Beranda » Blog » Teori Penerjemahan Manual

Teori Penerjemahan Manual

Diposting pada 26 April 2024 oleh manggustore / Dilihat: 64 kali / Kategori:

Penerjemahan manual atau instruksi untuk membuat atau menghidupkan suatu alat atau mesin atau untuk memberi petunjuk melakukan sesuatu merupakan penerjemahan yang banyak dan sering dilakukan dalam industri penerjemahan. 

Biasanya penerjemahan ini banyak diperlukan industri alat-alat atau gawai teknologi yang sering dilengkapi panduan untuk mengoperasikan alat atau gawai itu. Jadi, arah penerjemahan tergantung pada negara mana yang menjadi produsen  dan mana yang menjadi konsumen. Namun, ada juga penerjemahan manual yang tidak terkait dengan produk, tetapi terkait dengan jasa atau pelayanan.

Teori Penerjermahan Manual

Teori penerjemahan manual tidak banyak ditemukan. Menurut Koncar, penerjemahan manual merupakan bagian dari penerjemahan teknis yang bertujuan untuk memberikan instruksi pembaca sasaran akan bagaimana menggunakan suatu produk secara efektif. 

Ada beberapa bentuk manual, selain untuk pemberian instruksi, ada juga untuk penulisan label, dan instruksi tertera pada pengemasan (Huang & Li, 2015:2523). Terkait kegunaannya, manual dapat dibagi menjadi untuk peralatan listrik, spesifikasi peralatan mekanik manual farmasi, manual kosmetik, dan instruksi buku.

 Di Indonesia, arah penerjemahan manual lebih banyak didominasi dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia daripada sebaliknya karena banyak produk-produk yang dilengkapi oleh manual itu berasal dari luar Indonesia sehingga bahasa pertama yang digunakan biasanya adalah bahasa Inggris ketika produk masuk ke Indonesia.

Jadi, kegiatan penerjemahan manual yang terjadi selalu dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Contoh penerjemahan manual dari Indonesia ke Inggris juga tidak penulis temukan. Format manual dalam bahasa Inggris terdiri atas empat (4) hal menurut Huang & Li, yaitu:

(1) karakteristik, fungsi, dan komponen dari produk;

(2) metode pemasangan dan penggunaan;

(3) hal-hal yang perlu diperhatikan, dan

(4) kinerja, parameter, dan spesifikasi utama.

Karena penerjemahan manual ini harus mengikuti gaya bahasa sumber (Baretta, 1997), penerjemahan cenderung harus setia menurut Huang & Li. Jadi penulis berasumsi format manual dalam bahasa Indonesia mengikuti format dalam bahasa Inggris.

Selanjutnya menurut Baretta, karena manual diciptakan untuk menyediakan informasi praktis dan khusus mengenai cara mengoperasikan suatu alat, manual cenderung ditulis dengan gaya yang formal dan tepat, dalam kalimat pendek-pendek, menggunakan kalimat perintah, dan menggunakan istilah dan jargon yang konsisten.

Huang & Li menambahkan ciri khas manual bahasa Inggris dari yang telah disebutkan Baretta, yakni sering menggunakan kata-kata yang sederhana dan pendek dan sering menggunakan singkatan yang mempunyai hanya satu makna.

Lalu bagaimana dengan ideologi, metode, dan prosedur penerjemahan yang biasa terjadi dalam penerjemahan manual? Baca tulisan Haru Deliana Dewi dalam buku Praktik Penerjemahan Dasar berikut:

Praktik Penerjemahan Dasar Haru Deliana Dewi

Praktik Penerjemahan Dasar Penerjemahan Beberapa Jenis Teks
Pengarang: Haru Deliana Dewi, Ph.D.
Editor: Aep Syaiful Hamidin
Isi: 214 halaman colour
Kertas: Bookpaper
Ukuran: 17,5 x 25 cm (B5)
Tahun Terbit: 2022
ISBN: 978-623-6003-49-7
Penerbit: CV Manggu Makmur Tanjung Lestari

Tags: ,

Bagikan ke

Teori Penerjemahan Manual

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Teori Penerjemahan Manual

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: