Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
Teh Ayu● online 6282116932476
Teh Neng● online 6282116932479
● online
- Implementasi Pengawasan Penyelenggaraan Pendidikan
- Arsitektur Komputer & Aplikasinya (Teori dan Penge
- Tenses Are Easy & Fun - Belajar Tenses Mudah
- 7 Jurus BK Hebat: Implementasi pada BK PAUD/RA
- Ekonomi Koperasi dan UMKM - Ahmad Agung
- Tata Kelola Lembaga Keuangan Syariah
- Manajemen Pemasaran - Ec Nurmansyah
- Dasar-Dasar Pengolahan Air Dan Limbah Cair
Strategi Politik dalam Pilkada
Kehidupan politik di Indonesia tidak dapat dilepaskan dengan ‘trend’ yang terjadi di dunia global. Pascareformasi, terdapat pergeseran yang sangat signifikan terhadap kehidupan berpolitik di Indonesia (Firmanzah, 2008).
Semangat emansipasi dan demokratisasi politik telah meningkatkan intensitas persaingan politik di Indonesia (Firmanzah, 2004; 2005; 2007; 2008), sehingga politisi dan partai politik perlu merancang ulang strategi bersaing untuk memenangkan persaingan politik.
Proses demokrasi yang merubah sistem pemilihan umum secara langsung terutama dalam pemilihan kepala daerah baru disahkan pada tahun 2005 dengan peraturan pemerintah No. 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Pada daerah kota dan kabupaten di Indonesia sendiri baru dimulai pada bulan Juni 2005 di Kabupaten Kutai dan untuk daerah setingkat Provinsi dilakukan pada Pilkada Sumatera Barat pada 2006.
Berangkat dari sini maka Pilkada dilakukan secara langsung. Hal ini diperlukan agar rakyat sendiri yang menentukan pilihannya sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan otonomi daerah dan sekaligus kualitas demokrasi tentunya.
Tujuan utama dari keikutsertaan kandidat pada pesta demokrasi pemilihan kepala daerah tentu saja adalah perolehan suara yang dominan untuk memenangkan persaingan politik tersebut. Berbagai usaha dilakukan untuk meningkatkan kecenderungan memilih partisipan politik.
Dari berbagai peristiwa Pilkada di Indonesia, tidak bisa didapat suatu pola yang menjelaskan bagaimana kemenangan ini bisa diperoleh. Ada Pilkada yang bisa dimenangkan incumbent sebagai pemegang kekuasaan, tetapi pada kenyataannya banyak incumbent yang justru kalah dalam persaingan suara tersebut. Padahal pada saat ini memiliki peluang yang lebih besar untuk menang karena sedang berkuasa, seperti pada pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Jawa Barat (As Rifai, 2008).
Contoh lain yang bisa diamati adalah kemenangan Ratna Ani Lestari dalam Pilkada Banyuwangi tahun 2005. Bupati yang didukung oleh partai-partai non-parlemen bisa menang dengan suara 39% mengalahkan calon incumbent yang diusung partai besar (Partai Kebangkitan Bangsa-PKB) dan memiliki kursi terbanyak di DPRD Banyuwangi (Sobari, 2008).
Kekalahan calon yang diusulkan partai politik membuat sebuah asumsi adanya kebutuhan masyarakat tentang figur alternatif dalam pilkada, karena dukungan partai politik besar beserta organisasi masanya yang kuat bukan jaminan untuk menang. Figur alternatif bisa memperbesar kemungkinan menang, jika calon incumbent memiliki kinerja pemerintahan yang buruk. Tetapi sebaliknya, jika kinerja incumbent baik kemenangannya justru dengan perolehan suara yang sangat dominan (diatas 50%) (Sobari, 2008).
Asumsi di atas bisa saja benar, tetapi mengapa masyarakat memilih kandidat tertentu perlu untuk diketahui alasannya serta bagaimana pola hubungan itu bisa terbentuk. Ada pendapat yang mengatakan bahwa di Indonesia figur masih menjadi hal utama ketimbang isu dan program karena budaya politik Indonesia yang masih bersifat patrimionial dengan ikatan primordial yang kuat (As Rifai, 2008). Bisa dilihat dengan besarnya “patron” terhadap masyarakat dan kuatnya sentimen kedaerahan, suku, agama, dan berbagai pendekatan secara sosiologis lainnya.
Berdasarkan pengalaman dari Pilpres 2004 dan 2009 dengan sistem pemilihan presiden secara langsung dan keputusan Mahkamah Agung RI tentang suara terbanyak sebagai pemenang pemilu legislatif memang telah mengubah pola hubungan antara kandidat dan pendukungnya. Hubungannya menjadi bersifat langsung sehingga fungsi mediasi partai menjadi tidak terlalu signifikan. Hal ini sesuai dengan perkembangan terakhir yang terjadi di tanah air, telah terjadi pertarungan popularitas dan mesin politik.
Paradigma lama memenangkan pertarungan kekuasaan politik, terutama pemilu selama Orde Baru dengan pola represif sudah ketinggalan zaman. Perubahan sistem politik memberi peluang hadirnya cukup banyak partai politik dan individu sebagai calon kepala daerah. Jumlah partai yang beragam dan calon pemimpin politik yang banyak, secara langsung berimplikasi pada taktik dan strategi untuk memenangkan perebutan kekuasaan politik, di antaranya adalah untuk mengetahui bagaimana meningkatkan kecenderungan memilih masyarakat (Firmanzah, 2007).
