● online
- Buku Ajar Matematika Diskrit....
- Buku Ajar Matematika Kelas VII berbasis Kearifan L....
- Pemindahan Tanah Mekanis dan Alat Berat....
- Kapita Selekta Pendidikan Agama Kristen....
- Antologi Puisi Kalam dari Arafah....
- Kesehatan Perempuan dan Perencanaan Keluarga....
- Panduan Praktikum Toksikologi Klinik....
- Pengantar Pendidikan....
Kejayaan dan Kehancuran: Kisah Kerajaan Tidore di Maluku
Indonesia, dengan keberagaman budaya dan sejarahnya, menyimpan banyak kisah kerajaan yang menarik untuk diungkap. Salah satu di antaranya adalah Kerajaan Tidore, sebuah kerajaan Islam di wilayah Maluku. Dalam artikel ini, kita akan menyelusuri jejak kejayaan, tantangan, dan warisan bersejarah yang ditinggalkan oleh Kerajaan Tidore.
Awal Mula Kerajaan Tidore
Kerajaan Tidore berdiri pada abad ke-11 di tengah-tengah keindahan Maluku. Pada awalnya, kerajaan ini memiliki ikatan kerja sama dengan Kerajaan Ternate, yang bersama-sama membentuk wilayah yang dikenal sebagai “Jazirat al-Muluk” atau “Kepulauan Para Raja.” Kerajaan ini, dengan perjanjian-perjanjian dagangnya, tumbuh sebagai pusat peradaban dan kekayaan. Muhammad Naqil, pada tahun 1081, menjadi tokoh sentral dalam pendirian Kerajaan Tidore. Wilayah ini juga menjadi rumah bagi keempat kerajaan Maluku: Ternate, Tidore, Makian, dan Moti. Namun, seiring berjalannya waktu, perjanjian Moti pada abad ke-14 menyebabkan pindahnya Kerajaan Moti ke Jailolo dan Makian ke Bacan. Hal ini mengukuhkan kedudukan Kerajaan Tidore dan Ternate sebagai dua kerajaan besar di Maluku.
BACA JUGA:
Kerajaan Kutai: Memahami Kekayaan Sejarah Nusantara yang Terlupakan
Islamisasi Kerajaan Tidore
Awalnya, kepercayaan adat dan pemujaan roh leluhur menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Tidore. Namun, pada abad ke-15, Islam mulai memainkan peran kunci dalam transformasi kerajaan ini. Jalur masuk Islam dipengaruhi oleh dakwah Syekh Mansur dari Arab, yang membawa pengaruh dan ajaran Islam ke wilayah Maluku. Sejarah mencatat bahwa Sultan Djamaluddin, pada tahun 1495, memutuskan untuk menjadikan Islam sebagai agama resmi Kerajaan Tidore. Transformasi ini tidak hanya membawa perubahan dalam kehidupan agama tetapi juga mengubah dinamika politik dan ekonomi kerajaan.
Perdagangan dan Persaingan dengan Kerajaan Ternate
Keberhasilan Kerajaan Tidore tidak lepas dari posisinya yang strategis dalam perdagangan rempah-rempah. Jalur perdagangan internasional yang melibatkan Tidore membuat ekonominya berkembang pesat. Lada, kapur barus, dan emas menjadi komoditas utama yang diperdagangkan, membuat Tidore menjadi salah satu kerajaan Islam terkaya di Nusantara.
Namun, kemakmuran ini tidak terwujud tanpa tantangan. Persaingan sengit dengan Kerajaan Ternate, yang terletak berdampingan di kepulauan Maluku, sering memanas. Persaingan ini bahkan semakin rumit dengan kedatangan bangsa Eropa yang mencari rempah-rempah, terutama Spanyol dan Portugis.
Kedatangan Bangsa Eropa dan Tantangan Kolonial
Bangsa Eropa, dalam perburuan rempah-rempah, menghadirkan tantangan baru bagi Kerajaan Tidore. Persaingan antara Spanyol dan Portugis, yang ingin mengamankan jalur perdagangan, memanfaatkan situasi ini untuk memecah belah dan memanipulasi kedua kerajaan Maluku.
Meskipun Tidore menerima kedatangan Spanyol dengan baik, permainan politik Eropa menyebabkan pertikaian antara Tidore dan Ternate. Bangsa Belanda kemudian memanfaatkan kesempatan ini dan, pada tahun 1605, berhasil mendirikan monopoli perdagangan di wilayah ini. Monopoli Belanda yang kejam menyulut perlawanan sengit dari kedua kerajaan, tetapi persaingan internal antara Tidore dan Ternate membuat mereka sulit bersatu melawan kekuasaan kolonial.
Peninggalan dan Warisan
Meskipun Kerajaan Tidore mengalami masa kejayaan dan kemunduran, banyak peninggalan bersejarah yang masih dapat kita saksikan hingga saat ini. Beberapa di antaranya adalah:
- Masjid Sultan Tidore
Masjid Sultan Tidore, yang dibangun pada abad ke-17 di bawah pimpinan Sultan Zainal Abidin, tetap berdiri megah hingga sekarang. Bangunan ini tidak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga menyiratkan pengaruh Islam yang kuat di wilayah Maluku.
BACA JUGA:
Sejarah Kerajaan Aceh: Peradaban Maritim dan Kekuatan Islam di Nusantara
- Kadato Kie (Istana Kie)
Istana Kie, juga dikenal sebagai Kedato Kie, adalah istana bersejarah yang dibangun pada tahun 1812 oleh Sultan Syahjuan T. Interior istana ini mencerminkan kejayaan Kerajaan Tidore pada masa itu dan tetap berdiri sebagai warisan berharga.
