Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
Teh Ayu● online 6282116932476
Teh Neng● online 6282116932479
● online
Visi Pembangunan Nasional
Visi nasional pembangunan jangka panjang adalah terciptanya manusia yang sehat, cerdas, produktif, dan berakhlak mulia dan masyarakat yang makin sejahtera dalam pembangunan yang berkelanjutan didorong oleh perekonomian yang makin maju, mandiri, dan merata di seluruh wilayah didukung oleh penyediaan infrastruktur yang memadai serta makin kokohnya kesatuan dan persatuan bangsa yang dijiwai oleh karakter yang tangguh dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diselenggarakan dengan demokrasi [yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila] sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta menjunjung tegaknya supremasi hukum.
Berdasarkan kondisi bangsa Indonesia saat ini, tantangan yang dihadapi dalam 20 tahunan dengan memperhitungkan modal dasar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dan amanat pembangunan yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, maka telah ditetapkan visi pembangunan nasional tahun 2005–2025, yakni: Indonesia Yang Mandiri, Maju, Adil, dan Makmur.
Visi pembangunan nasional tahun 2005–2025 itu mengarah pada pencapaian tujuan nasional, seperti tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Visi pembangunan nasional tersebut harus dapat diukur untuk dapat mengetahui tingkat kemandirian, kemajuan, keadilan dan kemakmuran yang ingin dicapai (UU No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025).
Kemandirian adalah hakikat dari kemerdekaan, yaitu hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri dan menentukan apa yang terbaik bagi diri bangsanya. Oleh karena itu, pembangunan, sebagai usaha untuk mengisi kemerdekaan, haruslah pula merupakan upaya membangun kemandirian. Kemandirian bukanlah kemandirian dalam keterisolasian.
Kemandirian mengenal adanya kondisi saling ketergantungan yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan bermasyarakat, baik dalam suatu negara maupun bangsa. Terlebih lagi dalam era globalisasi dan perdagangan bebas ketergantungan antarbangsa semakin kuat. Kemandirian yang demikian adalah paham yang proaktif dan bukan reaktif atau defensif.
Kemandirian merupakan konsep yang dinamis karena mengenali bahwa kehidupan dan kondisi saling ketergantungan senantiasa berubah, baik konstelasinya, perimbangannya, maupun nilai-nilai yang mendasari dan mempengaruhinya. Bangsa mandiri adalah bangsa yang mampu mewujudkan kehidupan sejajar dan sederajat dengan bangsa lain yang telah maju dengan mengandalkan pada kemampuan dan kekuatan sendiri. Oleh karena itu, untuk membangun kemandirian, mutlak harus dibangun kemajuan ekonomi. Kemampuan untuk berdaya saing menjadi kunci untuk mencapai kemajuan sekaligus kemandirian.
BACA JUGA:
Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Nasional, Daerah, dan Desa
Kemandirian suatu bangsa tercermin, antara lain, pada ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu memenuhi tuntutan kebutuhan dan kemajuan pembangunannya; kemandirian aparatur pemerintah dan aparatur penegak hukum dalam menjalankan tugasnya; ketergantungan pembiayaan pembangunan yang bersumber dari dalam negeri yang makin kokoh sehingga ketergantungan kepada sumber dari luar negeri menjadi kecil; dan kemampuan memenuhi sendiri kebutuhan pokok. Apabila karena sumber daya alam tidak lagi memungkinkan, kelemahan itu diimbangi dengan keunggulan lain sehingga tidak membuat ketergantungan dan kerawanan serta mempunyai daya tahan tinggi terhadap perkembangan dan gejolak ekonomi dunia.
Secara lebih mendasar lagi, kemandirian sesungguhnya mencerminkan sikap seseorang atau sebuah bangsa mengenai dirinya, masyarakatnya, serta semangatnya dalam menghadapi tantangan-tantangan. Karena menyangkut sikap, kemandirian pada dasarnya adalah masalah budaya dalam arti seluasluasnya. Sikap kemandirian harus dicerminkan dalam setiap aspek kehidupan, baik hukum, ekonomi, politik, sosial budaya, maupun pertahanan keamanan. Tingkat kemajuan suatu bangsa dinilai berdasarkan berbagai ukuran.
Ditinjau dari indikator sosial, tingkat kemajuan suatu negara diukur dari kualitas sumber daya manusianya. Suatu bangsa dikatakan makin maju apabila sumber daya manusianya memiliki kepribadian bangsa, berakhlak mulia, dan berkualitas pendidikan yang tinggi. Tingginya kualitas pendidikan penduduknya ditandai oleh makin menurunnya tingkat pendidikan terendah serta meningkatnya partisipasi pendidikan dan jumlah tenaga ahli serta profesional yang dihasilkan oleh sistem pendidikan.
