● online
- Mewujudkan Loyalitas Pelanggan Hotel dan Keunggula....
- Pengelolaan Pendidikan - Muhammad Rapii....
- Metode Penelitian Ekonomi - Dr. Nik haryanti....
- Pengantar Studi Islam - Arif Muzayin Shofwan....
- Manajemen Lembaga Pendidikan Islam....
- Internet Marketing: Strategi dan Pengaruhnya....
- Panduan Praktikum Toksikologi Klinik....
- Pembelajaran PKn SD....
Kemampuan Siswa yang Harus Dikuasai Setelah Pembelajaran
MANGGUSTORE.COM – Seiring dengan perkembangan zaman tentu kompetensi abad 21 yang akan dihadapi siswa juga akan berubah. Dimana perkembangan zaman tersebut akan fokus pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perlu diketahui pesatnya perkembangan IPTEK akan membuat tantangan menjadi lebih besar dibandingkan masa sebelumnya. Supaya siswa bisa menghadapi tantangan yang lebih besar di abad 21 ini maka lembaga pendidikan harus menemukan solusi dari masalah ini. dimana solusi dari masalah ini yaitu kompetensi 21 yang harus dimiliki oleh siswa.
Dalam kamus bahasa indonesia, kemampuan berasal dari kata mampu yang berarti kuasa (bisa, sanggup, melakukan sesuatu, dapat, berada, kaya, mempunyai harta berlebihan). Kemampuan adalah suatu kesanggupan dalam menguasai suatu keahlian dan digunakan untuk mengerjakan beragam tugas dalam suatu pekerjaan. Menurut Nana Sudjana, pemahaman adalah hasil belajar, misalnya peserta didik dapat menjelaskan dengan susunan kalimatnya sendiri atas apa yang dibacanya atau didengarnya, memberi contoh lain dari yang telah dicontohkan guru dan menggunakan petunjuk penerapan pada kasus lain (Nana Sudjana, 1995:24). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
BACA JUGA:
Hasil Pembelajaran dan Ruang Lingkupnya
Berikut merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa untuk menghadapi perkembangan zaman yang sangat pesat ini (Nita Oktifa, 2022). https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/kemampuan-siswa-yang-harus-dikembangkan-di-abad-21. Pada 6 Agustus 2023.
Critical Thinking (Berpikir Kritis) dan Problem Solving (Pemecahan Masalah)
Berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpikir secara rasional. Sedangkan Problem solving adalah kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Dengan kemampuan ini, saat siswa mendapatkan informasi, mereka tidak akan serta-merta menerimanya begitu saja, melainkan mempertanyakannya terlebih dahulu. Dengan kompetensi ini, siswa akan mampu untuk menganalisa sesuatu hal dan memecahkan masalah. Di tengah derasnya arus informasi yang ada seperti saat ini, sangat penting untuk membekali siswa dengan kemampuan ini supaya mereka tidak mudah terpengaruh oleh berita hoaks.
Beli Buku “Metode Pembelajaran di Era Milenial”
Kemampuan critical thinking dan problem solving harus dilatih dan terus diasah karena tidak dapat terwujud dengan sendirinya apalagi dengan cara instan. Untuk membangun dan mengasah kemampuan berpikir kritis pada siswa, Guru Pintar dapat rutin mengajak siswa berdiskusi sehingga mereka mampu melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang yang berbeda, mendorong siswa untuk bertanya, dan selalu meminta siswa memberikan alasan atau bukti-bukti terhadap argumen atau jawaban yang diberikan.
Communication (Keterampilan Berkomunikasi)
Kemampuan siswa yang harus dikembangkan yang kedua adalah communication atau komunikasi. Kemampuan ini berkaitan dengan bagaimana siswa dapat mengekspresikan apa yang ada di dalam pikiran secara lisan maupun tulisan dengan efektif. Tujuan utama dari diajarkannya kemampuan berkomunikasi ini adalah supaya siswa memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik sehingga pesan yang mereka sampaikan dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan dan tidak terjadi salah paham. Dalam keterampilan ini, siswa juga diajarkan untuk memahami situasi sekitar, penggunaan media dalam komunikasi, dan siapa yang menjadi lawan bicara mereka.
Colaboration (Kolaborasi)
Penting bagi para guru untuk mengajarkan kepada siswa untuk dapat berkolaborasi dan bekerja sama dengan orang lain, sehingga dapat mencapai kesuksesan yang bersama-sama. Dengan berkolaborasi, masing-masing siswa dilatih untuk bisa saling mengisi kelebihan dan kekurangan satu sama lain, sehingga hasil akhirnya pun bisa lebih maksimal. Selain itu, kolaborasi juga berguna untuk mengajarkan kepada siswa untuk lebih bertanggung jawab dengan perannya, saling berempati, dan menghormati orang lain yang memiliki pendapat berbeda.
BACA JUGA:
Kebutuhan, Tantangan, dan Masalah Peserta Didik
Cara terbaik untuk mengajarkan kolaborasi adalah dengan membuat siswa bekerja secara berkelompok, berdiskusi, atau mengerjakan project secara bersama-sama. Siswa akan belajar mendengar pendapat orang lain dan juga menghargainya. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan rasa bangga karena telah melakukan tugasnya dengan baik dan berkontribusi dalam kesuksesan kelompoknya.
Creativity (Kreativitas)
Kreativitas dapat membuat siswa berpikir out of the box, mereka akan dapat lebih berani mencari dan mengungkapkan ide-ide yang ada di dalam kepalanya. Kemampuan berpikir kreatif selama ini dianggap hanya terbatas pada penciptaan barang atau ide baru, padahal kreativitas juga bisa juga diterapkan untuk mengembangkan sesuatu yang sudah ada menjadi lebih baik lagi.
