Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
Teh Ayu● online 6282116932476
Teh Neng● online 6282116932479
● online
- Dampak Eksekusi Rumah Tinggal Terhadap Pendidikan ....
- Tenses Are Easy & Fun - Belajar Tenses Mudah....
- Great Young Entrepreneurship....
- Penyelesaian Perkara Perceraian Melalui Mediasi....
- Modal Sosial: Solusi Kesejahteraan Masyarakat dan ....
- Asuhan Kebidanan Pasca Salin....
- Panduan Praktikum Kimia Klinik: Glukosa, Profil, L....
- Kamus Sosiologi Antropologi....
Kerajaan Kutai: Memahami Kekayaan Sejarah Nusantara yang Terlupakan
Indonesia, negeri yang kaya akan sejarah dan budaya, menyimpan harta karun kejayaan yang terkadang terlupakan. Salah satu permata sejarah yang mungkin belum seluruhnya kita kenal adalah Kerajaan Kutai, sebuah kerajaan bercorak Hindu tertua di Nusantara yang memberikan cahaya keemasan pada abad ke-4 Masehi. Dalam artikel ini, kita akan membawa Anda untuk menelusuri jejak kerajaan yang megah ini serta memahami kekayaan peninggalannya yang masih tersisa.
Asal Usul dan Kejayaan Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai, didirikan pada tahun 400 Masehi di Sungai Muara Kaman, Kalimantan Timur, menjadi kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Prasasti Yupa, yang berbahasa Sanskerta dan berhuruf Pallawa, menjadi sumber utama sejarah Kerajaan Kutai. Pendiri kerajaan ini adalah Maharaja Kudungga, bergelar Anumerta Dewawarman. Nama Kudungga dianggap sebagai nama asli Indonesia sebelum terpengaruh bahasa India, sedangkan keturunannya, Mulawarman dan Aswawarman, mencerminkan pengaruh budaya Hindu dari India. Prasasti Yupa juga mencatat 20 nama raja Kutai, termasuk Mulawarman yang terkenal, menunjukkan warisan panjang dan kaya dari kerajaan ini. Kerajaan Kutai, yang terletak di tepi Sungai Mahakam di Muarakaman, Kalimantan Timur, menjadi saksi bisu perjalanan waktu di Nusantara. Berdiri pada abad ke-4 Masehi, kerajaan ini mencapai puncak kejayaan di bawah pemerintahan Raja Mulawarman. Peninggalan sejarah ini terungkap melalui tujuh buah Prasasti Yupa yang ditemukan di Bukit Brubus, Muara Kaman, membawa kita kembali ke periode gemilang Kerajaan Kutai.
BACA JUGA:
Kerajaan Sriwijaya: Peradaban Maritim yang Gemilang di Nusantara
Bukti-Bukti Kejayaan: Peninggalan Kerajaan Kutai
- Ketopong Sultan Kutai
Mahkota Raja dari Kerajaan Kutai ini, terbuat dari emas dengan berat mencapai 1,98 kg, masih menjadi saksi bisu kejayaan yang terawetkan dengan baik di Museum Nasional Jakarta. Ditemukan sekitar tahun 1890 di Muara Kaman, mahkota ini menjadi simbol kebesaran raja.
- Kalung Uncal
Berbahan emas dengan berat 170 gram, kalung ini memiliki liontin berelief Kisah Ramayana. Menjadi atribut Sultan Kutai Kartanegara, kalung ini menjadi bagian penting dalam sejarah Kerajaan Kutai.
- Kalung Ciwa
Sejak zaman Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kalung Ciwa telah menjadi perhiasan kerajaan yang ditemukan di sekitar Danau Lipan, Muara Kaman pada tahun 1890. Hingga kini, kalung ini masih dipakai dalam pesta pengangkatan raja baru.
- Pedang Sultan Kutai
Terbuat dari emas padat, pedang ini memiliki hiasan seekor harimau yang sedang bersiap menyerang pada gagangnya. Pedang ini kini disimpan di Museum Nasional Jakarta, menyimpan kejayaan Kerajaan Kutai.
