● online
- Kamus Air - Bambang Hari Prabowo
- Perbaikan Karakteristik Tanah Laterit
- SORGUM TANAMAN MASA DEPAN Sistem Ekonomi Sirkular
- Pengantar Amdal Jalan dan Jembatan
- Suluk Linglung Sunan Kalijaga
- Hukum Acara Perdata di Indonesia
- HARMONI KELUARGA BEDA AGAMA: Komunikasi Antarkelua
- Metode Pembelajaran Discovery Learning
Naturalisasi dan Dwi Kewarganegaraan
Pemain naturalisasi di tim nasional sepak bola Indonesia era Shin Tae Yong (STY) cukup banyak. Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahawa STY mulai memimpin tim Garuda sejak Desember 2019. Ia mulai mengatur komposisi timnas mulai awal 2020 termasuk dengan sederet pemain keturunan Indonesia yang merumput di luar negeri. Sudah ada 11 pemain yang dinaturalisasi oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) hingga pertengahan 2024.
Lantas bagaimana sih sebenarnya Naturalisasi tersebut? Yuk kita bahas dalam perspektif kewarganegaraan.
Dalam sejarah perjalanannya, Pasal 26 UUD NRI 1945 telah menimbulkan dua persoalan sosiologis di bidang hukum kewarganegaraan yaitu sebagaimana penjelasan di bawah ini.
Pemahaman “orang-orang bangsa Indonesia asli”, yang dalam dataran hukum sulit untuk dilacak atau dibuktikan, karena yang disebut “bangsa asli” sering hanya dikaitkan dengan aspek fisiologis manusia seperti warna kulit dan bentuk wajah.
Konsep tersebut mengindikasikan adanya 2 (dua) kelompok warga negara, yaitu warga negara kelompok pribumi dan non pribumi yang pada akhirnya berakibat pula pada pembedaan perlakuan pada warga negara.
Baca Juga:
Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara
Kedua persoalan tersebut dalam tingkat pelaksanaan lebih melanjut melalui peraturan perundang-undangan yang lebih rendah tingkatannya telah menimbulkan penegakan hukum kewarganegaraan yang diskriminatif. Bagi golongan pertama, secara otomatis sudah menjadi warga negara Indonesia tanpa melalui upaya hukum apapun. Sementara bagi golongan kedua, untuk disebut sebagai warga negara Indonesia harus melakukan upaya-upaya hukum yang tertentu yang memakan waktu, biaya, dan tenaga yang relatif besar sebagai akibat birokrasi yang berbelit-belit.
Naturalisasi biasa ditujukan kepada orang-orang yang benar-benar cinta pada bangsa Indonesia dan sukarela meninggalkan kewarganegaraan di luar negeri demi Indonesia dengan kemauan ia sendiri sedangkan naturalisasi khusus diberikan kepada pemain atau individu yang telah menunjukkan jasanya kepada Indonesia. Mereka dapat mengajukan diri atas permintaan pemerintah untuk menjadi WNI.
Naturalisasi biasa berlaku kepada yang minimal telah berusia 21 taun, lahir di wilayah RI atau bertampat tinggal di wilayah RI selama 5 tahun secara berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut, sehat jasmani dan rohani, mempunyai mata pencaharian tetap, membayar pada kas negara, dapat berbahasa Indonesia dengan lancar dan atau tahu sejarah Indonesia, dan permohonan naturalisasi ditulis dengan materai dengan menggunakan bahasa Indonesia.
Naturalisasi Khusus/Istimewa berlaku kepada yang telah berjasa kepada negara Indonesia, tidak memenuhi syarat sebagaimana naturalisasi biasa, ditetapkan oleh presiden dengan perstujuan DPR, mengucapkan sumpah atau janji setia kepada Negara Republik Indonesia, dan membuat pernyataan atau mengajukan permohonan menjadi WNI.
Dampak Baik dan Buruk Naturalisasi
Ada dampak baik yang khususnya dalam bidang olahraga, para pemain naturalisasi bisa berbagi pengalaman yang mereka dapatkan ari klub mereka di negara asing, kemudian bisa menjadi acuan untuk warga negara dalam negeri contohnya dalam hal kedisiplinan, semangat, dan kerja keras.
Namun bangsa kita ini terkesan pragmatis, inginnya cepat-cepat menyelesaikan masalah tanpa memandang dampak dari tindakan yang dilakukan terhadap moral dan kelanjutan dari masalah tersebut. Sebut saja masalah naturalisasi dalam persepakbolaan kita. Sepak bola ini tentunya adalah olahraga yang tentunya sangat identik dengan feer-ply, seperti saat kita melakukan potong kompas, ibarat mau makan buah-buahan tanpa mau susah-susah menanam.
Naturalisasi adalah proses perubahan status dari penduduk asing menjadi warga negara suatu negara. Proses ini harus terlebih dahulu memenuhi beberapa persyaratan yang ditentukan dalam peraturan kewarganegaraan negara yang bersangkutan. Hukum naturalisasi di setiap negara berbeda-beda. Di Indonesia, masalah kewarganegaraan saat ini diatur dalam Undang-Undang No. 12 tahun 2006.