Citizenship
Citizenship atau sering juga dienal sebagai global citizenship. Pendidikan global citizenship ini melatih siswa untuk aware bahwa mereka tidak hanya milik suatu komunitas atau etnis tertentu saja, melainkan mereka juga adalah bagian dari warga negara dunia. Tujuan dari pendidikan global citizenship adalah untuk memberdayakan siswa untuk berperan aktif dalam menghadapi dan mengatasi tantangan global dan menjadi kontributor yang proaktif untuk dunia yang lebih damai, toleran, inklusif dan aman. Mereka akan dapat menghargai perbedaan baik itu perbedaan kebudayaan, kebangsaan, fisik, dan lain sebagainya.
Leadership
Anak-anak adalah pemimpin masa depan. Supaya mereka menjadi pemimpin-pemimpin yang handal di masa depan, mereka harus dilatih untuk memiliki karakter dan juga keterampilan leadership sejak dini. Dalam leadership, sikap kepemimpinan dalam diri siswa dibangun agar menjadi siswa yang bertanggung jawab, siswa yang dapat menjalankan perannya sebagai siswa serta siswa yang dapat mengembangkan potensinya sebagai seorang pribadi. Bentuk-bentuk kegiatan yang mendorong tumbuhnya keterampilan leadership diantaranya organisasi siswa seperti OSIS, mengikuti kegiatan Leadership Camp, workshop, dan lain sebagainya.
Tags: Kemampuan Siswa, Kemampuan Siswa yang Harus Dikuasai, Kemampuan Siswa yang Harus Dikuasai Setelah Pembelajaran
Kemampuan Siswa yang Harus Dikuasai Setelah Pembelajaran
MANGGUSTORE.COM – Pernikahan adalah suatu yang sangat mulia, karena perkawinan merupakan ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita... selengkapnya
Pendidikan STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika) telah menjadi fokus penting dalam sistem pendidikan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Siapa yang tak kenal Sushi? Ya, makanan Jepang yang paling terkenal di seluruh dunia. Sejak satu abad yang... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM — Budaya adalah suatu pola asusmsi dasar yang terus berkembang yang mempengaruhi organisasi, dan dipengaruhi oleh setiap kepemimpinan yang... selengkapnya
Produktivitas itu sebenarnya tentang seberapa banyak dan bagus pekerjaan yang bisa kita lakukan dalam waktu yang kita punya. Ini penting... selengkapnya
Kamu sering mengalami kesulitan saat mengajar di kelas? Tenang, kesulitan saat mengajar di kelas adalah hal yang umum dialami oleh... selengkapnya
Religiusitas, yang mencakup keyakinan, praktik ibadah, serta penghayatan seseorang terhadap nilai-nilai agama, merupakan aspek penting dalam kehidupan sosial. Bagi sebagian... selengkapnya
Globalisasi telah mengubah lanskap budaya di seluruh dunia, dan salah satu fenomena yang paling mencolok adalah popularitas budaya Korea Selatan,... selengkapnya
Perkembangan zaman membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Sistem pembelajaran yang dahulu berfokus pada metode... selengkapnya
Melampaui Batas Terjun bebas dengan parasut bukan sekadar olahraga; ini adalah petualangan yang memacu jantung dan membuka pandangan dunia dari... selengkapnya
Kesalahan berpikir pada hakikatnya jebakan bagi proses penalaran. Seperti rambu – rambu lalu lintas dipasang sebagai peringatan bagi para pemakai… selengkapnya
Rp 50.000Protein pangan didefinisikan sebagai senyawa organik kompleks yang terdiri dari kombinasi asam amino dalam ikatan peptida yang mengandung karbon, hidrogen,… selengkapnya
Rp 90.000Buku Konsep, Paradigma, dan Implementasi Pariwisata Berkelanjutan ini disusun untuk membantu para mahasiswa dalam mempelajari konsep, paradigma dan implementasi dari… selengkapnya
Rp 75.000 Rp 80.000Kimia klinik adalah bidang ilmiah yang berfokus pada pengukuran kuantitatif zat-zat penting dalam cairan tubuh secara biologis untuk keperluan diagnostik…. selengkapnya
Rp 63.360 Rp 70.400Bimbingan Konseling adalah proses interaksi antara konselor dengan konseli baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka untuk membantu konseli… selengkapnya
Rp 58.500 Rp 65.000Auditing merupakan suatu pemeriksaan laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen, beserta catatan-catatan pembukuan dn bukti-bukti pendukungnya, dilakukan oleh pihak… selengkapnya
Rp 73.000Pengantar Studi Islam (PSI) merupakan mata kuliah yang mempelajari dan mendalami tentang metode-metode untuk melakukan studi Islam atau penelitian tentang… selengkapnya
Rp 58.500 Rp 65.000Jalan Menggapai Ridha Allah: Amaliah Lengkap Thariqah Qadiriyah Wa Naqsabandiyah Khathibiyah Sambas Penulis: Dr. Adnan Mahdi, M.S.I ISBN: 978-602-50508-0-0 Ukuran… selengkapnya
Rp 80.000Perekonomian Indonesia merupakan salah satu kekuatan ekonomi berkembang utama dunia yang terbesar di Asia Tenggara dan terbesar di Asia keenam… selengkapnya
Rp 55.000 Rp 61.000Metode penelitian adalah sebuah cara atau langkah ilmiah untuk mendapatkan suatu data atau kebenaran yang dilakukan secara sistematis berdasarkan logika… selengkapnya
Rp 67.500 Rp 75.000



Saat ini belum tersedia komentar.