- Kura-kura Emas
Seukuran setengah kepalan tangan, kura-kura emas ini merupakan persembahan dari Kerajaan China kepada Putri Sultan Kutai, Aji Bidara Putih, dan kini dapat ditemukan di Museum Mulawarman.
- Prasasti Kerajaan Kutai
Merupakan salah satu peninggalan tertua dan bukti eksistensi kerajaan Hindu di Pulau Kalimantan. Prasasti ini menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan keagungan Kerajaan Kutai.
- Prasasti Yupa
Bukti kehadiran Kerajaan Kutai yang paling kuat adalah tujuh buah Prasasti Yupa. Berbentuk seperti tiang batu, Yupa digunakan sebagai prasasti, tiang pengikat hewan untuk upacara korban keagamaan, dan lambang kebesaran raja.
BACA JUGA:
Kerajaan-Kerajaan Melayu
Menelusuri Jejak Sejarah di Museum Mulawarman
Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kejayaan Kerajaan Kutai, Museum Mulawarman yang terletak di Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara, adalah tempat yang tepat. Museum ini menjadi rumah bagi berbagai peninggalan kerajaan, menghidupkan kembali cerita-cerita masa lalu yang kini hanya tersisa dalam benda-benda bersejarah. Menelusuri sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara melalui Museum Mulawarman di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, merupakan pengalaman budaya yang tak terlupakan. Tenggarong, dikenal sebagai Kota Raja, memiliki warisan bersejarah yang terabadikan dalam museum ini. Museum Mulawarman, dulunya Istana Kesultanan Kutai, memamerkan lebih dari 5000 koleksi benda bersejarah, termasuk Patung Lembuswana, Singgasana, Kalung Uncal, Prasasti Yupa, dan Ulap Doyo. Dengan arsitektur yang memadukan gaya Suku Dayak dan kolonial, museum ini menjadi destinasi penting dalam menjelajahi Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kesimpulan
Kerajaan Kutai, dengan segala kekayaan sejarahnya, adalah bagian integral dari identitas Nusantara. Dari ketopong emas hingga prasasti kuno, peninggalan ini bukan hanya menghiasi museum, tetapi juga membawa kita pada perjalanan melintasi waktu. Melalui pemahaman dan apresiasi terhadap kerajaan-kerajaan seperti Kutai, kita dapat membangkitkan kembali keagungan masa lalu yang terkadang terlupakan dalam gemerlap modernitas zaman sekarang.
Referensi
Mbak Jhe. 2020. “Menyusuri Jejak Kesultanan Kutai Kartanegara di Museum Mulawarman.” genpi. Rubrik Berita. Edisi Senin, 17 September. https://genpi.id/ diakses Selasa, 14 November 2023, 08:54.
Tim Redaksi 2023. “Sejarah Kerajaan Kutai.” Sman13Semarang. Rubrik Berita. Edisi Senin, 31 Januari. https://sma13smg.sch.id/ diakses Selasa, 14 November 2023, 08:54.
Rachmasari. 2023. “Sejarah Kerajaan Kutai: Asal-usul, Masa Kejayaan, Keruntuhan dan Peninggalan.” sindonews. Rubrik Berita. Edisi Jumat, 22 September. https://daerah.sindonews.com/ diakses Selasa, 14 November 2023, 08:54.
Nurfajrina, Azkia. 2023. “Mengenal Kerajaan Kutai, Kerjaan Hindu Tertua di Indonesia.” detikedu. Rubrik Berita. Edisi Rabu, 13 September. https://detik.com/ diakses Selasa, 14 November 2023, 08:54.
Tim Redaksi. 2021. “7 Peninggalan Kerajaan Kutai, Bukti Sejarah Tertua Nusantara.” cnnindonesia. Rubrik Berita. Edisi Selasa, 25 Mei. https://app.cnnindonesia.com/ diakses Selasa, 14 November 2023, 08:54.
Hera Hastuti, Sejarah Nusantara Zaman Hindu Buddha, Penerbit Manggu.
Zul’ Asri, Sejarah Nusantara Zaman Hindu Buddha, Penerbit Manggu.
Zafri, Sejarah Nusantara Zaman Hindu Buddha, Penerbit Manggu.