Butler dan Collins (2001) melihat adanya peningkatan volatilitas atau semakin berubah-ubahnya (volatility) perilaku pemilih. Hal ini membuat keberpihakan pemilih menjadi lebih sulit diduga. Tidak stabilnya perilaku pemilih sangat dipengaruhi oleh semakin pudarnya ikatan ideologis pemilih dengan partai atau kontestan Pemilu, berakhirnya perang ideologis dan meningkatnya materialisme kapitalistik menyebabkan pemilih dewasa ini cenderung pragmatis, cenderung memilih partai atau kandidat yang mampu menawarkan produk politik yang lebih baik dibandingkan pesaing (Firmanzah, 2008).
Buku Political Marketing: Strategi Pemasaran dalam Mempengaruhi Keputusan Pemilih mengkaji tentang Marketing Politik dalam konsep Strategi Pemasaran dan Keputusan Pemilih, di mana ilmu marketing menjadi bagian yang sangat berperan dalam perkembangan kajian ilmu politik sehingga perkembangan teori pada pemasaran politik yaitu pada pembentukan variabel bauran pemasaran politik melalui literature review dan pengujian menemukan indikator-indikator dari variable bauran pemasaran politik baik pada produk politik, harga politik, distribusi politik dan harga politik.
Tags: Alvi Furwanti Alwie, Marketing Politik, Strategi Pilkada, Strategi Politik
Strategi Politik dalam Pilkada
Buncis atau dalam bahasa ilmiahnya phaseolus vulgaris adalah salah satu jenis sayuran tropis yang sangat umum dan populer di Indonesia... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Ketika Anda sudah mengetahui berbagai permasalahan dalam pengelolaan kelas, setidaknya ada empat teknik sederhana untuk mengenali adanya masalah... selengkapnya
Cita-cita adalah pijakan penting dalam perjalanan hidup setiap individu. Bagi sebagian orang, cita-cita adalah pusat tujuan dan dorongan yang memandu... selengkapnya
Kecemasan itu seperti perasaan cemas yang bisa datang pada siapa saja, terutama di situasi tertentu. Kecemasan adalah salah satu tantangan... selengkapnya
Kebutuhan akan rasa aman adalah hal mendasar dalam perkembangan anak. Bagaimana anak merasakan rasa aman dapat memiliki dampak yang signifikan... selengkapnya
Pentingnya dukungan orang tua dalam perkembangan anak telah menjadi fokus penelitian dan perhatian selama beberapa dekade terakhir. Dukungan yang kuat... selengkapnya
Gaya hidup sehat adalah tren yang semakin populer di seluruh dunia. Semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Perkembangan UMKM di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. peningkatan tersebut disebabkan angka PHK pada tahun 2020... selengkapnya
MANGGUSTORE.COM – Bagi kalangan orang tua, mungkin masih bingung dengan pemasaran yang berbasis digital. Namun, bagi anak muda pemasaran berbasis... selengkapnya
Ketika kita belajar bahasa Inggris, kita pasti pernah belajar tentang noun. Noun adalah kata benda yang digunakan untuk menunjukkan nama... selengkapnya
Asia tenggara merupakan suatu kawasan regional yang berada di Benua Asia. Sebagian wilayah tengara merupakan kepulauan yang berada pada posisi… selengkapnya
Rp 65.700 Rp 73.000Hukum Agraria ini disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan bacaan di bidang hukum, khususnya bagi mahasiswa yang menempuh mata kuliah… selengkapnya
Rp 85.000Perbandingan administrasi negara merupakan ilmu yang memiliki tujuan untuk membandingkan pola-pola administrasi dari berbagai sudut pandang, antara lain membandingkan administrasi… selengkapnya
Rp 49.800 Rp 56.160Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisis terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas… selengkapnya
Rp 60.000 Rp 67.000Ekonomi mikro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor… selengkapnya
Rp 54.000 Rp 60.000Setiap perusahaan pasti mempunyai tujuan mengahasilkan suatu produk atau jasa yang bisa membuat pelanggan puas, karena kepuasan pelanggan memengaruhi keuntungan… selengkapnya
Rp 45.000Karya ilmiah adalah hasil karya yang diperoleh dari kegiatan menulis dengan menerapkan konvensi ilmiah. Penulisan karya ilmiah menggunakan logika berpikir… selengkapnya
Rp 65.000 Rp 75.000Analisis industri merupakan penilaian pasar yang digunakan oleh para pebisnis dan analis untuk memahami dinamika persaingan pada suatu industri. Analisis… selengkapnya
Rp 49.000 Rp 56.000Modal sosial merupakan cara berbeda dalam interaksi sosial, modal sosial bertujuan untuk menjangkau kepentingan bersama – eksistensi secara komunal atau… selengkapnya
Rp 55.000 Rp 60.000Keju adalah salah satu produk hasil fermentasi yang berbahan dasar susu dan diproduksi berbagai rasa dan bentuk. Keju merupakan protein… selengkapnya
Rp 100.500 Rp 155.000



Saat ini belum tersedia komentar.