- Benteng Torre dan Tahula
Benteng Torre dan Tahula, yang digunakan oleh Portugis pada masa kolonial, menjadi saksi bisu dari pertempuran dan perjuangan yang dilakukan oleh Kerajaan Tidore melawan kekuatan asing.
Kesimpulan
Kisah Kerajaan Tidore adalah perjalanan yang penuh warna dari masa kejayaan hingga tantangan kolonial yang berat. Meskipun mengalami kemunduran, warisan bersejarah dan peninggalan kerajaan ini masih hidup dalam bentuk masjid, istana, dan benteng. Melalui cerita ini, kita dapat lebih memahami peran penting Kerajaan Tidore dalam sejarah Indonesia dan kekayaan budayanya.
Referensi
Tim Redaksi. 2021. “Mengupas Sejarah Kerajaan Tidore dan Penyebab Runtuhnya.” daihatsu. Rubrik Berita. Edisi Senin, 31 Maret. https://daihatsu.co.id/ diakses Selasa, 14 November 2023, 08:24.
Parinduri, Alhidayath. 2023. “Sejarah Kesultanan Tidore: Pendiri, Kejayaan, & Daftar Raja-Sultan.” tirtoid. Rubrik Berita. Edisi Rabu, 03 Januari. https://tirto.id/ diakses Selasa, 14 November 2023, 14:44.
Agus Hiplunudin, Modal Sosial: Solusi Kesejahteraan Masyarakat dan Perekat Bagi Masyarakat yang Terbelah, Penerbit Manggu.
Tags: Sejarah Kebudayaan
Kejayaan dan Kehancuran: Kisah Kerajaan Tidore di Maluku
Mahasiswa sebagai Ujung Tombak Transformasi Sosial Mahasiswa adalah sebutan untuk seseorang yang sedang belajar di perguruan tinggi, seperti universitas atau... selengkapnya
Industri hiburan telah mengalami transformasi yang luar biasa sepanjang sejarahnya. Dari pertunjukan panggung di Broadway hingga era digital saat ini,... selengkapnya
Stres kerja adalah tantangan yang umum di tempat kerja modern. Seringkali, salah satu faktor yang berkontribusi terhadap stres kerja adalah... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Menurut CNN Indonesia, mayoritas masyarakat di Indonesia tak peduli akan kebersihan lingkungan. Hal tersebut dapat berdampak bagi lingkungan... selengkapnya
Ekstroversi adalah jenis kepribadian yang mendefinisikan orang-orang yang mengisi ulang energi sosial mereka dengan menghabiskan waktu bersama orang lain. Apakah... selengkapnya
Sebenarnya, Ide pembangunan berjalan seiring dengan berkembangnya gagasan modernisasi. Bahkan, menurut Schoorl (1991:1) pembangunan itu merupakan bagian dari proses modernisasi.... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Dengan kehadiran internet yang semakin cepat untuk digitalisasi dunia, mau tidak mau akan semakin banyak berbagai produk dari... selengkapnya
Sekolah Tinggi atau Perguruan Tinggi merupakan sekolah yang lebih membidang. Dalam perguruan tinggi ada yang dinamakan organisasi. Apa itu organisasi?... selengkapnya
Masa remaja usia dini adalah periode penting dalam kehidupan anak-anak. Ini adalah saat ketika mereka mulai mengalami perubahan fisik, emosi,... selengkapnya
Reiki adalah bentuk terapi penyembuhan yang berasal dari Jepang pada awal abad ke-20. Praktik ini berfokus pada pengaliran energi penyembuhan... selengkapnya
Buku ini menjelaskan mengenai bagaimana caranya menggunakan metode STAD (Student Teams Achivement Division) di kelas, baik di sekolah Dasar (SD),… selengkapnya
Rp 70.000Tidak dipungkiri bahwa saat ini perkembangan ekonomi syariah di Indonesia cukup pesat. Ditandai dengan banyaknya pendirian lembaga-lembaga usaha sektorekonomi syariah,… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 85.000Etika Bisnis Islam adalah etika bisnis yang mengedepankan nilai-nilai al Qur’an dalam aktivitas bisnis atau perniagaan. Etika adalah studi standar… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 85.000Buku Pengantar Hukum Indonesia ini terdiri dari tiga bagian, XIV Bab sebagai pengantar Hukum Indonesia yang pertama berisi Dasar Dasar… selengkapnya
Rp 115.000Jalan Menggapai Ridha Allah: Amaliah Lengkap Thariqah Qadiriyah Wa Naqsabandiyah Khathibiyah Sambas Penulis: Dr. Adnan Mahdi, M.S.I ISBN: 978-602-50508-0-0 Ukuran… selengkapnya
Rp 80.000Pengelolaan Karakter Mahasiswa berbasis Multi Intelegensi Pengarang: Marwan M. Londol & La Yusron Kalamu ISBN: 978-623-6003-51-0 Isi: 205 Halaman Kertas:… selengkapnya
Rp 67.000Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan,… selengkapnya
Rp 20.000 Rp 25.000Buku yang berjudul “Manajemen Ternak Unggas” karya Prayogi Sunu merupakan sumber informasi yang mengulas berbagai aspek dalam pengelolaan ternak ayam… selengkapnya
Rp 54.000 Rp 65.000Perekonomian Indonesia telah menjadi salah satu kekuatan utama dalam perkembangan ekonomi di Asia Tenggara dan merupakan ekonomi terbesar keenam di… selengkapnya
Rp 58.500 Rp 65.000Kesehatan Reproduksi Berbasis keluarga: Berencana Alamiah Pengarang: Ernawati, SST, MKes, dkk. Editor: Aep Syaiful Hamidin ISBN: 978-602-5717-48-2 Isi: 310 hal… selengkapnya
Rp 115.500


Saat ini belum tersedia komentar.