Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Teh Admin
● online
Teh Admin
● online
Halo, perkenalkan saya Teh Admin
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Dasar-Dasar Etika

Dasar-Dasar Etika

Diposting pada 22 September 2025 oleh manggustore / Dilihat: 397 kali / Kategori:

Etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu ethos yang berarti karakter, watak, kesusilaan, atau adat kebiasaan yang berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan. Etika adalah ilmu yang mempelajari tentang apa yang baik, apa yang buruk den tentang hak dan kewajiban moral (akhlak), nilai mengenai benar salah yang dimuat suatu golongan atau masyarakat (Tim Penyusun KBBI: 5).

Istilah etika sering digunakan dalam masyarakat sekitar dengan kata lainnya, yaitu moral. Etika merupakan standaritas dari seseorang untuk dilihat seberapa baik moral orang tersebut.Yang mengacu pada kebiasaan hidup, perilaku, dan adat budaya dimasyarakat sekitar. Etika juga dijadikan sebagai suatu acuan penilaian semacam telaah untuk melihat kebaikan dari atau keburukan dari seseorang tersebut.

BACA JUGA:

Etika, Logika, dan Estetika

Etika disebut juga filsafat moral, adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia itu bertindak. Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma. Yaitu, norma hukum, norma moral, norma agama, dan norma sopan santun (Muhamad Rakhmat, 2013:5).

Dalam khazanah pemikiran Islam, etika diartikan sebagai al-akhlaq. Menurut pendekatan etimologi, perkataan akhlaq berasal dari bahas Arab, jama’ dari bentuk mufrodnya khuluqun yang diartikan budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Kalimat tersebut mengandung segi penyesuaian dengan kata khulqun yang berarti kejadian, serta erat hubungannya dengan khaliq yang berarti pencipta makhluk (Zahrudin, 2004:1).

Menurut Bretens, Etika dibedakan dalam duajenis, yaitu:

  1. Etika diskriptif

Etika diskriptif  memberikan keterangan tentang kesusilaan dan moral dalam bermacam-macam kebudayaan dan pada segala zaman. Etika deskriptif sekedar melukiskan predikat-predikat serta tanggapan-tanggapan kesusilaan yang telah diterima dan digunakan.

BACA JUGA:

Dasar-Dasar Logika

  1. Etika normatif

Etika normatif merupakan bagian terpenting dari etika dan bidang yang berlangsung diskusi-diskusi yang paling menarik tentang masalah-masalah moral. Etika normatif menggunakan norma-norma atau ukuran-ukuran yang menunujukan bagaimana sepatutnya kita hidup atau berkelakuan (Harry Hammersma. 2008:34).

Daftar Pustaka

Hammersma, H. 2008. Pintu Masuk ke Dunia Filsafat, Yogyakarta: Penerbit Krisius.

Rakhmat, M. 2013. Etika Profesi: Etika Setiap Profesi dalam Perspektif Hukum Positif. Bandung: Logoz Publishing

Zahrudin. 2004. Pengantar Ilmu Akhlak. Jakarta: PT. Raja Grafindo Pustaka.

Bradley Setiyadi, Organisasi Teori dan Aplikasi, Penerbit Manggu.

Tags: ,

Bagikan ke

Dasar-Dasar Etika

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Dasar-Dasar Etika

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: