Beranda » Bahasa » Balaghah Al-Qur’an : Gaya Bahasa Bayân & Badî’ dalam Al-Qur’an
click image to preview activate zoom

Balaghah Al-Qur’an : Gaya Bahasa Bayân & Badî’ dalam Al-Qur’an

Stok Pre Order
Kategori Bahasa
Tentukan pilihan yang tersedia!
PRE ORDER
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan produk ini.
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Balaghah Al-Qur’an : Gaya Bahasa Bayân & Badî’ dalam Al-Qur’an

Sejarah menunjukanm bahwa kajian balāghah dalam al-Qur’ān sudah dimulai sejak masa turunnya wahyu. Kaum Arab yang dikenal memiliki rasa bahasa tinggi (dzauq lughawī) segera menyadari bahwa susunan kalimat dan ungkapan al-Qur’ān melampaui kemampuan manusia. Ketika mereka mendengar ayat-ayatnya, mereka takjub terhadap keindahan bunyi, kekuatan makna, dan ketepatan susunan kata yang tidak ditemukan dalam syair maupun khutbah bangsa Arab.

Pada masa awal Islam, keindahan bahasa al-Qur’ān menjadi sumber mukjizat (i‘jāz) yang menantang siapa pun untuk menandingi susunannya. Kajian balāghah kemudian berkembang menjadi disiplin ilmu tersendiri. Tokoh-tokoh seperti Abdul Qāhir al-Jurjānī melalui karya monumentalnya Asrār al-Balāghah dan Dalā’il al-I‘jāz, serta as-Sakkākī dengan Miftāḥ al-‘Ulūm, dan al-Qazwīnī dengan al-Idhāh fī ‘Ulūm al-Balāghah, telah meletakkan dasar-dasar ilmiah bagi analisis gaya bahasa al-Qur’ān. Melalui karya mereka, konsep bayān dan badī‘ dikembangkan untuk menjelaskan rahasia keindahan penyusunan kalimat wahyu.

Ilmu balāghah tidak hanya berfungsi untuk menikmati keindahan bahasa, tetapi juga menjadi alat tafsir linguistik yang mendalam. Seorang mufassir yang memahami balāghah akan mampu menangkap makna ayat secara lebih tepat sesuai dengan konteks, susunan, dan gaya tuturnya.

Ilmu Bayān membantu penafsir memahami dimensi makna yang tersembunyi di balik gaya bahasa seperti tasybīh (perumpamaan), isti‘ārah (metafora), dan kināyah (sindiran). Melalui analisis bayānī, penafsir dapat menyingkap pesan moral, spiritual, dan teologis yang tersirat dalam bentuk majāz dan perumpamaan Qur’ānī.

Ilmu Badī‘, di sisi lain, menjelaskan keindahan dan harmoni struktur kalimat melalui perangkat seperti ṭibāq, jinās, muqābalah, dan iltifāt. Unsur-unsur ini bukan sekadar hiasan retorika, tetapi berfungsi memperkuat makna, menegaskan pesan, dan memengaruhi emosi pendengar.

Buku Balaghah Al-Qur’an ini dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, pengajar, dan peneliti bahasa Arab dan tafsir yang ingin mendalami aspek estetika dan linguistik al-Qur’ān secara ilmiah dan inspiratif.

 

 

BALAGHAH AL-QUR’AN
Gaya Bahasa Bayân & Badî’ dalam Al-Qur’an
Penyusun:
Dr. H.R. Edi Komarudin, M.Ag.
Dr. Wildan Taufiq, M.Hum.
Penyunting: Aep Syaiful Hamidin
Penata Sampul: Ripqi Zulfikor
Penata Aksara: Sy.
Penerbit: MANGGU MAKMUR TANJUNG LESTARI
Cet. I, 2026
158 hlm.; 14,5 cm × 21 cm

Tags:

Balaghah Al-Qur’an : Gaya Bahasa Bayân & Badî’ dalam Al-Qur’an

Berat 300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 30 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: