukan di Desa Galunggung, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Prasasti ini ditulis pada tahun 1201 Saka atau 1279 Masehi dan memuat tentang pembangunan sebuah candi oleh Raja Kertajaya.
Kesimpulan
Melalui jejak sejarah yang tertulis dan peninggalan-peninggalan megah, Kerajaan Kediri tetap hidup dalam ingatan dan warisan Nusantara. Kisah kebangkitan, gemilang, konflik, dan akhir tragisnya, semuanya menjadi bagian tak terpisahkan dari rentetan sejarah Nusantara. Meskipun telah berlalu berabad-abad, kerajaan ini meninggalkan kenangan tentang kebesaran dan kejayaan, yang perlu kita lestarikan dan hargai sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya bangsa.
Referensi :
Tim Redaksi. 2023. “Kerajaan Kadiri.” Wikipediaensiklopedia. Rubrik Berita. Edisi Senin, 10 November. https://id.wikipedia.org/ diakses Rabu, 15 November 2023, 09:24.
Wulandari, Trisna. 2021. “Kerajaan Kediri: Sejarah Berdiri, Masa Kejayaan, dan Keruntuhan.” detikedu. Rubrik Berita. Edisi Selasa, 31 Agustus. https://detik.com/ diakses Rabu, 15 November 2023, 14:44.
Tim Redaksi 2023. “Sejarah Kejaan Kediri.” Sman13Semarang. Rubrik Berita. Edisi Senin, 12 Februari. https://sma13smg.sch.id/ diakses Rabu, 15 November 2023, 08:54.
Teniwut, Meilani. 2023. “Sejarah Kerajaan Kediri, Puncak Kejayaan, dan Peninggalannya.” MediaIndonesia. Rubrik Berita. Edisi Senin, 01 Mei. https://mediaindonesia.com/ diakses Rabu, 15 November 2023, 08:54.
Hera Hastuti, Sejarah Nusantara Zaman Hindu Buddha, Penerbit Manggu.
Zul’ Asri, Sejarah Nusantara Zaman Hindu Buddha, Penerbit Manggu.
Zafri, Sejarah Nusantara Zaman Hindu Buddha, Penerbit Manggu.
Tags: Jejak Sejarah, sejarah nusantara
Gemilang dan Megahnya Kerajaan Kediri: Jejak Sejarah yang Mempesona
MANGGUSTORE.COM – Pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi bertujuan untuk membentuk manusia sebagai insan yang memiliki karakter, wawasan dan keterampilan usaha.... selengkapnya
Mendidik anak adalah salah satu tugas paling penting dan memuaskan dalam kehidupan seorang orang tua. Salah satu pendekatan yang semakin... selengkapnya
Kehadiran lembaga keuangan syariah (LKS) semenjak 3 dekade terakhir ini sangat menggemberikan. Telah berdiri banyak lembaga keuangan syariah di berbagai... selengkapnya
Burnout adalah kondisi yang dihasilkan dari stres yang berkepanjangan, terutama di tempat kerja. Ini dapat mengakibatkan perasaan kelelahan fisik, mental,... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Setiap perusahaan ataupun organisasi pasti memiliki suatu tujuan yang ingin diraih. Maka, untuk mencapai tujuan tersebut, mereka membutuhkan... selengkapnya
Tahap setelah lulus kuliah seringkali menjadi periode yang penuh tantangan dalam kehidupan seseorang. Di satu sisi, ada perasaan gembira dan... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Dunia maya telah menjadi dunia kedua manusia untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari sehingga berbagai transaksi, pelayanan maupun perizinan... selengkapnya
Anak-anak itu kayak harta yang lagi tumbuh besar. Mereka punya ciri-ciri unik dan lagi dalam waktu yang penting buat tumbuh... selengkapnya
Menjadi orang tua adalah tanggung jawab besar. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah pola asuh yang diterapkan pada... selengkapnya
Ketika berbicara tentang kuliner Indonesia yang populer, salah satu nama yang paling sering disebut adalah “Bakso.” Hidangan ini bukan hanya... selengkapnya
Kimia klinik adalah bidang ilmiah yang berfokus pada pengukuran kuantitatif zat-zat penting dalam cairan tubuh secara biologis untuk keperluan diagnostik…. selengkapnya
Rp 63.360 Rp 70.400Berbicara kebijakan publik, tidak terlepas dari eksistensi pemerintah di negara manapun di seluruh dunia. Jika pemerintahan menghadapi suatu masalah, maka… selengkapnya
Rp 54.000 Rp 60.000Perencanaan sumber daya manusia perusahaan bertujuan untuk memastikan kesesuaian antara tenaga kerja dan pekerjaan, baik dari segi jumlah maupun kualitas… selengkapnya
Rp 125.000Dampak Eksekusi Rumah Tinggal Terhadap Pendidikan Anak yang diterbitkan Penerbit Manggu mengupas konsep dan esensi pendidikan, eksekusi lahan, minat belajar… selengkapnya
Rp 50.000Model Pembelajaran Inovatif Bahasa dan Sastra Indonesia Teori dan Aplikasi Pengarang: Yulianah Prihatin,M.Pd. Editor: Aep Syaiful Hamidin Isi: 163 Kertas:… selengkapnya
Rp 52.500 Rp 58.500Kamus Sosiologi adalah sejenis buku rujukan yang menerangkan makna kata-kata dalam ilmu sosiologi. Kamus berfungsi untuk membantu seseorang mengenal perkataan… selengkapnya
Rp 20.000Buku Sharia Compliance: Teori dan Aplikasinya pada Lembaga Keungan Syariah ini adalah sebuah panduan ajar dalam program studi ekonomi syariah… selengkapnya
Rp 84.000 Rp 93.600Di tengah derasnya arus perubahan teknologi, sosial, dan globalisasi, dunia pendidikan menghadapi tantangan besar untuk tetap relevan sekaligus mampu membentuk… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDi setiap halaman buku ini, kita diajak menyelami sebuah ruang yang kerap kita kenal, namun jarang kita maknai secara mendalam:… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFilsafat iluminasi ini diambil dari kata Isyroq yang berarti Timur. Timur diartikan dengan dunia cahaya dan dunia malaikat yang bebas… selengkapnya
Rp 65.520 Rp 72.800


Saat ini belum tersedia komentar.