Kerajaan Kutai: Memahami Kekayaan Sejarah Nusantara yang Terlupakan
Seni peran telah menjadi salah satu bentuk seni yang paling mendalam dan ikonik sepanjang sejarah manusia, begitupula seni peran telah... selengkapnya
India, dengan lebih dari 1,2 miliar penduduknya, adalah negara yang penuh kejutan. Meskipun negara Asia Selatan yang luas ini penuh... selengkapnya
Masa senja adalah fase kehidupan yang unik, di mana seseorang memasuki tahap lanjut usia dan pensiun dari pekerjaan. Meskipun bisa... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Bimbingan dan konseling merupakan salah satu kompenen dari pendidikan, mengingat bahwa bimbingan dan konseling adalah merupakan suatu kegiatan... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Pajak dijalankan sebagai bagian sumber dari penerimaan Negara. Pemerintah melakukan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan penerimaan Negara. Salah satunya... selengkapnya
Jentik adalah tahap larva dari nyamuk yang hidup di lingkungan air. Biasanya, jentik ini memiliki kebiasaan mendekat atau bergantung pada... selengkapnya
Buku Gaya Bahasa Majaz dalam Perspektif al-Qur’an merupakan buku karangan Dr. H. Hasani Ahmad Said, S.Th.I., M.A. yang diterbitkan oleh... selengkapnya
Kerajaan Gowa-Tallo, sebuah kerajaan Islam yang menjulang megah di Kabupaten Sulawesi Selatan, menorehkan kisah cemerlang yang melibatkan perjuangan, kejayaan, dan... selengkapnya
Keberadaan perusahaan asuransi konvensional yang telah lama berdiri tidak mampu memberikan kepuasan batin bagi sebagian orang karena dirasakan telah memberikan... selengkapnya
Hati merupakan kelenjar tubuh terbesar dengan berat sekitar 2,5% berat badan orang dewasa, dengan berat berkisar dari 1.400 g sampai... selengkapnya
Sistem Pengendalian Manajemen merupakan suatu proses yang menjamin bahwa sumber-sumber diperoleh dan digunakan dengan efektif dan efisien dalam rangka pencapaian… selengkapnya
Rp 65.000Tanah laterit atau sering disebut tanah merah adalah tanah yang terbentuk di daerah tropis atau subtropis dengan tingkat pelapukan tinggi… selengkapnya
Rp 85.000Matematika memiliki andil besar dalam menjawab berbagai masalah dalam kehidupan ini. Artinya membelajarkan matematika bukanlah aktivitas yang mudah, tentunya membutuhkan… selengkapnya
Rp 70.000Metode penelitian sosial adalah suatu upaya untuk mencari tahu berbagai macam fenomena yang terjadi di lingkungan masyarakat. Hal tersebut dilakukan… selengkapnya
Rp 54.000 Rp 60.000Pengembangan SDM atau pengembangan sumber daya manusia merupakan suatu perencanaan mengenai cara bagaimana kualitas SDM mampu berkembang ke arah yang… selengkapnya
Rp 59.900 Rp 65.000Perencanaan pembangunan nasional, daerah, dan desa merupakan agenda rutin dan wajib yang sudah, sedang dan akan terus dibicarakan dan dilaksanakan… selengkapnya
Rp 121.500 Rp 135.000Buku Tri Jati Diri Paguyuban Pasundan ini ditulis sebagai media sambung rasa (silaturahim) anggota tim penulis yang notabene adalah pengurus… selengkapnya
Rp 50.000Buku “Bahasa Indonesia sebagai Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian” adalah sebuah karya yang membahas peran bahasa Indonesia dalam membentuk dan mengembangkan… selengkapnya
Rp 75.000 Rp 83.412Buku Mikrobiologi Perairan ini disusun agar dapat membantu para mahasiswa serta pembaca dalam mempelajari tentang Penyebaran mikroorganisme dalam lingkungan akuatik,… selengkapnya
Rp 58.770 Rp 65.300Buku yang ada di tangan panjenengan ini adalah wajah lain dari skripsi saya yang berjudul “Jam’ah Ma’iyah dalam Dinamika Kebudayaan… selengkapnya
Rp 55.000

Saat ini belum tersedia komentar.