Dampak buruk naturalisasi diantaranya adalah persoalan moral, pembibitan yang berhenti karena negara kita sepertinya hanya akan terkena efeknya. Sementara potensi-potensi dari 200an juta jiwa penduduk kita dibiarkan, rasa percaya diri yang dimana sangat jelas bahwa negara kita belum yakin spenuhnya seperti negara Korea yang percaya kepada kekuatan sendiri. Dalam hal sepakbola, selain naturalisasi, negara juga sudah seharusnya tetap membibit, memupuk, dan mengembangkan potensi-potensi warga negara Indonesia secara maksimal.
Sumber bacaan: Mochamad Zakaria, buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, hal 126-128. Penerbit Manggu Makmur Tanjung Lestari, Bandung.
Tags: dwi kewarganegaraan, naturalisasi, pemain naturalisasi, shin tae yong
Naturalisasi dan Dwi Kewarganegaraan
Pengabdian Masyarakat, yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai “community service,” adalah suatu bentuk kegiatan yang bertujuan membantu masyarakat tanpa mengharapkan... selengkapnya
Dalam era digital yang semakin maju, data pribadi kita semakin rentan terhadap potensi pelanggaran keamanan. Oleh karena itu, penting bagi... selengkapnya
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sinkronisasi diartikan sebagai perihal menyinkronkan atau penyerentakan. Sedangkan pembangunan diartikan sebagai proses, cara, perbuatan membangun.... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Memahami politik secara komprehensif merupakan upaya yang penting dalam menjalankan peran sebagai warga negara yang aktif dan bertanggung... selengkapnya
Era globalisasi dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam hampir semua aspek kehidupan. Dalam menghadapi tantangan... selengkapnya
Aceh, atau yang dahulu dikenal sebagai Kesultanan Aceh, adalah sebuah wilayah di ujung barat laut Pulau Sumatera, Indonesia, yang memiliki... selengkapnya
Indonesia, negara kepulauan dengan ribuan pulau dan beragam suku, menjadi rumah bagi keberagaman bahasa dan budaya yang mengesankan. Keberagaman ini... selengkapnya
Emosi adalah bagian alami dari kehidupan manusia. Mereka dapat memberikan wawasan tentang diri kita sendiri dan dunia sekitar kita. Namun,... selengkapnya
Perguruan Tinggi (PERTI) merupakan lembaga pendidikan yang menawarkan jenjang pendidikan tinggi dan dapat berupa akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, atau... selengkapnya
Membangun tim kerja yang kuat dan efisien merupakan salah satu komponen kunci dalam mencapai keberhasilan dalam berbagai bidang, baik dalam... selengkapnya
Materi-materi dalam buku ajar ini adalah hasil dari studi analisis kebutuhan mahasiswa program studi geografi yang meliputi materi yang berhubungan… selengkapnya
Rp 53.000 Rp 60.000Kimia Pangan membahas tentang komponen kimiawi yang terkandung dalam bahan pangan serta bagaimana interaksi kimia tersebut memengaruhi kualitas, keamanan, dan… selengkapnya
Rp 67.000Buku Psikologi Dasar yang saat ini sedang anda baca menyajikan pengantar menyeluruh tentang perilaku dan proses mental manusia dari berbagai… selengkapnya
Rp 81.500Tata Kelola Akuntansi dan Zakat Pengarang: Dr. Sri Fadilah, S.E., M.Si., Ak.CA ISBN: 978-602-72521-5-8 Kertas: Bookpaper Isi: 168 Halaman Terbit:… selengkapnya
Rp 25.000Bagaimana jika dakwah tidak lagi dipahami sekadar ceramah di mimbar, tetapi menjadi kekuatan yang mampu mengubah wajah masyarakat dan membangun… selengkapnya
Rp 66.500 Rp 73.500Competencies Entrepreneur Pengarang: R. Agus Setyo Pranowo & Rd. Much Jusup Nurgraha Editor: Aep S. Hamidin Isi: 149 Halaman ISBN:… selengkapnya
Rp 35.000Agama Islam merupakan agama yang dapat dijumpai hampir diseluruh dunia dan barangkali sebagian orang akan heran ketika mendapati kemajuan dan… selengkapnya
Rp 65.000Birokrasi adalah wajah negara yang paling dekat dengan masyarakat. Melalui birokrasi, kebijakan diwujudkan menjadi pelayanan, pembangunan dijalankan, anggaran dikelola, dan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAsuhan kebidanan Pasca Salin atau Asuhan Kebidanan Masa Nifas adalah penerapan fungsi, kegiatan dan tanggungjawab bidan dalam memberikan pelayanan kepada… selengkapnya
Rp 85.000Pengelolaan Karakter Mahasiswa berbasis Multi Intelegensi Pengarang: Marwan M. Londol & La Yusron Kalamu ISBN: 978-623-6003-51-0 Isi: 205 Halaman Kertas:… selengkapnya
Rp 67.000


Saat ini belum tersedia komentar.