Sumber: Muhamad Mu’iz Raharjo, Perencanaan Pembangunan Nasional, Daerah dan Desa. Penerbit Manggu: Bandung.
Tags: Pembangunan Daerah, Pembangunan Desa, Pembangunan Nasional, Visi Pembangunan Nasional
Visi Pembangunan Nasional
MANGGUSTORE.COM – Dalam era modern yang diwarnai oleh pesatnya kemajuan teknologi, seni dan teknologi semakin terkait erat. Salah satu aspek... selengkapnya
Mengapa demam berdarah masih menjadi ancaman bagi masyarakat? Terutama di wilayah kerja Puskesmas Kutaraya, Density Figure (DF), House Index (HI),... selengkapnya
Setiap orang akan menghadapi berbagai tantangan dalam hidup, baik yang berkaitan dengan pendidikan, pekerjaan, hubungan sosial, maupun pengembangan diri. Tantangan... selengkapnya
Kesehatan mental adalah aspek penting dalam menjalani kehidupan yang bahagia dan seimbang. Terkadang, kita dapat mengalami tantangan dan stres yang... selengkapnya
Pepaya muda dikenal sebagai pepaya hijau, adalah salah satu buah tropis yang sering kita jumpai di Indonesia. Kebanyakan orang mengenal... selengkapnya
Fenomena K-Pop saat ini tidak hanya terbatas pada industri musik semata, tetapi telah berkembang menjadi budaya populer yang mendunia. Antusiasme... selengkapnya
Seni lukis tradisional Tiongkok telah memainkan peran penting dalam memperkaya budaya Tiongkok selama berabad-abad. Lukisan Tiongkok memancarkan keindahan yang begitu... selengkapnya
Dunia pendidikan terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Metode pembelajaran yang dahulu berpusat pada guru kini mulai bergeser menuju... selengkapnya
Keterampilan lunak atau soft skills adalah kualitas pribadi yang memengaruhi seberapa baik Anda dapat berinteraksi dengan orang lain di tempat... selengkapnya
Metode pengajaran tradisional telah lama menjadi bagian dari dunia pendidikan, tetapi saat ini, pendidikan menghadapi tantangan untuk tetap relevan dalam... selengkapnya
Manajemen pelayanan merupakan proses penerapan ilmu dan seni untuk menyusun rencana, mengimplementasikan rencana, mengoordinasikan dan menyelesaikan aktivitas-aktivitas pelayanan demi tercapainya… selengkapnya
Rp 81.000 Rp 91.000Konservasi tanah adalah usaha menjaga tanah agar tetap subur, tidak tererosi, dan mampu menopang kehidupan tanaman serta aktivitas pertanian. Sedangkan… selengkapnya
Rp 73.000Sistem Pengendalian Manajemen merupakan suatu proses yang menjamin bahwa sumber-sumber diperoleh dan digunakan dengan efektif dan efisien dalam rangka pencapaian… selengkapnya
Rp 65.000Biokimia merupakan ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi komponen seluler, seperti protein, karbohidrat, lipid, asam nukleat, dan biomolekul lainnya. Saat… selengkapnya
Rp 61.200 Rp 68.000Imunoserologi adalah bidang ilmu kedokteran yang mempelajari: Identifikasi terhadap antibodi yaitu protein yang dibuat dari sel darah putih yang berespon… selengkapnya
Rp 57.000 Rp 65.000Buku yang berjudul “Manajemen Ternak Unggas” karya Prayogi Sunu merupakan sumber informasi yang mengulas berbagai aspek dalam pengelolaan ternak ayam… selengkapnya
Rp 54.000 Rp 65.000Lembaga keungan syariah dalam banyak hal memiliki kesamaan dengan lembaga keungan konvesional. keberadaan good corporate governance menjadi penting dalam struktur… selengkapnya
Rp 85.000Implementasi Kebijakan Publik – Isu rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia memang sudah menjadi isu klasik. Kualitas sumber daya manusia Indonesia… selengkapnya
Rp 63.000 Rp 70.000Praktik Penerjemahan Dasar: Penerjemahan Beberapa Jenis Teks merupakan kelanjutan dari buku Dasar – Dasar Penerjemahan Umum (DDPU) yang membahas teori… selengkapnya
Rp 100.000 Rp 111.300Sintaksis Bahasa Indonesia Pengarang: Christian Agustianus Tarno & Iswanto Ukuran: B5 ISBN : 978-602-5717-77-2 Tahun Terbit: 2019 Penerbit: Manggu Makmur… selengkapnya
Rp 103.500 Rp 115.000


Saat ini belum tersedia komentar.